Selasa, April 02, 2013

NCC JTIW - Pis Kopyor dari Semarang INDONESIA

Jajanan ini menjadi salah satu entry untuk NCC Week Jajanan Tradisional Indonesia, Pis Kopyor dari Semarang.

Kalau denger namanya, orang bisa salah pengertian, tapi ga tahu juga asal usulnya kenapa dinamakan pis kopyor, padahal juga ga pakai kopyor, tapi kelapa muda. Yang bikin paling bertanya2 adalah pake kata 'pis', entah apa artinya.

Kue ini sejenis bongko atau carang gesing dengan bahan berbeda tentu saja. Intinya penggunaan santan, daun pandan dan daun pisang.
Kue jadul ini kesenengan bapak dan eyang, dulu suka banget bikin untuk suguhan beliau-beliau. Apa karena tidak butuh gigi yang kuat untuk menyantap, alias dikunyah sekali langsung bisa ditelan, hehehe ... Apalagi kalo disantap dingin, ... anyes, gurih, lembut, mak glenyer ...

Sekarang banyak yang membuat modifikasi, seperti menambang nangka, kismis, atau bahan lain, tapi aku tetep setia sama resep jadul ini yang menurutku lebih orisinil dan nikmat rasanya. Menurutku justru kesederhanaan kue-kue tradisional lah yang membuat kangen.

Pis Kopyor
Ala Hesti

Bahan
1 butir kelapa muda, keruk panjang dagingnya
2 lbr roti tawar, masing2 potong 10
100 gr gula pasir
500 ml santan
1/2 sdt vanili bubuk
1 sdt garam
2 lbr daun pandan, sobek masing2 menjadi 5 potong
Daun pisang untuk membungkus
Lidi untuk menyemat

Cara Membuat
1. Campur santan, gula, vanili, garam, aduk hingga gula larut.
2. Ambil daun pisang, beri 1 irisan daun pandan, 2 potong roti, kelapa muda, tuang santan. Sematkan lidi. Lakukan hingga adonan habis.
3. Kukus 20 menit sampai matang.

Catatan:
1. Lebih enak dimakan dingin.
2. Jika tidak ada daun pisang, bisa ditaruh di ramekin kecil. Tetapi tidak akan dapat aroma daun pisang.
3. Agar tidak mudah sobek, panaskan sebentar daun pisang dengan panas matahari atau kompor.

Untuk 10 bungkus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar