Tampilkan postingan dengan label Jajan Pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jajan Pasar. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 24, 2013

KBB#34 Made in Indonesia -- Bika Ambon





Tantangan yang bikin panas dingin plus penasaran. Terus terang belum pernah mencoba bikin sebelumnya dan belum ada keberanian, secara pemakaian kuning telur yang lumayan. Tapi berkat KBB jadi berani untuk membuat bika ambon, kue asli Indonesia.

Bahannya sebenarnya mudah didapat, berbeda dengan mbak Arfi dan teman-teman KBB lain yang tinggal di luar negeri, kerepotan mencari air kelapa, sanan maupun sagu tani. Cuma cara membuatnya yang bikin senewen. Banyak hal tricky di sini, dari pengembangan adonan (kalau terlalu lama jadi asam kuenya), pengadukan dengan dikeplok-keplok (kalau kurang aduk, sarang ga bagus), suhu pemanggangan yang tepat agar kue matang sempurna. Dari yang pintu oven mesti dibuka dulu di awal pemanggangan agar terbentuk sarang, penggunaan api bawah yang pas agar tidak bantat, sampai pemakaian api atas di menit-menit terakhir agar permukaan atas kue cantik, hadeuuuhhh ....

Sengaja bikin di siang hari, maksud hati agar dicapai suhu yang tepat untuk peragian, tetapi tetap saja dalam dua kali percobaan tetap sarangnya belum sempurna. Bantat sih enggak, cuma belum bisa mentul-mentul seperti layaknya bika ambon Medan. Analisa aku, suhu oven kurang pas, dan pengadukan yang dikeplok-keplok belum benar, sehingga pembentukan sarang tidak bisa sempurna.

Percobaan keduan juga demikian, sarangnya belum sexy, OMG, .... senewen banget, .... Tapi semoga lulus ya pe er tantangan kali ini. Lain kali harus benar-benar bisa menaklukkan bika ambon. Masak orang Indonesia sendiri ga bisa bikin bika ambon, .... jangan sampai nanti diakui sebagai kue tradisional Negara tetangga ya ....

BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati


Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir
Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan


Cara membuat :
1. Biang: Campur ragi, terigu, gula dan garam, tuangi air kelapa, aduk dengan tangan hingga rata, tutup dengan plastik wrap, diamkan 30-45 menit, hingga mengembang.

2. Cairan: masak santan, garam, serai, daun jeruk dan daun pandan, hingga panas (tidak sampai mendidih), dinginkan hingga suhu ruang, saring.
3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental.
4. Campur biang dengan tapioka/kanji, aduk dengan tangan hingga rata.
5. Tambahkan adonan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan dengan cara dikeplok-keplok, hingga rata.
6. Masukkan santan, aduk kembali dengan tangan (dikeplok-keplok) hingga rata dan tekstur halus (sekitar 20 menit). Tutup dengan plastic wrap dan diamkan hingga 3 jam.
7. Olesi tipis2 seluruh permukaan loyang 20x20x7 cm dengan minyak goreng. Alasi dasar loyang dgn kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
8. Panaskan oven api bawah 160 'C. Panaskan loyang di dalam oven sekitar 15 menit, keluarkan, dan tuang adonan ke dalam loyang.
9. Masukkan loyang di rak paling bawah oven, buka sedikit pintu oven, panggang hingga adonan mulai berlubang2 di permukaan atas (pertanda sudah mulai terbentuk serat).  Tutup pintu oven, lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50 menit (lakukan tes tusuk).
10. Matikan api bawah oven, nyalakan api atas, panggang sejenak hingga permukaan kue terlihat lebih kecoklatan. 
11. Matikan api oven, keluarkan kue, dinginkan hingga suhu ruang. Gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan kue dari loyang.

Selasa, April 02, 2013

NCC JTIW - Pis Kopyor dari Semarang INDONESIA

Jajanan ini menjadi salah satu entry untuk NCC Week Jajanan Tradisional Indonesia, Pis Kopyor dari Semarang.

Kalau denger namanya, orang bisa salah pengertian, tapi ga tahu juga asal usulnya kenapa dinamakan pis kopyor, padahal juga ga pakai kopyor, tapi kelapa muda. Yang bikin paling bertanya2 adalah pake kata 'pis', entah apa artinya.

Kue ini sejenis bongko atau carang gesing dengan bahan berbeda tentu saja. Intinya penggunaan santan, daun pandan dan daun pisang.
Kue jadul ini kesenengan bapak dan eyang, dulu suka banget bikin untuk suguhan beliau-beliau. Apa karena tidak butuh gigi yang kuat untuk menyantap, alias dikunyah sekali langsung bisa ditelan, hehehe ... Apalagi kalo disantap dingin, ... anyes, gurih, lembut, mak glenyer ...

Sekarang banyak yang membuat modifikasi, seperti menambang nangka, kismis, atau bahan lain, tapi aku tetep setia sama resep jadul ini yang menurutku lebih orisinil dan nikmat rasanya. Menurutku justru kesederhanaan kue-kue tradisional lah yang membuat kangen.

Pis Kopyor
Ala Hesti

Bahan
1 butir kelapa muda, keruk panjang dagingnya
2 lbr roti tawar, masing2 potong 10
100 gr gula pasir
500 ml santan
1/2 sdt vanili bubuk
1 sdt garam
2 lbr daun pandan, sobek masing2 menjadi 5 potong
Daun pisang untuk membungkus
Lidi untuk menyemat

Cara Membuat
1. Campur santan, gula, vanili, garam, aduk hingga gula larut.
2. Ambil daun pisang, beri 1 irisan daun pandan, 2 potong roti, kelapa muda, tuang santan. Sematkan lidi. Lakukan hingga adonan habis.
3. Kukus 20 menit sampai matang.

Catatan:
1. Lebih enak dimakan dingin.
2. Jika tidak ada daun pisang, bisa ditaruh di ramekin kecil. Tetapi tidak akan dapat aroma daun pisang.
3. Agar tidak mudah sobek, panaskan sebentar daun pisang dengan panas matahari atau kompor.

Untuk 10 bungkus

NCC JTIW - Kue Moho dari Semarang INDONESIA

Masih dalam rangka event NCC Jajanan Tradisional INDONESIA, kali ini aku tampilkan kue Moho jajanan khas peranakan Semarang.

Kue moho dipakai dalam Festival Sembahyang Rebutan (Festival Roh yang Kelaparan) di Semarang yang berlangsung 2 hari sampai 1 bulan pada bulan ke-7, digelar di halaman kelenteng untuk menyenangkan para arwah. Berbagai pertunjukan seperti wayang potehi, gambang kromong, keroncong dan orkes tradisional digelar menemani berbagai sajian sembahyang yang terdiri dari berbagai masakan, arak, teh, dan ribuan kue moho, bapao merah, kue mangkuk merah dan pink, buah-buahan, dan manisan buah. (Disarikan dari Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin terbitan Gaya Favorit Press).

Kue ku dan moho yang berwarna merah, sama juga melambangkan persatuan anggota keluarga. Dan warna merah, sesuai dengan legenda untuk menakuti monster yang bernama “Nian” (baca: nien), yang takut warna merah dan suara keras. Legenda ini sudah banyak diceritakan di mana-mana.

Teringat kue moho, teringat kakak saat masa perploncoan masuk kuliah, salah satunya adalah membawa kue moho. Katanya karena sudah jadi mahasiswa (moho-nya siswo - murid yang paling hebat - red) maka harus akrab dengan kue ini, hahaha ... bisa aja itu senior-senior.  Kata kakak, kue ini harus dimakan jika berbuat kesalahan, tetapi tidak boleh sambil minum. Kebayang itu mahasiswa sampai melotot-lotot berusaha menelan kue ini karena memang teksturnya padat dan seret. Wkwkwkkwkkkkk ....

Tetapi ga tahu kenapa, aku dulu suka makan kue ini, selain beli di pasar, biasa ada mbok-mbok menggendong tenong (tempat makan dari aluminium bersusun) yang jualan keliling. Kue ini selalu ada selain kue-kue basah, gorengan, dan lauk siap saji lainnya. Suka aja sama penampilan dan rasanya yang khas, jadul dan ga ada duanya itu. Kalo di mbok-mbok itu bentuknya sedikit lebih kecil daripada yg dijual di pasar atau yang buat sembahyangan.

Sehubungan dengan NCCJTW, pengin rasanya mengulang memori itu. Aku udah lupa, dulu alm. ibu bikin seperti apa, catatan juga sudah tidak ada. Hasil browsing, ternyata resep yang beredar versinya seperti kue mangkok atau bolu kukus beras. Padahal seingatku teksturnya seperti roti/bapao tetapi lebih padat dan agak seret. Hihihi ... inget komentar Pak Wisnu di milis, terdapat aroma apek ... hahaha ... Bongkar koleksi majalah dan buku, ketemu resep bu Hiang Marahimin yang menurutku cukup otentik. Maka sampailah aku pada akhir pencarian.

Kue Moho
Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin

Sirup: rebus hingga larut
250 ml air
100 gr gula pasir

Adonan tepung
500 gr tepung terigu
2 sdt garam
2 sdt bp
4 sdt mentega putih
Pewarna merah muda
6 takir daun diameter 8cm tinggi 6cm

Adonan ragi
4 sdt gula pasir
3 sdm air hangat
2 sdt ragi instan

Cara Membuat
1. Adonan ragi: campur gula dan air hingga gula larut, masukkan ragi, aduk. Taruh di tempat hangat 5-10 menit atau hingga berbuih dan ringan.
2. Adonan tepung: ayak terigu, garam, bp, tambahkan mentega, aduk dengan garpu hingga rata dan berbutir kasar, buat lubang di tengah. Campur ragi dan sirup hingga rata. Tuang bertahap ke dalam lubang tepung sambil diaduk dengan tangan hingga adonan kalis.
3. Taruh di atas meja bertabur tepung, uleni hingga licin dan lentur (10 menit). Tutup adonan dengan kain, biarkan di tempat hangat 1-1 1/2 jam atau hingga mengembang 2 kali. Bagi 6 bagian, bentuk bulat.
4. Taruh di takir. Olesi/semprot permukaan atasnya dengan pewarna merah muda, lalu kerat menyilang bagian atasnya. Diamkan 30 menit hingga mengembang 2 kali lipat.
5. Kukus di api besar selama 20 menit.

Jumat, Juni 01, 2012

Bolu Kukus Tepung Beras


Penasaran dengan bolu kukus tanpa telur dan terigu yang dibuat tanpa mixer, hasil racikan Farah Quin, akhirnya malam-malam aku bikin. Berhasil ngakak juga ... dan menurutku rasanya jadi kayak kue mangkok jajan pasar itu. Jadi jika malam mengangkat mixer dan lagi ga punya telur, bisa bikin ini untuk kudapan di rumah.

Bolu Kukus Tepung Beras
Resep Farah Quin


Bahan
200 gr gula pasir
200 gr tepung beras
2 sdt baking powder 
250 cc air (bisa diganti santan/susu) 
1 sdt vanili essens


Cara buat:
-  panaskan kukusan, siapkan cetakan bolu kukus dilapisi cup kertas
- aduk rata gula pasir, tepung beras dan baking powder
- tambahkan air sedikit2
- tambahkan vanili essens
- Bagi menjadi 3 adonan, warnai masing-masing adonan
- Tuang adonan setinggi  3/4 tinggi cetakan
- Kukus 15 menit

Selasa, Mei 29, 2012

Lumpur Kentang Praktis



Bahan
100 gr pfanni
400 ml air panas
100 gr margarin, cairkan
2 telur utuh
200 ml santan kental
100 gr Terigu protein sedang
125 gr gula pasir
Kismis secukupnya, rendam air hangat, tiriskan

Cara membuat
- Campurkan pfanni dan air panas
- masukkan margarin, telur, aduk rata
- masukkan santan, terigu dan gula, aduk rata
- panaskan cetakan, olesi tipis margarin
- tuang adonan ke cetakan, beri masing-masing 2 buah kismis di atasnya. Tutup.
- masak sampai matang

Tips:
- bila adonan masih kental, tambahkan air sampai adonan mudah dituang ke cetakan
- hasil jadi 18 pc

Kamis, Maret 15, 2012

Lemper Ayam


Saat membaca laporan teman milis tentang makanan waktu kecil, aku jadi ingat lemper ayam, jadi pengen bikin lemper ayam sendiri. Apalagi saat ini sedang ada event lontong week NCC, jadi bisa dibuat entry.

Lemper ayam adalah kudapan yang sering dibuat ibu sejak aku kecil sampai gede, yah, sampai aku memutuskan merantau lah ... Apalagi, ibu suka menerima order snack box kalau ada acara rapat/pertemuan kantor, atau cuma untuk acara pengajian, kumpul keluarga, atau bekal piknik. Nah, tugasku adalah membungkus lemper-lemper tersebut, apalagi kalo harus dibungkus kembali dengan daun pisang. Kata ibu, bungkusanku rapi dan seragam. Jadilah aku dikaryakan. Setelah adonan siap, Ibu dan asisten di rumah akan mengepal-ngepal adonan lemper dan isinya, sedangkan aku membungkusnya dengan daun pisang dan menyematkan lidi. Pegel juga sih, apalagi kalo jumlahnya sampai ratusan, hahaha ...

Nah, kadangkala, ibu membuat versi tanpa dikukus, jadi setelah dikepal, hanya dilapis daun pisang, kemudian dibungkus plastik bening. Atau dibungkus plastik bening dulu, baru dililit daun pisang (tanpa disemat lidi). Sekali waktu kalo mesti bikin lemper dalam jumlah sangat banyak, maka lemper akan dicetak di loyang dan dipotong-potong, namanya lemper potong. Caranya, loyang di alasi plastik yang sudah diolesi minyak. Adonan ketan diratakan di loyang tsb, di atasnya diberi adonan isi, kemudian ditutup adonan ketan kembali dan dipadatkan, baru dipotong-potong. Nanti setiap potongan dibungkus plastik bening.

Nah, sembari mbungkusi lemper itu, aku cuka cemal-cemil baik ketan maupun ayamnya, enak banget, apalagi masih hangat, haruummm ...

Berbekal ingatan masa lalu, aku coba browsing resep lemper ayam. Sebenarnya pengen nanya resep ibu, tapi karena ibu sedang terbaring sakit keras, maka ga mungkin aku mewawancarai beliau. ya sudah, aku coba mencari resep yang kira-kira mirip dengan rasa yang dulu aku rasakan. Ketemulah resep dari mbak Astri Keluarga Nugraha. Ternyata memang benar. Aroma rempah dari adonan ayam, membuat adonan ketan makin harum. Lemper oh lemper ...

Lemper Ayam
Keluarga Nugraha

Bahan Ktan
500 gr beras ketan, rendam selama 2 jam
350 ml santan kentan
4 lbr daun salam
1 batang serai, memarkan
1 lbr daun pandan, sobek-sobek
3 lbr daun jeruk, sobek-sobek
1/2 sdt garam

Bahan Isi
300 gr ayam tanpa tulang, rebus, suwir-suwir
3 lbr daun salam
5 lbr daun jeruk, sobek-sobek
200 ml santan kental
20 gr asam jawa dilarutkan dalam 50 ml air panas
4 sdm minyak goreng

bumbu halus
10 siung bawang merah
6 siung bawang putih
6 kemiri sangrai
2 sdm ketumbar bubuk
1 sdt jintan
5 sdt gula pasir
2.5 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk

Cara Membuat
- Kukus ketan selama 15 menit
- Rebus sisa bahan sampai mendidih, masukkan ketan, masak sampai santan terserap.
- Kukus kembali ketan sampai matang.
- Isi: tumis bumbu beserta daun salam, dan daun jeruk sampai harum.
- Tambahkan santan, air asam, dan ayam suwir. Masak sampai santan habis, angkat.
- Ambil 1 kepal ketan, pipihkan, isi dengan adonan isi. Bungkus daun pisang. Sematkan lidi.
- Kukus kembali agar tanak.

Hasil: 25 lemper kecil

Kamis, September 08, 2011

Lapis India


Buat yang ga suka makanan manis, mending ga usah nyoba resep ini deh, hadueh .... giung kata orang Sunda. Tapi buat yang 'sweet tooth' pasti bakal nagih. Tertarik nyoba resep ini karena sharing dari mbak Hesti (lho kok sama namanya ...) di milis NCC. Terpesona dengan lekuk-lekuk dari lapisan kue ini yang asli dari teknik pengukusan membuat aku pengen nyoba.

Tapi ternyata tidak gampang menghasilkan 'lekuk india' tersebut. Aku hitung hanya 2 lapis yang berhasil melekuk-lekuk, sisanya lurus lempeng !!! huauauauau .... !!!! Bukan lapis india dong judulnya ....

Lapis India
Resep asli dari 'Cozy Kitchen'nya Ummu Musasyi.
dishare di milis NCC oleh Hesti HH http://hesti-myworkofart.blogspot.com/

Bahan :
600 ml santan kanil
300 gr gula merah, masak dengan 600 ml air dan daun pandan, saring
2 bungkus tepung hunkwe warna putih
1/2 kaleng susu kental manis
8 butir telur, kocok lepas
1/2 sdt garam

Cara membuat :
- Panaskan dandang.
- Olesi loyang dengan minyak goreng dan lapisi (dasar dan sisi loyang) dengan plastik tahan panas
- Kocok lepas telur, masukkan santan, aduk rata. Tambahkan hunkwe, susu kental manis, gula merah cair dan garam, aduk rata menggunakan whisk. Saring.
- Masukkan loyang ke dalam dandang. Biarkan loyang panas.
- Tuang adonan ke loyang sendok sayur besar (kurleb 100 ml), tutup, api sedang
- Tunggu kira-kira 5 menit, lihat, dari samping dandang, bila mulai tampak bintik kecil (seperti wijen), tuang lagi 1 sendok sayur adonan.
- Demikian lakukan hingga habis.

Sabtu, Maret 05, 2011

Pukis Labu Kuning


Tertarik ama postingan mbak Meif di milis, akhirnya bikin juga pukis ini. Awalnya beli kabocha mau bikin cake labu tanpa gula, e... kok melenceng bikin cake labunya majalah Sedap dan pukis ini, he he ...

Enak juga pukisnya, legit. Aku pakai cetakan poffertjes dan kue lumpur. Rasanya hampir mirip kue lumpur, hanya dia bersarang. Yang pakai cetakan poffertjes, cocok juga kalau dibuat seperti petit four, disandingkan dengan lapis beras dipotong mini, sosis solo mini, dan risol ragout mini pas jadi tradisional petit four.

Pukis Labu Kuning
Postingan Mbak Meif di milis NCC - originally dari Tabloid Saji 189 26-31 Agustus 2010

Bahan Biang
35 gr terigu protein rendah
2 sdt ragi instan
75 ml air

Bahan
3 butir telur
200 gr gula pasir -- 190 gr
1/4 sdt vanili
1/2 sdt garam
200 ml santan dari 1 butir kelapa -- santan kental instan 200 ml
100 gr labu kuning kupas, kukus
225 gr terigu protein rendah
1/2 sdm margarin leleh

Taburan
50 gr keju cheddar parut

Cara Membuat
- Biang: aduk rata semua bahan, diamkan 10 menit
- Blender santan dan labu, sisihkan
- Kocok telur, gula dan vanili sampai kental
- Tambahkan biang dan garam, kocok rata.
- Masukkan blenderan santan labu, bergantian dengan terigu sambil diayak dan dikocok rata.
- Masukkan margarin leleh, kocok rata. Diamkan selama 1 jam.
- Panaskan cetakan kue lumpur / poffertjes di atas api kecil, oles margarin.
- Tuang adonan sampai hampir penuh, biarkan setengah matang.
- Tabur keju, tutup biarkan matang.

Tips and triks:
- adonan jadi banyak sekali. Satu resep jadi 2 loyang kue lumpur (7 lubang) plus 3 loyang poffertjes (16 lubang). Kalo mau nyoba 1/2 resep aja sudah cukup, telur bisa kasih 1 kalo gede banget, kalo sedang beri 2 butir.
- Pakai api kecil saja, agar kue bersarang bagus, matang sampai tengah tapi tidak gosong kulitnya.
- Taburan bisa diganti kismis, coklat meses, kelapa muda, atau tanpa taburan juga enak. Kayak aku, kelupaan kejunya, he he ... tetep enak kok.

Kamis, Desember 02, 2010

Martabak Manis (versi tanpa ragi)


Penasaran dengan komposisi martabak manis seperti yang dijual abang-abang kaki lima, yang meski tanpa ragi, tetep bisa empuk menul-menul dan bersarang. Pernah mencoba resep mbak Ine, tapi kurang berhasil, agak bantat dan sarangnya sedikit. Pernah juga pakai resep postingan di milis, ga berhasil juga.

Sebenarnya udah agak malas nyoba resep baru, tapi pas lihat resep di majalah Selera ini, kok yakin banget bakal jadi. Udah gitu bikinnya simple banget. Ini kubikin pulang kantor, yang disambung belanja dulu di Tiptop. Jadi start bikin 19.30, didiamkan 1jam sampai 20.30, panggang sebentar, ga sampai jam 21.00 selesai. Hangat-hangat disantap pas hujan-hujan pula, enaknya.

Waktu proses pengembangan tidak kelihatan mengembang seperti halnya kalau pakai ragi. Tapi ternyata adonan mumbul juga, teksturnya jadi 'agak berbusa'. Pas dimasukkan cetakan, adonan mengembang bagus, sarang terbentuk banyak dan adonan bisa matang secara pelan tidak gampang gosong seperti kalo pakai ragi. Ga rugi deh dicoba, hayuk !!!

Martabak Manis (versi tanpa ragi)
Majalah Selera

Bahan
250 gr terigu protein sedang
75 gr gula pasir
1 sdt soda kue
1/2 sdt vanili bubuk
1/2 sdt garam
2 kuning telur
350 gr air

Cara Membuat
- Campur semua bahan kering hingga rata.
- Tambahkan kuning telur, aduk sambil tuangi air dan terus diaduk hingga kental dan halus.
- Diamkan selama satu jam.
- Panaskan cetakan. Tuang adonan ke cetakan, tunggu sampai mengembang dan terbentuk sarang.
- Tabur gula pasir, tutup, masak sampai matang.
- Angkat, panas-panas oles dengan mentega, isi dengan topping sesuai selera, beri susu kental manis, tangkupkan. Oles permukaan kue dengan mentega.

1 resep jadi 1 loyang martabak sedang, atau 10 martabak mini (pakai cetakan kue lumpur)

Tips and Triks
- Adonan diaduk sampai rata dan halus, agar bisa mengembang dan terbentuk sarang. Aku pakai whisk. Inget kalau abang-abang pakai kayak sapu lidi, mungkin fungsinya sama dengan whisk.
- Gunakan api kecil, agar martabak matang sempurna.
- Untuk hasil terbaik, gunakan mentega yang harum dan lembut, bisa ditambahkan wysman, jika ada, untuk membuat martabak makin spesial.

Minggu, Oktober 17, 2010

Pukis




Pertama kali nyoba resep pukis pakai resep yasaboga kurang berhasil, tekstur adonan kurang lembut, ga tahu salah di mana. Coba kali ini pakai resep postingan mbak Cita di milis, sepertinya lembut banget, karena pengembangnya selain ragi ada soda kue.

Bener, teksturnya lembut, harum karena ada santan dan vanila (apalagi kalo santannya direbus pakai pandan ya ...), dan adonan cepat naik (mengembang). Meski begitu, walau ngantri, adonan tidak over fermentasi. Coba yuk !!!!

Pukis
resep Mbak Cita posting di milis NCC

Bahan
250 gr tepung terigu
150 gr gula pasir
2 butir telur
65 gr mentega leleh --> aku pakai blue band
1 gelas santan (250 ml + 1 sdt garam) --> aku pakai 65ml santan kara + 185ml air + 1 sdt garam)
1 sdt vanili bubuk
1 sdt ragi instan
50 ml susu kental manis --> aku pakai 1 sachet susu kental manis (42ml)
1/4 sdt soda kue

Topping (sesuai selera):
keju lebaran, 1 lembar potong jadi 8 bagian
meses
kismis

Cara Membuat
- Kocok gula dan telur (aku dengan mixer) hingga putih mengembang (gula larut)
- Masukkan terigu, vanili, soda kue dan ragi, aduk rata
- Mixer lagi sambil tuang susu, santan dan mentega secara bertahap
- Tutup adonan dengan serbet, diamkan kueleb 20 menit hingga mengembang.
- Panaskan cetakan, masak adonan sampai matang.

1 resep jadi kurleb 32-35 buah

Senin, September 27, 2010

Martabak Manis Mini


Martabak Manis
Sedap - 52 Kue Popular

Bahan
250 gr terigu protein sedang
15 gr susu bubuk
1/4 sdt Baking Powder
50 gr gula pasir halus
1/4 sdt garam
300 ml air
1/2 sdt ragi instan
3 butir telur
30 gr gula pasir
3/4 sdt soda kue
25 gr margarin, lelehkan

Bahan Isi:
Margarin untuk olesan
Gula pasir untuk taburan
meises, kacang, keju, sesuai selera

Cara Membuat

- Ayak terigu, ragi instan, susu dan baking powder di wadah, campur dengan gula pasir dan garam, buat lubang di tengah.

- Masukkan air, aduk searah sampai rata. Diamkan 30 menit.

- Panaskan cetakan kue lumpur dengan api kecil.

- Kocok lepas telur dan gula pasir. Campurkan ke adonan tepung, aduk rata.

- Masukkan soda kue dan margarin cair, aduk rata.

- Oleskan margarin di lubang cetakan, tuang adonan sampai 3/4 tinggi lubang cetakan.

- Biarkan sampai terbentuk lubang-lubang di permukaan, taburi gula pasir, tutup, biarkan matang.

- Angkat. Olesi dengan mentega, isi dengan topping sesuai selera.

Sabtu, Agustus 07, 2010

Kue lumpur Kentang Santan



Panjang banget judulnya ya ? Padahal 'cuma' kue lumpur ... ini hanya untuk membedakan dengan kue lumpur terigu dan kue lumpur kentang yang pakai susu.

Kesampaian juga nyobain resep kue lumpur NCC, setelah ngintip blognya Widya Hidayat, aku pakai resep hasil modifnya.

Cetakan kue lumpur meski sudah lama beli di mayestik, selama ini lebih sering dipakai buat bikin martabak manis mini. Dulu suka kepikiran bikin kue basah ribet, ternyata ga juga. Kekurangannya buatku cuma satu, kue basah seperti ini tidak tahan lama, jadi suka susah kalau bikin untuk bekal anak-anak sekolah.

Tekstur kue lebih padat dari lumpur terigu, meski tetap lembut, dan enak banget. Farras langsung nyomot yang pakai keju, trus langsung ditaburi meses, sekali makan langsung dua. Yang agak susah menjawab tantangan suami untuk bikin kue basah seperti ini dengan spesial rendah gula, karena pengurangan gula pasir atau penggantian dengan gula khusus membuat tekstur kue berubah, tidak seperti cake yang perbedaan tsb tidak nampak.

Kue Lumpur Kentang Santan
Resep Fatmah Bahalwan modif by Widya Hidayat

Bahan
200 ml santan kental instan + 100 ml air, didihkan, dinginkan
300 gr kentang, kukus, haluskan, dinginkan
50 gr margarin, lelehkan
2 butir telur
125 gr gula pasir
1 sdt garam
1 sdt pasta vanila
125 gr tepung terigu

Olesan: aduk rata
1 butir kuning telur
2 sdm minyak goreng

Topping:
100 gr kismis
100 gr kelapa muda keruk panjang

Cara Membuat
- Panaskan cetakan kue lumpur dengan api paling kecil.
- Kocok telur dan gula sampai kental dan mengembang (tidak perlu sampai jambul petruk). Masukkan garam dan vanila, kocok rata.
- Masukkan santan sedikit demi sedikit, aduk rata (atau mixer kec paling rendah).
- Masukkan kentang dan terigu bergantian sambil kocok kec rendah.
- Masukkan margarin, aduk rata.
- Tes panas cetakan dengan satu tetes bahan olesan, jika udah bunyi cesssss .... berarti siap dipakai. Olesi lubang cetakan dengan bahan olesan.
- Tuang adonan sampai 2/3 tinggi lubang cetakan. Tutup, masak sampai setengah matang. Taburi bahan topping, tutup kembali, masak sampai matang.

Note:
- Tahap pencampuran bahan aku balik, jadi setelah kocokan telur kental, dengan kecepatan rendah kentang masuk dulu ... kocok rata, lalu terigu, baru santan dan mentega, hasilnya adonan licin.
- Bahan olesan ini membuat hasil kue ga bakal lengket ke cetakan, juga menghasilkan tekstur bagian bawah kue bergurat cantik.
- 1 resep jadi sekitar 14 pc.

Senin, Agustus 02, 2010

Kue Lumpur Terigu



Ada saudara mau berkunjung, di rumah lagi ga ada cemilan. Kepikiran pengin coba kue lumpur, tapi kentang cuma tinggal satu butir kecil, ... Ingat di buku Yasaboga ada resep lumpur tanpa kentang, ok deh ... Langsung dicoba.

Teksturnya sangat lembut sekali, mungkin karena tidak ada kentang di dalamnya seperti lazimnya kue lumpur. Menurutku, bahkan anak batita, bisa mengudapnya, ha ha ha ...

Kue Lumpur
Jajan Pasar - Yasaboga

Bahan
75 gr margarin
250 ml air
150 gr tepung terigu
125 gr gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk
1/4 sdt garam
5 butir telur
450 ml santan dari 1 butir kelapa, didihkan, dinginkan (aku: 200 ml santan instan + 250 ml air)

Topping:
100 gr kismis, rendam air hangat, tiriskan
100 gr kelapa muda, serut panjang, seduh air hangat, tiriskan
(aku: kismis dan keju parut)

Olesan cetakan, aduk rata (ala Widya Hidayat)
1 butir kuning telur
1 sdm minyak goreng

Cara Membuat
- Didihkan air dan margarin, masukkan terigu, aduk cepat sampai rata. Masukkan gula, garam dan vanili, aduk rata, dinginkan.
- Panaskan cetakan kue lumpur dengan api paling kecil.
- Masukkan telur satu persatu, aduk rata. Tuangi santan bertahap sampai adonan licin dan rata.
- Olesi cetakan dengan bahan olesan (cetakan bunyi .. Cessss ....).
- Tuang adonan sampai 1/2 tinggi cetakan, tutup, masak sampai setengah matang. Taburi topping, tutup kembali, masak sampai matang.
- Ulangi sampai adonan habis.

Untuk 20 buah (aku: jadi 28 buah)

Minggu, April 25, 2010

Batagor & Somay Bandung



Batagor & Siomay Bandung
Fatmah Bahalwan

Bahan Isi
500 gr daging ikan tengiri, haluskan
2 sdm bawang merah halus
1 sdm bawang putih halus
2 sdt lada halus
1 sdt chicken powder
3 sdm gula pasir
3 sdt garam
1 sdm minyak wijen
3 butir telur, kocok lepas
400 gr labu siam, parut, tirikan
450 gr sagu tani

Cara Membuat
- Aduk daging ikan dengan semua bumbu, tuang telur, aduk rata.
- Tambahkan labu siam, aduk rata, tuang tepung, aduk rata lagi, sisihkan.

Batagor:
1 resep adonan isi
10 buah tahu putih besar, potong dua bentuk segitiga
kulit pangsit/siomay secukupnya

Cara membuat
- Kerat sisi tahu dengan garpu, keluarkan sedikit isinya
- Isikan adonan, goreng sampai matang
- Isikan adonan ke kulit siomay, satukan sudutnya, goreng hingga matang

Siomay Bandung
Kulit siomay secukupnya
Pare hijau, potong 5 cm, buang bijinya
Tahu, potong kotak, goreng sebentar
Telur rebus, belah dua
Kentang rebus sedang 1/2 matang, kupas kulit, belah dua

Cara membuat:
- Ambil satu lembar kulit siomay, isi dengan adonan, lipat dan bentuk wiron. Taruh di loyang yang dioles minyak, kukus 20 menit.
- Kerat-kerat bagian potongan kentang, beri adonan, kukus 20 menit.
- Isikan adonan ke pare, kukus 30 menit.
- Kerat-kerat tahu di satu sisi, tempelkan adonan, kukus 30 menit.
- Tempelkan adonan di belahan telur, kukus 20 menit.

Sambal Kacang

Bahan
500 gr kacang tanah, goreng, giling halus
200 gr cabe merah
3 buah bawang putih
2 sdm cuka
2 sdm garam
8 sdm gula pasir
minyak sayur secukupnya
500 gr ubi merah, kukus matang
1.5 lt air matang

Cara Membuat
- Blender ubi dengan air hingga halus, sisihkan.
- Haluskan cabe dengan bawang putih.
- Panaskan minyak, tumis cabe dan bawang, biarkan wangi, masukkan kacang tanah halus dan air ubi, aduk rata, biarkan mendidih.
- Matikan api, tambahkan garam, cuka, gula. Lakukan tes cicik, bila sudah pas, siap disajikan.

Pelengkap : jeruk limau, kecap manis, saos tomat, saus sambal.

Notes:
- Ternyata bikin 1 resep adonan isi jadi banyak sekali, cukup untuk buat batagor sekaligus siomay.
- Sambal, aku cuma bikin 1/2 resep jadinya banyak sekali. Cuma kalau buat jualan, kayaknya perlu bikin sesuai resep. Soalnya anak-anak di rumah, cuma makan pakai kecap, nggak suka sambal kacang.

Rabu, April 14, 2010

Otak-otak Ikan Tengiri



Mas tukang sayur bawa potongan ikan tengiri yang masih segar, jadi kepikiran bikin otak-otak karena inget di kulkas masih punya daun pisang juga. Langsung minta si mas pisahin tulang dan kulitnya. Cacah-cacah sebentar pakai pisau dapur, campur bumbu, bungkus daun langsung panggang. Karena daun pisangnya cuma dikit, jadinya bungkusannya gede-gede, ga kayak kalo beli gede di daun doang.

Aku panggang pakai panggangan gas yang suka aku bawa kalau nginep keluar kota. Praktis lo panggangan ini, karena pakai gas tabung kecil, cepet dan panas apinya bisa diatur, bersih dan gampang dibersihkan serta compact, karena tinggal jinjing kalau mau pakai buat piknik. Aku waktu itu beli di SuperHome lagi diskon 40%, worth to buy.

Back to otak-otak, harum panggangan membuat anak-anak yang baru bangun ngintil ke dapur, ikut manggang sambil icip-icip. Yang ada sebelum aku sempet buat sambelnya, otak-otak tinggal berapa biji, makanya fotonya ga ada sambal kacangnya, kacang yang sudah aku goreng digadoin sama Farras. Ternyata mereka suka, mungkin karena sambil ikutan bikin, trus dimakan hangat-hangat pula. Aku bikin cuma 1/2 resep, jadi lumayan banyak, apalagi kalau ukurannya mau ngikutin orang jualan, tambah banyak deh. Pantas dicobain, ga rugi deh ....

Otak-otak Ikan Tengiri
Fatmah Bahalwan

Bahan
1 kg daging ikan tengiri, hancurkan
400 ml santan kental dingin
150 gr tepung sagu tani
150 gr gula pasir
100 ml putih telur
5 sdm irisan tipis daun bawang

Bumbu
2 sdm bawang merah halus
2 sdm bawang putih halus
30 gr garam halus
1 sdt merica bubuk
1 sdt vetsin (aku ga pakai)

Cara Membuat
- Campur dan remas-remas ikan tengiri, santan dan bumbu sampai rata.
- Tambahkan tepung sagu, gula, putih telur, remas-remas dan banting hingga jadi adonan halus dan kenyal.
- Masukkan daun bawang, aduk rata
- Masukkan ke dalam plastik segitiga. Semprotkan ke selembar daun pisang, gulung kemudian agak pipihkan, semat di kedua ujungnya.
- Bakar di api sedang sampai matang. Di pangganganku api paling minimal, karena kalau kegedean, bagian luar keburu gosong, dalamnya belum matang.

Sambal Kacang
250 gr kacang tanah
750 ml air matang
100 gr cabai rawit dan merah
3 sdm cuka
1 sdm garam
2 sdm gula

Cara Membuat
- Haluskan kacang tanah dan cabai, tambahkan gula, garam, cuka, aduk rata.
- Tuang air, aduk rata.

Tips:
- Pilih ikan tengiri yang segar, karena akan menentukan rasa otak-otak.
- Jangan menggulung daun pisang terlalu rapat/kencang, karena otak-otak akan sedikit mengembang, yang membuat daun pisang sobek karena meletus.
- Gulung daun pisang 2-3 lapis agar otak-otak matang tapi tidak jadi gosong, cukup yang gosong daunnya. Karena makanan yang gosong mengandung zat karsinogenik penyebab kanker.

Jumat, Maret 05, 2010

Kue Mangkok



Masih ada sisa tape dari cake tape, nyoba bikin kue mangkok ncc. Perasaan udah diikuti step by stepnya, kok mekarnya nggak ngakak ?

Akhirnya waktu ketemu Bu Fat di Demo Elmer, ngadu sambil bawa foto, kata Bu Fat, mungkin adonan biang tapenya kurang halus dan sedikti kurang lama ngukusnya.

Lain kali coba lagi ah ....


Kue Mangkok
Fatmah Bahalwan

Bahan
125 gr tape singkong
175 gr gula pasir
200 gr tepung beras
200 ml air dingin
75 gr gula pasir
150 gr air
1 sdt BP
150 ml air soda
Pewarna merah, kuning, hijau

Cara Membuat
- Campur tape dan 175 gr gula pasir, aduk rata sampai halus, sisihkan
- Campur tepung beras dan air dingin, uleni sebentar, sisihkan
- Masak air dan 75 gr gula pasir hingga mendidih dan gula larut, tuang sedikit demi sedikit ke dalam terigu sambil aduk rata.
- Campur adonan tape dengan adonan tepung beras, uleni hingga licin, lalu campur adonan ini dengan adonan terigu, uleni terus hingga rata.
- Masukkan BP, aduk rata. Lalu tuangi air soda sedikit demi sedikit hingga adonan encer. Saring.
- Bagi menjadi 3 bagian, masing-masing beri pewarna merah, hijau, kuning.
- Panaskan cetakan kue mangkok dalam kukusan beruap banyak (jangan dioles apapun), tuangi cetakan dengan adonan. Kukus 20 menit. Angkat.

Note: untuk kue mangkok gula jawa, ganti 175 gr gula pasir dengan gula palem.

Sabtu, Januari 23, 2010

Sakura Pisang





Ada satu buah pisang ambon tergeletak tak berdaya, aku timbang pas 100 gr, pas deh, tadi malam pas bongkar Saji ada resep ini, kayaknya simple tapi enak. Sekalian nambahin entry Banana Week NCC. Tapi biar gampang aku kasih judul Sakura Pisang saja ...
Bener, saat kukusan dibuka, harus aroma pisang bercampur santan ditingkahi gula merah menjadi paduan yang eksotis.

Kue Pisang Kukus Tepung Beras
Tabloid Saji 131, Sep 2008

Bahan
3 butir telur
30 gr gula merah, sisir halus
50 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
1/4 sdt garam
50 gr tepung beras
50 gr terigu protein sedang
100 gr pisang ambon tanpa kulit blender bersama 50 ml santan kental

Cara Membuat
- Kocok telur, gula merah, gula pasir, garam dan emulsifier sampai kental.
- Masukkan terigu dan tepung beras sambil diayak dan diaduk balik.
- Masukkan campuran pisang, aduk rata.
- Tuang ke cetakan sakura yang sudah dioles minyak. Kukus dengan api sedang selama 10 menit dalam kukusan yang sudah dipanaskan.

Note:
- Pisang hanya aku haluskan dengan sendok baru dicampur dengan santan. Karena khawatir nggak bisa nyampur kalau dimasukkan terakhir, maka campuran pisang aku mixer sebentar dgn kec rendah sebelum tepung dimasukkan.
- Hasil jadi menurut resep 26 buah, tapi aku kok jadi 40 buah ya ... ???h

Selasa, Januari 19, 2010

Martabak Manis




Hujan-hujan gini paling enak ngudap yang anget-anget. Nyoba bikin martabak manis dari resepnya Uni Dewi. Berhubung nggak punya loyang martabak manis, pakai wajan teflon biasa, bisa juga lho ....
Rasanya ok juga lo, anak-anak malah seneng, karena tidak terlalu berminyak dan tidak terlalu manis seperti kalau beli. Untuk mengakomodir semua peminat, separuh aku beri parutan keju, separuh pakai meses coklat, nyam ... nyam ...

Bahan A
125 gr terigu protein sedang
25 gr gula pasir
1/4 sdt BP
1/4 sdt garam
175 ml air
1/2 sdt ragi instan

Bahan B
2 telur
25 gr gula pasir
1/8 sdt BS

Bahan Isi
Gula pasir secukupnya
Margarin untuk olesan
Susu kental manis
Keju cheddar parut / meses / kacang tanah sangrai cincang kasar

Cara Membuat
- Kocok bahan A (kecuali ragi) dengan mixer sampai lembut, masukkan ragi, aduk rata. Diamkan 1-2 jam.
- Kocok lepas bahan B, masukkan ke bahan A, aduk rata.
- Panaskan loyang martabak, tuang adonan, ratakan pinggirnya. Biarkan sampai mengeluarkan buih dan membentuk rongga, taburi gula pasir, tutup loyang, biarkan matang.
- Angkat martabak, p indahkan ke wadah datar, potong 2. Panas-panas olesi margarin, tuang susu kental manis, taburi dengan bahan isian sesuai selera.
- Tutupkan dengan setengah bagian lainnya. Potong-potong. Sajikan hangat.

Minggu, Agustus 02, 2009

Lapis Beras


Sudah lama pengen bikin kue, baru kesampaian. Inget jaman dulu waktu kecil, kalau si mbak pembantu ke pasar pasti minta dibeliin 1-2 potong kue ini. Kalau di pasar, kue ini di jual dalam loyang seng bulat (atau piring seng cekung ya) dan warna lapisnya cuma pink dan putih. Nggak tinggi seperti ini paling cuma 5 cm tingginya, trus dipotong jajaran genjang. Paling suka ngelihat yang jualan waktu motong kue ini, .... eksotis gitu (apa maksudnya ????)

Waktu itu kayaknya enaaaakkkk banget, legit deh ... secara mama lebih suku bikin dari tepung terigu. Pas udah kerja, trus pas mudik, sekali waktu minta si mbak beli satu loyang ... dan dimakan sendiri (hua ha ha ... maruk ya) ... ga pa pa dong secara duit sendiri ...

Nah ... kalo sekarang bikin satu loyang pun hanya makan 1-2 potong ... kapasitas sudah jauh beda nih ... hi hi hi ... Kue ini termasuk tahan lama. Ada 1-2 potong aku simpan di kulkas (sengaja ...) sampai 4 hari masih bagus, tidak basi sama sekali. Kalau kue lapis jadul itu kayaknya sehari juga udah basi ...

Kalau mau lapisannya lebih tipis, seperti saran dari bu Fatmah, santan instannya dicairkan dengan perbandingan 1:1 dengan air. Foto di sini adalah percobaan pertama jadi sebelum 'ngadu' sama Bu Fat. Silakan mencoba.

Lapis Beras
Fatmah Bahalwan

Bahan
100 gr tepung sagu
275 gr tepung beras
300 gr gula pasir
1 sdt garam
1.5 lt santan (kalau pakai santan instan pakai perbandingan santan: air = 1:1)
3 lbr daun pandan
6 lbr daun jeruk purut
Pewarna hijau, secukupnya
Pewarna merah, secukupnya

Cara Membuat
- Masak santan, daun jeruk dan daun pandan sambil diaduk-aduk hingga mendidih, angkat, sisihkan.
- Taruh di wadah, tepung beras, tepung sagu, garam dan gula pasir, aduk rata, tuangi santan sedikit demi sedikit sampai santan habis sambil diuleni hingga menjadi adonan yang encer
- Bagi menjadi 3, 1 bagian diberi warna merah, 1 bagian diberi warna hijau, 1 bagian biarkan putih
- Siapkan loyang 18x18x8cm, poles minyak sayur tipis, bagian bawah dialasi plastik.
- Beri 100 ml adonan putih, kukus 10 menit, tuang 100 ml adonan hijau, kukus 10 menit, tuang 100 m adonan merah, kukus 10 menit.
- Ulangi terus sampai adonan habis, terakhir kukus 20 menit.
- Dinginkan, keluarkan dari loyang, potong-potong dengan menggunakan pisau yang dilapis plastik