Sabtu, November 30, 2013

KBB#37 Gingerbread House



Gingerbread house ? Owww, serasa pucuk dicinta ulam tiba, pengen nyoba bikin dari dulu, dari yg niatan kursus di NCC, melototin youtube, beli cutternya, dll, ga pernah kesampaian bikin, hahaha ... Tetapi kenapa setiap mau bikin ada aja alangan. Emang sih, orderan rada lumayan kenceng bulan ini, terus habis itu sempat tepar ga masuk kantor karena perubahan cuaca ekstrim dan migren vertigo kumat, lengkap sudah.

Akhirnya di tenggat waktu yang udah mepet, nyicil bikin pola, simpen, bikin adonan cookies, simpen, cetak & panggang cookies, simpen, bikin royal icing, simpen, nyusun fondasi/dinding rumah, simpen, sampai nyusun semua bagian, dan menghiasnya. Panjang kali step-stepnya ya, habis mau gimana, ga punya spare time banyak, itu nyelipin di antara aktivitas menjelang deadline ... ampun bu Jenggot & bu Host ...

Mollasse adalah bahan yang tidak bisa kutemukan (salah satu alasan menunda-nunda pr juga nih). Sudah mencari ke berbagai supermarket yang biasanya punya stok, lagi kosong semua. Akhirnya browsing sana-sini, sreg sama campuran brown sugar+air yang dimasak hingga menyatu. Menurutku dari segi rasa, konsistensi dan warna paling mendekati, dibandingkan madu, corn syrup maupun maple syrup.

Adonan cookies menurutku sedikit kebanyakan tepung, seharusnya penambahan tepung yang terakhir (1/2 cup) aku masukkan bertahap, jadi ga kesulitan ngegilingnya, meskipun bukan berarti ga bisa digiling. Cuma keuntungannya sewaktu cookies yang sudah dicetak beralaskan parchment paper mau dipindahin ke loyang untuk dipanggang, adonan nurut ga mudah patah.

Yang rada susah menjaga agar cookies lurus selurus-lurusnya saat dipanggang. Aku perhatikan karena dialasi kertas roti, bagian pinggir jadi cenderung melengkung saat dipanggang, berbeda kalo diletakkan langsung di loyang, dia akan tetap lurus.

Assembling rumah, ternyata tidak sulit, tidak semengerikan yang aku duga, meski dinding=dinding rumahku tidak terlalu presisi. Icing sugar yang kental membantu sebagai lem / semen yang kokoh dan tak perlu menunggu diinapkan untuk mendapat fondasi rumah yang kokoh dan tegak. Aku langsung assembling sampai finishing dan so far rumahnya ok tuh.

Gingerbread House
(Joy of Cooking - Irma S. Rombauer)
Hasil: 1 bh gingerbread house,
lebar 5.5 inc, tinggi 7 inc,
alas 9 inc, dan 10-15 cookies



Bahan
1 cup (2 sticks) butter/margarine
1 cup gula
1 cup unsulphured molasses -- 3/4 cup brown sugar+1/4 cup air dipanaskan hingga menyatu
4 ½ cup all-purpose flour
1 sdt baking soda
1 sdt garam
1 sdm ground ginger
1 sdt ground cinnamon
1 sdt grated/ground nutmeg
½ cup all-purpose flour

Cara Membuat:
1. Lelehkan butter, tambahkan gula dan molasses, aduk perlahan dengan api kecil hingga gula larut
2. Pindahkan dari api, sisihkan hingga hangat kuku.
3. Campur 4 1/2 cup terigu, baking soda, garam, ginger, cinnamon dan nutmeg
4. Buat lubang di tengah tepung, tuang campuran butter, aduk hingga rata.
5. Tambahkan ½ cup tepung hingga adonan menyatu terkumpul di sisi bowl.
6. Uleni 3-4 kali di meja hingga smooth & pliable. Bungkus, simpan di lemari pendingin hingga dingin. (Adonan bisa disiapkan beberapa hari sebelumnya)
7. Setelah dari lemari pendingin, jika adonan masih terlalu lembek saat digilas, maka tambahkan sedikit tepung. 

                 



Membuat pola gingerbread dari kertas karton
1. 2 buah dinding samping bentuk persegi panjang, @ 4 x 3 inc. Setelah adonan digilas, bentuk jendela kecil di tengahnya.,
2. 2 buah bagian depan & belakang, bentuk gabungan persegipanjang + segitiga, @ 5 ¼ x 3 inc, tinggi dari dasar-kerucut segitiga 6 ¾ inc. Setelah adonan digilas, bentuk pintu dan jendela untuk bagian depan rumah saja. Belakang tidak perlu pintu & jendela.
3. 2 buah atap bentuk persegi panjang, @ 5 x 6 inc
4. 1 buah alas bentuk bujur sangkar 9 x 9 inc.
 
Memotong & memanggang gingerbreadhouse:
1. Panaskan oven 350 'F (170-180 'C)
2. Dengan rolling pin bertabur tepung, gilas 1/3 adonan ketebalan ¼ inc langsung di ungreased cookie sheet. Tabur sedikit tepung. Letakkan sebanyak mungkin pola di atasnya, sisakan jarak ¾ inc untuk cookie mengembang.
3. Potong pinggir pola dengan pisau tajam. Angkat, kelupas sisa potongan pola, kumpulkan untuk digilas kembali. Ulangi dengan cookie sheet ke-2 dan ke-3 dengan menggunakan sisa adonan tsb. Potong bagian jendela depan & samping dan pintu depan, tapi jangan diangkat potongan adonannya (jika diangkat sekarang, jendela dan pintu akan melengkung/bengkok).
4. Gilas sisa adonan untuk membuat gingerbread people, pagar, kotak post, binatang, dan bentuk lain dengan cookie cutter atau pisau.
5. Panggang 12-15 menit hingga agak gelap dan cookie hampir keras, cookie akan keras sempurna saat didinginkan. (Jika cookie tidak renyah setelah didinginkan, kembali panggang beberapa menit lagi).
6. Setelah dikeluarkan dari oven, kelupas pinggir cookie yang tidak terpakai denga pisau, sisihkan untuk decoration. Lepaskan bagian jendela dan pintu juga.
7. Di saat cookie mengeras tapi masih hangat, gunakan spatula lebar untuk memindahkannya ke cooling rack hingga dingin sempurna. Simpan hingga siap didekorasi.

Membangun rumah:
Siapkan 2-3 resep Royal Decorative Icing.
Rumah akan membutuhkan 2-6 cup icing, tergantung dekorasi. Pisahkan ½ bagian untuk memasang rumah, dan sisanya utk dekorasi dan dicampur pewarna.
Segera tutup icing supaya mereka tdk mengeras.
 
1. Letakkan alas di tray (sisi terluar cookie utk bgn rumah yg menghadap rumah). Posisikan bgn depan, belakang, dan dinding rumah di tengah alas gingerbread house dengan semua sisi saling bersentuhan. Tandai garis pola rumah tsb sebagai pondasi rumah. Ini untuk perkiraan posisi house di alasnya.
2.  Semprotkan icing di sepanjang garis pola pondasi rumah. Satu persatu, letakkan dinding dan semprotkan icing sepanjang sisinya. Ulangi hingga semua bagian rumah bisa berdiri. Sementara mengering, tahan dinding dengan kaleng/botol selai hingga mengering 1 jam s/d semalaman tergantung kelembaban.
3. Jangan tambahkan atap hingga icing benar-benar kering, hingga struktur rumah kokoh. Jangan khawatir dengan icing ada yang muncul ke permukaan, nanti akan ditutup dengan dekorasi.

Memasang atap:
1. Semprotkan icing sepanjang sisi, tekan, tambahkan tambahan icing jika perlu untuk kestabilan. Tahan dengan botol bila perlu supaya tidak merosot. Jangan dihias hingga benar-benar kokoh, nanti bisa rubuh saat dihias.

Resep Royal Decorative Icing

Bahan
1/8 sdt cream of tartar
3 ½ cup confectioner's sugar
2 large egg whites, room temperature
2 sdm lemon juice

Cara Membuat
1. Kocok putih telur hingga stiff, but not dry
2. Bertahap, tambahkan gula ayak dan lemon juice hingga mencapai good consistency. Tutup lap lembab hingga akan digunakan.
3. Jika menginginkan icing yang lebih kental, tambahkan sedikit gula.
4. Jika menginginkan icing lebih encer, tambahkan lemon juice/putih telur/air.

1 cup Molasse :
1 cup (240 ml) honey
1 cup (240 ml) dark corn syrup
1 cup (240 ml) maple syrup
3/4 cup (180 ml) light / dark brown sugar heated to dissolve in 1/4 cup (60 ml)  liquid

Minggu, September 29, 2013

NCC Chocolate Week - African Gateau


Curious to know, kenapa namanya African Gateau ? Padahal cake ini tidak berasal ataupun berhubungan dengan Afrika. Mungkin karena cakenya coklat pekat, tapi kan ada layer vla, sehingga ga totaly coklat juga ya ? Entahlah, yang penting, cake ini yummy ... cake lembut moist dengan lapisan vla yang lembut membelai lidah. Aslinya tanpa isian jeruk mandarin, tapi pakai resep majalah Santap jadul ini, vla diberi jeruk mandarin kaleng ... yup !!! Rasanya makin yahud, manis, lembut dengan sensasi sedikit asam segar dari jeruk, sajikan setelah di simpan dalam lemari pendingin, biar makin asoy ...

Di event Chocolate Week yang merupakan kolaborasi NCC Indonesia dengan Dapur Masak ini, semoga entry African Gateau memenuhi kriteria.

Africain G√Ęteau
Sumber: Majalah Santap

Sponge Cake:
100 gr terigu protein sedang, ayak
30 tepung maizena
30 g coklat bubuk
8 kuning telur
5 putih telur
175 g gula bubuk
75 g mentega tawar, lelehkan

Peralatan khusus:
1 loyang bulat/persegi 22 cm
1 loyang bongkar pasang atau ring bulat/persegi 20 cm untuk menyusun kue

Sirup Rum:
100 g gula pasir halus
80 ml air
4 sdm rum

Vla:
8 kuning telur
90 g tepung maizena
700 ml susu cair
150 gr gula pasir halus
4 sdt rum (optional)
Coklat bubuk untuk taburan
2 kaleng (@ 312 gr) jeruk mandarin kalengan, tiriskan

Cara Membuat:
  1. Olesi mentega loyang 22 cm dan lapisi kertas roti. Panaskan oven 180 C.
  2. Ayak terigu, maizena dan coklat bubuk 2 kali. Sisihkan.
  3. Dengan mikser kec tinggi, kocok semua telur hingga mengembang.
  4. Bertahap, masukkan gula sambil terus dikocok hingga mengembang dan kental.
  5. Ayak campuran terigu ke adonan, aduk balik dengan spatula. Masukkan sedikit adonan ke mentega cair, aduk balik rata. Masukkan kembali bertahap ke adonan. Aduk balik
  6. Tuang ke loyang, oven matang (30 menit). Keluarkan dan taruh loyang di atas rak kawat. Setelah 5 menit, keluarkan cake, buang kertas roti. Dinginkan di atas rak kawat.
  7. Setelah dingin, belah cake menjadi 3. Taruh selapis cake ke dalam loyang yang lebih kecil, tekan perlahan sampai masuk. Basahi permukaannya dengan sirup rum. Sisihkan.
  8. Sirup Rum: Rebus gula dan air sampai gula larut (tidak mendidih). Setelah dingin, masukkan rum.
  9. Vla:  Kocok lepas telur, maizena dan sedikit susu. Sisihkan. Rebus sisa susu dan gula, aduk hingga mendidih. Angkat, tuang sebagian susu panas ke campuran telur, aduk cepat (dipancing). Tuang kembali telur ke dalam susu panas, aduk. Rebus kembali, sambil diaduk-aduk hingga mengental. Angkat dan setelah setengah dingin (vla tidak beruap), masukkan rum dan jeruk mandarin, aduk.
  10. Penyelesaian:  Hangat-hangat tuang 1/2 bagian vla ke atas cake di dalam loyang. Ratakan cepat sebelum vla mengeras. Tutup dengan cake, basahi sirup, ratakan sisa vla. Terakhir tutup dengan lapisan cake terakhir. tekan-tekan sedikit untuk meratakan.
  11. Lepaskan loyang, pindahkan cake ke piring saji. Taburi dengan coklat bubuk
Tips:
1. Pakai coklat bubuk berkualitas, karena rasa dan aroma cake sangat menonjol.
2.  Simpan dalam lemari pendingin sampai saat disajikan.

Selasa, September 24, 2013

KBB#36 Happy Birthday KBB - White Wedding Cake


Hurray ... KBB ulang tahun, ... Selamat ya, semoga langgeng, dicintai anggotanya, dan memberi efek positif dalam dunia perbakingan. Tema pe er-nya so sweet, white wedding cake. Cocok deh, buat ngerayain anniversary-ku yang jatuh di bulan September juga, hehehe ...

Sempat berniat mengerjakan pe er di awal-awal bulan, tetapi ternyata setiap weekend bener-bener tersita berbagai acara yang tidak menyisakan waktu untuk membuat pe er. Di minggu terakhir, di saat mesti nungguin suami bed rest di rumah (kalau ga ditungguin ngabur ke kantor soalnya, hehe), ternyata bisa nyempetin ngerjain pe er.

Ternyata tidak seribet yang dibayangkan. Mulai start jam 13.30 siang (setelah memberi pil tidur ke suami, ssstttt ... Kalau ga gitu ngabur melulu ...), jam 15.00, cake, fondant, royal icing sudah ready, tinggal menghias cake.

Sebenarnya aku ada dua kesalahan dalam membuat pe er, gara-gara meleng lihat catatan resep sih, tapi kok jadi juga ya. Pertama, selai aprikot aku masukkan ke adonan cake. Padahal seharusnya manisan aprikot (yang aku memang ga pakai). Tapi tekstur adonan tetap bagus dan cake tetap mengembang sempurna, kok. Kedua, ekstra icing sugar yang seharusnya buat taburan meja kerja waktu ngulenin fondant, ternyata aku masukkan dalam adonan fondant. Pantas, fondantku ga bisa lentur, cenderung keras, padahal udah sampai pegel nguleninnya.

Hasil jadi cake ternyata ok. Kesalahan memasukkan selai aprikot meski sudah mengurangi takaran gula ternyata tetap membuat cupcake nge-dome. Tekstur kue tidak terlalu crumble dan rasanya pas, ga kemanisan seperti cupcake resep 'bule'. Blessing in disguisse, ternyata ...


 

White Chocolate dan Apricot Mud Cake
Sumber: AWW Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. ACP Books, 2001.



Ingredients
125 g mentega, cincang kasar
75 g white chocolate, cincang kasar
220 g gula caster (aku: 150 gr)
125 ml susu
105 g terigu serba guna
75 g tepung self-rising
75 g manisan apricot kering, cincang kecil (ga pakai)
½ sdt ekstrak vanila
1 btr telur


Cara membuat cake
1. Panaskan oven suhu 170 'C atau 150 'C fan-forced. Alasi 6 Texas muffin tins (cetakan cupcake/muffin ukuran ¾ cup atau 180ml) dengan cupcake cases.
2. Campur mentega, chocolate, gula dan susu di dalam panci; aduk dengan api kecil hingga lembut. Pindahkan adonan ke mangkuk sedang, biarkan mendingin selama 15 menit.
3. Masukkan tepung yang telah diayak, apricot, ekstrak dan telur sambil diaduk rata; bagi rata ke dalam cetakan muffin.
4. Panggang 45 menit. Angkat cakes dan pindahkan ke wire rack supaya dingin.
5. Simpan dalam wadah kedap udara dan masukkan kulkas agar mudah saat ditrim.

Modelling fondant

Bahan
2 sdt gelatin
1 ½ sdm air
2 sdt glucose syrup
240 g pure icing sugar
80 g ekstra pure icing sugar, untuk taburan



Cara Membuat Modelling fondant:
1. Larutkan gelatin dan air dalam mangkuk; letakkan di atas panci berisi air panas di atas api kecil, aduk-aduk hingga gelatin larut; tambahkan glucose.
2. Letakkan sebagian icing sugar yang diayak ke mangkuk, tuang larutan gelatin. Masukkan bertahap sisa icing sugar.
3. Uleni sampai lembut, di atas meja kerja yang ditaburi icing sugar. Bungkus dengan plastik sampai nanti diperlukan.

Royal icing

Bahan
240 g pure icing sugar
1 putih telur
½ sdt lemon juice


Cara membuat Royal Icing:
1. Ayak icing sugar dengan saringan sangat halus.
2. Kocok ringan putih telur dengan mixer, tambahkan icing sugar bertahap (1 sdm).
3. Ketika icing sudah mencapai pucuk lancip, gunakan sendok kayu untuk mengaduk lemon juice ke dalamnya; tutup rapat dengan plastic wrap.

Finishing
110 g apricot jam, hangatkan, saring
80 g icing sugar, untuk taburan
900 g fondant putih



Cara Membuat White Wedding Cakes
1. Taburi meja kerja dengan icing sugar, gilas fondant ketebalan 3mm. Buat bunga dengan cetakan ukuran 3,5cm dan 1,5cm, bentuk dengan ball tool dan keringkan di atas serbet dapur bersih. 
2. Sendokkan royal icing ke piping bag dengan spuit polos kecil, tutup icing dengan serbet lembab supaya tidak kering.
3. Keluarkan cake dari kertasnya. Trim pinggiran cake sehingga membentuk silinder. Satukan dua cakes dengan apricot jam, olesi sisi-sisinya dengan sisa apricot jam. Kerjakan sampai habis, menjadi 3 silinder.
4. Taburi meja kerja dengan icing sugar, uleni fondant hingga lembut. Bagi menjadi tiga bagian. Gilas tiap bagian ketebalan 5mm. Tutup ketiga silinder cake dengan fondant. Trim alasnya dan haluskan permukaan fondant.
5. Semprotkan royal icing di belakang tiap bunga; tempelkan ke atas cake. Semprotkan bentuk titik di tengah tiap bunga dan buat border di sekeliling dasar cake.
6. Sajikan.

Selasa, Juli 30, 2013

KBB#35 Pavlova


Yipiiiiii .... aku bisa bikin pavlova .... selama ini aku berfikir kalo bikin pavlova itu tricky, secara pernah bikin schumpjes hasilnya tidak seperti yang kuharapkan. Berkat KBB, akhirnya berhasil menaklukan rasa galau, dan ternyata tidak se'mengerikan' yang aku bayangkan.

Tantangan datang saat memasuki bulan puasa, saat-saat dimana jam kerja kantor memendek, tapi waktu tidur berkurang, hahaha ... Saat ini pekerjaan kantor lagi 'lucu-lucunya', 2 project besar sedang on going, dimana salah satunya sedang persiapan live, belum pekerjaan tengah tahun dimana forecasting, budgeting dan planning sedang ditinjau ulang. Bulan puasa merupakan private project tersendiri, karena harus memikirkan menu buka dan sahur yang bisa memancing selera, pembuatan kue kering dan persiapan mudik, lumayan menyita perhatian juga.

Aku baru bisa mengerjakan tantangan last minute di minggu terakhir, dimana acara buka puasa bersama di rumah sudah berhasil sukses, project kue kering sudah final, dan pekerjaan kantor 90% sudah final. Saat itulah bisa tenang bikin pe er, ambil berbagai sudut foto, edit, ngeblog dan laporan.

Resep pavlova yang menjadi tantangan dan aku pakai (Resep 1) tenyata simple dan mudah diaplikasikan. Karena tidak punya dan tidak bisa pakai cuka anggur putih, aku pakai cuka makan biasa, dengan takaran 1/2 dari resep. Kemudian karena tidak menemukan strawberry maupun berry-berry yang lain, aku pakai selai strawberry yang dimasak dengan sedikit air untuk sedikit mengencerkan sehingga bisa dituang ke atas whipped cream. Whipped cream yang ada dalam stok adalah whipped cream bubuk, sehingga sudah manis jadi tidak perlu penambahan gula icing. Buah-buahan yang aku pakai kiwi, buah naga dan cherry. Begitu jadi ternyata kelihatan ok banget, ga kalah dengan buatan Donna Hay ... hahahaha ...

Classic Berry Pavlova
Sumber: ABC Delicious: Sweets

 
Bahan
4 butir putih telur dalam suhu ruangan
250 gram gula caster
2 sendok teh tepung maizena
1 sendok teh cuka anggur putih (aku pakai cuka makan dengan takaran 1/2 dari resep)
½ sendok teh ekstrak vanilla
2 x 125 gram raspberry
125 gram blueberry
250 gram strawberry, buang kelopaknya, iris
300 mililiter krim kental
5 sendok makan gula icing

 
Cara Membuat
1. Panaskan oven suhu 150C. Alasi loyang dengan baking paper dan gambar lingkar 22cm.
2.Kocok putih telur dengan sejumput garam menggunakan mixer elektrik hingga pucuk tumpul. Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, hingga adonan mengkilat dan stiff. Masukkan tepung maizena, cuka dan vanilla, aduk rata.
 3. Gunakan sendok besar (atau spatula), tumpuk adonan meringue ke atas gambar lingkar di atas baking paper, lalu buatlah semacam lekukan di tengah adonan meringue menggunakan punggung sendok.
 4. Masukkan dalam oven dan segera turunkan suhu oven ke 100C. Panggang selama 2 ½ jam hingga kulit pavlova mengering. Biarkan di dalam oven hingga pav dingin.
 5. Masukkan satu bagian dari raspberry ke dalam blender dengan 3 sendok makan gula icing, proses sampai lembut. Saring dan buang bijinya.
 6. Kocok krim dengan sisa gula icing hingga pucuk tumpul. Isi bagian tengah pavlova dengan krim kocok dan tabur dengan buah-buahan berry. Sendokkan saus raspberry ke atas susunan buah-buahan, hidangkan segera.


Tips:
1. Pastikan putih telur tidah tercampur kuning telur dan air, sehingga bisa mengembang sempurna.
2. Kocok whipped cream dengan kondisi dingin sehingga bisa mengembang sempurna.
3. Tumpukkan adonan tidak terlalu tinggi agar pavlova tidak terlalu tebal, kurang cantik dan menjadi ga imbang dengan toppingnya.

 

Jumat, Mei 24, 2013

KBB#34 Made in Indonesia -- Bika Ambon





Tantangan yang bikin panas dingin plus penasaran. Terus terang belum pernah mencoba bikin sebelumnya dan belum ada keberanian, secara pemakaian kuning telur yang lumayan. Tapi berkat KBB jadi berani untuk membuat bika ambon, kue asli Indonesia.

Bahannya sebenarnya mudah didapat, berbeda dengan mbak Arfi dan teman-teman KBB lain yang tinggal di luar negeri, kerepotan mencari air kelapa, sanan maupun sagu tani. Cuma cara membuatnya yang bikin senewen. Banyak hal tricky di sini, dari pengembangan adonan (kalau terlalu lama jadi asam kuenya), pengadukan dengan dikeplok-keplok (kalau kurang aduk, sarang ga bagus), suhu pemanggangan yang tepat agar kue matang sempurna. Dari yang pintu oven mesti dibuka dulu di awal pemanggangan agar terbentuk sarang, penggunaan api bawah yang pas agar tidak bantat, sampai pemakaian api atas di menit-menit terakhir agar permukaan atas kue cantik, hadeuuuhhh ....

Sengaja bikin di siang hari, maksud hati agar dicapai suhu yang tepat untuk peragian, tetapi tetap saja dalam dua kali percobaan tetap sarangnya belum sempurna. Bantat sih enggak, cuma belum bisa mentul-mentul seperti layaknya bika ambon Medan. Analisa aku, suhu oven kurang pas, dan pengadukan yang dikeplok-keplok belum benar, sehingga pembentukan sarang tidak bisa sempurna.

Percobaan keduan juga demikian, sarangnya belum sexy, OMG, .... senewen banget, .... Tapi semoga lulus ya pe er tantangan kali ini. Lain kali harus benar-benar bisa menaklukkan bika ambon. Masak orang Indonesia sendiri ga bisa bikin bika ambon, .... jangan sampai nanti diakui sebagai kue tradisional Negara tetangga ya ....

BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati


Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir
Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan


Cara membuat :
1. Biang: Campur ragi, terigu, gula dan garam, tuangi air kelapa, aduk dengan tangan hingga rata, tutup dengan plastik wrap, diamkan 30-45 menit, hingga mengembang.

2. Cairan: masak santan, garam, serai, daun jeruk dan daun pandan, hingga panas (tidak sampai mendidih), dinginkan hingga suhu ruang, saring.
3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental.
4. Campur biang dengan tapioka/kanji, aduk dengan tangan hingga rata.
5. Tambahkan adonan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan dengan cara dikeplok-keplok, hingga rata.
6. Masukkan santan, aduk kembali dengan tangan (dikeplok-keplok) hingga rata dan tekstur halus (sekitar 20 menit). Tutup dengan plastic wrap dan diamkan hingga 3 jam.
7. Olesi tipis2 seluruh permukaan loyang 20x20x7 cm dengan minyak goreng. Alasi dasar loyang dgn kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
8. Panaskan oven api bawah 160 'C. Panaskan loyang di dalam oven sekitar 15 menit, keluarkan, dan tuang adonan ke dalam loyang.
9. Masukkan loyang di rak paling bawah oven, buka sedikit pintu oven, panggang hingga adonan mulai berlubang2 di permukaan atas (pertanda sudah mulai terbentuk serat).  Tutup pintu oven, lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50 menit (lakukan tes tusuk).
10. Matikan api bawah oven, nyalakan api atas, panggang sejenak hingga permukaan kue terlihat lebih kecoklatan. 
11. Matikan api oven, keluarkan kue, dinginkan hingga suhu ruang. Gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan kue dari loyang.

Jumat, April 12, 2013

NCC JTIW - Onde-onde Ceplis dari Semarang INDONESIA


Makanan kesukaan waktu kecil, bentuk sih bisa macam-macam, ada yang bulat, lonjong, oval, dll, tapi namanya tetap onde-onde ceplis, karena kalau dimakan langsung habis dalam satu suap ... sak ceplis (satu kali), langsung habis, ...  Mungkin di lain daerah ada dengan nama berbeda, ya. Jangan bayangkan seperti onde-onde yang ada isi kacang hijau kupas, ini onde tidak ada isinya, garing, cocok buat camilan sambil nonton tv, baca buku, ngeteh rame-rame. Sudah jarang menemukan camilan ini, kalaupun ada, kok rasanya kurang ok ya. Makanya dicoba bikin sendiri. Beruntung ada ibu-ibu Yasaboga, jadi bisa mencoba resepnya.

Meskipun 1 resep adonan mentah sepertinya ga banyak, ternyata waktu membuat bola-bola kecil lama juga, apalagi membalut dengan wijen. Saking takut wijennya akan rontok saat menggoreng, aku tekan-tekan wijen ke tiap bulatan, jadinya lama banget buat nyelesainnya karena bulatan yang kecil-kecil. Mungkin kalau produsen onde ceplis sudah punya trik, jadi prosesnya bisa lebih cepat. Yuk dicoba ...

Onde-onde Ceplis
Yasaboga - Camilan Indonesia

Bahan
250 gr tepung ketan
50 gr tepung sagu
125 ml air
1 sdt garam
75 gr gula pasir
1 1/2 sdt butir telur
75 gr wijen putih

Cara Membuat
1. Campur semua bahan kecuali wijen, uleni hingga bisa dipulung.
2. Bentuk bulat-bulat kecil, gulingkan ke wijen.
3. Goreng dalam minyak panas api sedang

Tips:
- adonan akan mengembang, yang membuat onde ini menjadi renyah, oleh karena itu bikin bulatan kecil-kecil saja agar tidak lama waktu menggoreng, dan bisa tetap renyah.
- sebenarnya cara membuat yang tertera adalah dibulatkan semua baru digulingkan ke wijen. tapi hal ini membuat adonan cepat kering, sehingga wijen tidak menempel baik. Makanya aku pakai cara sendiri.
- tapi kalau mau dibulat-bulatkan semua dulu baru digulingkan ke wijen, bisa kok, saat mau digulingkan ke wijen, percikin sedikit air, agar bola-bola menjadi sedikit lembab, baru digulingkan ke wijen.


Kamis, April 11, 2013

NCC JITW - Es Doger dari Bogor INDONESIA


Perkenalan dengan es doger adalah saat kuliah di Bogor, dimana ada satu sudut kampus yang nama kerennya "DPR" yang merupakan singkatan dari kalimat di bawah pohon rindang tempat nongkrong mahasiswa saat jeda waktu antar mata kuliah, melewatkan waktu dengan tukang jualan minuman botol, gorengan dan es doger. Di antara penjual ini yang paling tenar ya si tukang doger. Hampir tiap ada acara kampus, tukang doger menjadi pengisi acara, menjadi salah satu item menu.

Es Doger sebenarnya simple saja, es puter kampung diberi tape singkong, tape ketan hitam dan dikucuri sirup merah dan susu kental manis. Tapi nano-nano rasanya yang membuat kangen pengen dan pengen lagi. Tapi memang yang bukan penyuka tape, agak susah menikmati minuman ini. Nah, berhubung tidak menemukan resep es doger yang orisinil, resep berikut didasarkan hasil reka ulang masa lalu saja. Selamat menikmati.

Bahan
Es puter rasa kelapa/kopyor
Tape singkong
Tape ketan hitam
Sirup merah
Susu kental manis

Cara Membuat
1. Susun bahan dalam mangkok/cangkir, berturut-turut, tape singkong, tape ketan hitam, es puter.
2. Kucuri dengan sirup merah dan susu kental manis

Selasa, April 02, 2013

NCC JTIW - Pis Kopyor dari Semarang INDONESIA

Jajanan ini menjadi salah satu entry untuk NCC Week Jajanan Tradisional Indonesia, Pis Kopyor dari Semarang.

Kalau denger namanya, orang bisa salah pengertian, tapi ga tahu juga asal usulnya kenapa dinamakan pis kopyor, padahal juga ga pakai kopyor, tapi kelapa muda. Yang bikin paling bertanya2 adalah pake kata 'pis', entah apa artinya.

Kue ini sejenis bongko atau carang gesing dengan bahan berbeda tentu saja. Intinya penggunaan santan, daun pandan dan daun pisang.
Kue jadul ini kesenengan bapak dan eyang, dulu suka banget bikin untuk suguhan beliau-beliau. Apa karena tidak butuh gigi yang kuat untuk menyantap, alias dikunyah sekali langsung bisa ditelan, hehehe ... Apalagi kalo disantap dingin, ... anyes, gurih, lembut, mak glenyer ...

Sekarang banyak yang membuat modifikasi, seperti menambang nangka, kismis, atau bahan lain, tapi aku tetep setia sama resep jadul ini yang menurutku lebih orisinil dan nikmat rasanya. Menurutku justru kesederhanaan kue-kue tradisional lah yang membuat kangen.

Pis Kopyor
Ala Hesti

Bahan
1 butir kelapa muda, keruk panjang dagingnya
2 lbr roti tawar, masing2 potong 10
100 gr gula pasir
500 ml santan
1/2 sdt vanili bubuk
1 sdt garam
2 lbr daun pandan, sobek masing2 menjadi 5 potong
Daun pisang untuk membungkus
Lidi untuk menyemat

Cara Membuat
1. Campur santan, gula, vanili, garam, aduk hingga gula larut.
2. Ambil daun pisang, beri 1 irisan daun pandan, 2 potong roti, kelapa muda, tuang santan. Sematkan lidi. Lakukan hingga adonan habis.
3. Kukus 20 menit sampai matang.

Catatan:
1. Lebih enak dimakan dingin.
2. Jika tidak ada daun pisang, bisa ditaruh di ramekin kecil. Tetapi tidak akan dapat aroma daun pisang.
3. Agar tidak mudah sobek, panaskan sebentar daun pisang dengan panas matahari atau kompor.

Untuk 10 bungkus

NCC JTIW - Kue Moho dari Semarang INDONESIA

Masih dalam rangka event NCC Jajanan Tradisional INDONESIA, kali ini aku tampilkan kue Moho jajanan khas peranakan Semarang.

Kue moho dipakai dalam Festival Sembahyang Rebutan (Festival Roh yang Kelaparan) di Semarang yang berlangsung 2 hari sampai 1 bulan pada bulan ke-7, digelar di halaman kelenteng untuk menyenangkan para arwah. Berbagai pertunjukan seperti wayang potehi, gambang kromong, keroncong dan orkes tradisional digelar menemani berbagai sajian sembahyang yang terdiri dari berbagai masakan, arak, teh, dan ribuan kue moho, bapao merah, kue mangkuk merah dan pink, buah-buahan, dan manisan buah. (Disarikan dari Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin terbitan Gaya Favorit Press).

Kue ku dan moho yang berwarna merah, sama juga melambangkan persatuan anggota keluarga. Dan warna merah, sesuai dengan legenda untuk menakuti monster yang bernama “Nian” (baca: nien), yang takut warna merah dan suara keras. Legenda ini sudah banyak diceritakan di mana-mana.

Teringat kue moho, teringat kakak saat masa perploncoan masuk kuliah, salah satunya adalah membawa kue moho. Katanya karena sudah jadi mahasiswa (moho-nya siswo - murid yang paling hebat - red) maka harus akrab dengan kue ini, hahaha ... bisa aja itu senior-senior.  Kata kakak, kue ini harus dimakan jika berbuat kesalahan, tetapi tidak boleh sambil minum. Kebayang itu mahasiswa sampai melotot-lotot berusaha menelan kue ini karena memang teksturnya padat dan seret. Wkwkwkkwkkkkk ....

Tetapi ga tahu kenapa, aku dulu suka makan kue ini, selain beli di pasar, biasa ada mbok-mbok menggendong tenong (tempat makan dari aluminium bersusun) yang jualan keliling. Kue ini selalu ada selain kue-kue basah, gorengan, dan lauk siap saji lainnya. Suka aja sama penampilan dan rasanya yang khas, jadul dan ga ada duanya itu. Kalo di mbok-mbok itu bentuknya sedikit lebih kecil daripada yg dijual di pasar atau yang buat sembahyangan.

Sehubungan dengan NCCJTW, pengin rasanya mengulang memori itu. Aku udah lupa, dulu alm. ibu bikin seperti apa, catatan juga sudah tidak ada. Hasil browsing, ternyata resep yang beredar versinya seperti kue mangkok atau bolu kukus beras. Padahal seingatku teksturnya seperti roti/bapao tetapi lebih padat dan agak seret. Hihihi ... inget komentar Pak Wisnu di milis, terdapat aroma apek ... hahaha ... Bongkar koleksi majalah dan buku, ketemu resep bu Hiang Marahimin yang menurutku cukup otentik. Maka sampailah aku pada akhir pencarian.

Kue Moho
Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin

Sirup: rebus hingga larut
250 ml air
100 gr gula pasir

Adonan tepung
500 gr tepung terigu
2 sdt garam
2 sdt bp
4 sdt mentega putih
Pewarna merah muda
6 takir daun diameter 8cm tinggi 6cm

Adonan ragi
4 sdt gula pasir
3 sdm air hangat
2 sdt ragi instan

Cara Membuat
1. Adonan ragi: campur gula dan air hingga gula larut, masukkan ragi, aduk. Taruh di tempat hangat 5-10 menit atau hingga berbuih dan ringan.
2. Adonan tepung: ayak terigu, garam, bp, tambahkan mentega, aduk dengan garpu hingga rata dan berbutir kasar, buat lubang di tengah. Campur ragi dan sirup hingga rata. Tuang bertahap ke dalam lubang tepung sambil diaduk dengan tangan hingga adonan kalis.
3. Taruh di atas meja bertabur tepung, uleni hingga licin dan lentur (10 menit). Tutup adonan dengan kain, biarkan di tempat hangat 1-1 1/2 jam atau hingga mengembang 2 kali. Bagi 6 bagian, bentuk bulat.
4. Taruh di takir. Olesi/semprot permukaan atasnya dengan pewarna merah muda, lalu kerat menyilang bagian atasnya. Diamkan 30 menit hingga mengembang 2 kali lipat.
5. Kukus di api besar selama 20 menit.

NCC JTIW - Es Gempol Pleret dari Semarang INDONESIA

Dalam rangka NCC Week dengan tema Jajanan Tradisional INDONESIA, aku persembahkan Es Gempol Pleret dari Semarang. Semoga bisa membuat jajanan tradisional INDONESIA makin jaya.

Minuman yang sudah hampir punah di Semarang, rata-rata kaum muda sudah tidak kenal dengan minuman ini. Minuman ini sangat segar dinikmati saat siang yang panas, bahkan untuk sore dan malam hari di kota Semarang yang memang lebih banyak panas di banding kota lain.

Ingat es gempol pleret, inget almarhum bapak. Bapak sangat suka es ini, langganannya di pasar Bergota, yang jualan seorang ibu yang memang cuma jualan es ini di deretan depan los pasar yang menghadap ke jalan raya. Aku perhatiin, ibu ini setia banget jualan sampai terakhir aku beli yaitu waktu terakhir mudik beberapa saat sebelum almarhun ibu dipanggil Allah. Sekarang udah sepuh banget, rambutnya udah putih semua, di pasar itu cuma dia sendiri yang jualan es gempol pleret. Di simpang lima ada juga sih yang jualan, tetapi kurang legit rasanya.

Es gempol adalah minuman dingin berisi beberapa gempol yaitu bulatan sebesar bakso kecil dari tepung beras berwarna putih, dengan rasa cenderung gurih karena hanya diberi garam dan beberapa pleret, yaitu adonan tepung ketan yang berbentuk pipih, biasanya berwarna pink dan hijau. Pipih karena adonan tadi dipleret (ditekan - bhs jawa) ke daun pisang saat membuatnya sebelum dikukus untuk mematangkannya, jadi bentuknya cenderung tipis kayak lembaran-lembaran. Pleret rasanya kenyal dan manis. Kuahnya kuah gurih  santan encer yang harum pandan, diberi sirop merah jadul (bikinan sendiri) beraroma frambozen dan pecahan es batu. Jadi saat diaduk, kuah akan menjadi bersemu pink. Biasa disajikan di mangkuk seperti mangkuk bakso (yang ada gambar ayam jago atau penyedap Sasa, hehehe ...). Porsinya cukup banyak, apalagi kalau dibungkus untuk dibawa pulang, biasanya saat dituang bisa lebih dari satu mangkuk. Si ibu waktu menyajikan akan bertanya, "komplit ?" Artinya pakai gempol + pleret. Kalau aku pasti akan bilang komplit, karena tanpa pleret, bukan es gempol pleret namanya.

Sewaktu browsing resep, kebanyakan adalah es gempol versi Jepara yang hanya pakai bulatan putih tepung beras tanpa pleret, dan kuahnya santan yang diberi gula merah jadi berwarna coklat dan diberi potongan nangka. Berbeda dengan es gempol pleret Semarang selama ini yang kukenal, makanya aku coba bikin dengan resep kira-kira aja, setidaknya mewakili rasa nostalgia yang masih aku miliki.

Es Gempol Pleret
Ala Hesti

Bahan gempol:
200 gr tepung beras
25 gr tepung sagu
1/2 sdt garam
75 ml air panas
Air untuk merebus

Bahan pleret:
100 gr tepung ketan
50 ml santan kental dari 1 butir kelapa
25 gr gula pasir
1/4 sdt garam
100 ml air panas
Pasta pandan
Pasta strawberry

Pelengkap
Sirup frambozen
Es batu, hancurkan

Kuah Santan:
250 ml santan kental
750 ml air
1/2 sdt garam
2 lbr daun pandan, simpulkan

Cara Membuat:
Adonan gempol:
1. Kukus tepung beras selama 30 menit, angkat.
2. Campurkan tepung beras, tepung sagu dan air panas, uleni hingga kalis.
3. Bulatkan adonan sebesar kelereng, tekan bagian tengah dengan ibu jari hingga membentuk cekungan.
4. Masukkan dalam air mendidih, rebus adonan hingga mengapung, angkat. Sisihkan.

Pleret
1. Campur tepung ketan, gula, garam dan air panas, aduk rata.
2. Bagi menjadi 2 bagian, masing-masing beri pasta pandan dan pasta strawberry.
3. Tuang adonan pandan tipis-tipis diatas daun pisang, begitu juga untuk adonan strawberry, kukus 30 menit. Angkat, sisihkan

Kuah santan:
Panaskan santan, air, garam dan daun pandan, aduk rata, masak hingga mendidih. Dinginkan.

Penyajian:
Dalam mangkuk, susun gempol, pleret pandan dan pleret strawberry, tuangi kuah santan, beri sirup frambozen dan es batu. Sajikan.

Untuk 5 mangkuk.

Note:
- pasta pandan bisa diganti perasan air daun suji
- sirup frambozen bisa dibuat sendiri dengan merebus gula dan air dengan diberi perasa frambozen dan warna merah.
- ternyata aku kesulitan mem-pleret adonan, akhirnya aku taruh di wadah, dikukus, baru diiris tipis, hehehe ...

Minggu, Maret 31, 2013

KBB#33 Bagel

Jiiiaaaahhhhh .... Datang juga nih tantangan keren bikin bagel, secara belum pernah sukses bikin bagel dan pretzel selama ini (tepok jidat dhewe).

Senewen jadinya mau ngerjain tantangan, membaca sharing teman-teman di milis, bikin tambah keder. Tapi mau ga mau harus tetep dijalanin, jadi ya maju terus pantang mundur !!!

Percobaan pertama gagal, karena adonan ga ngembang sama sekali, bahkan sebelum proofing di kulkas. Sukses deh buat nimpuk maling. Sepertinya karena ragi langsung ketemu garam, mati deh ga ngembang, padahal resep mengatakan begitu. Akhirnya untuk percobaan kedua aku akalin, garam aku ga campur di air, tapi di tepung. Sukses deh, bagel menul2. Cuma karena terlalu sukses mengembang, overproofing deh, bentuk agak peyang waktu direbus.

Bagel jadi dengan terdiri dari 3 tahapan warna, hahaha ... Perbedaan warna terjadi saat perebusan. Tahap 1 pucat, tahap 2 agak coklat, tahap 3 coklat banget, dan warna tsb bertahan sampai dipanggang.

Meski ga laku di rumah, tekstur bagel sudah ok, garing di luar lembut sedikit chewy di dalam. Ga sempat bikin variasi macam-macam, hanya ditaburi wijen hitam dan poppy seed, soalnya deadline sudah di depan mata ...

Bagels
Sumber: Peter Reinhart:

Resep Dough
21 g barley malt syrup, madu, atau rice syrup, atau 7g diastatic malt powder
3 g ragi instant
10,5 g garam
255 g air hangat (sekitar 35C)
454 g unbleached bread flour

Resep Rebusan Roti
181-272 g air
28,5 g barley malt syrup/madu (optional)
14 g baking soda
7 g garam



Membuat Dough
1. Aduk malt syrup, ragi, garam dan air hangat. Masukkan tepung ke mangkuk mixer dan tuang campuran syrup, kocok (dgn pengaduk dough) kec rendah selama 3 menit. Jika pakai tangan, aduk dengan sendok kayu besar 3 menit, hingga rata. Adonan harus terbentuk rada padat, bola kasar, dan semua tepung tercampur rata dengan cairan, jika tidak maka tambahkan sedikit air. Biarkan adonan istirahat selama 5 menit.

2. Kocok lagi kec rendah 3 menit atau uleni di atas meja kerja bertabur tepung selama 3 menit hingga lembut dan membentuk gluten. Adonan akan elastis dan lembut. Jika adonan terlalu lembek tambahkan sedikit tepung. Letakkan adonan di dalam mangkuk beroles minyak tipis, tutup dengan plastik dan biarkan adonan naik dalam suhu ruang selama 1 jam.

3. Siapkan baking tray dialasi parchment paper / silicone mat, lembabkan dengan spray oil atau olesi tipis minyak. Bagi adonan menjadi 6-8 adonan kecil. (Umumnya berat bagels 113g sebelum dipanggang, tapi anda bisa bikin lebih kecil dari itu). Bulatkan adonan (tidak usah terlalu padat) dengan cara menggilingnya di atas meja kerja dengan satu telapak tangan yang ditangkupkan. Jika anda bikin lebih dari 6 bagels, anda harus menyediakan 2 baking tray. Jangan gunakan tepung di atas meja kerja anda. Jika adonan tidak bisa dipulung membentuk bola, lap saja meja kerja anda dengan serbet lembab dan coba lagi.

Metode membentuk Bagel.
1. Lubangi bagian tengah bola adonan menyerupai donat. Pegang di bagian lubang, putar adonan, perlahan melarkan adonan hingga lobang membesar sekitar 2 inci (1 inci = 2,54cm).
2. Bentuk bola adonan menjadi sosis sepanjang 8 inci. Tipiskan sedikit kedua ujung sosis dan lembabkan kedua ujungnya. Temukan ujungnya, satukan sambil dipencet supaya lengket.

Proofing Adonan
1. Letakkan bagel di baking tray, lembabkan dengan spray oil atau olesi sedikit minyak. Tutup baking tray dengan plastik dan simpan di kulkas semalaman atau hingga 2 hari.
2. Proofing juga bisa dilakukan untuk seluruh adonan di dalam mangkuk yang telah diolesi minyak selama semalam dan kemudian bentuk bagelsnya pada hari akan dipanggang, 60-90 menit sebelum direbus dan kemudian dipanggang, atau segera setelah lulus float test.

Baking Day!
1. Keluarkan bagels dari kulkas 60-90 menit sebelum waktu panggang.

2. Float test, letakkan sebuah bagels dalam mangkuk kecil berisi air dingin. Jika bagels tenggelam, keringkan dan kembalikan ke baking tray, tunggu hingga 15-20 menit, lalu test lagi.
Jika bagels mengapung, maka sudah siap direbus.
Jika bagels lulus test tapi anda belum siap baking, masukkan kembali ke kulkas sehingga tidak overproof.
30 menit sebelum baking, panaskan oven suhu 260 'C dan siapkan garnish (biji-bijian, bawang bombay, bawang putih, dan sebagainya). Taburan bawang kering (dried onion) atau bawang putih, harus rehydrate.

Isi panci dengan 181-272g air, pastikan tinggi air sekurang-kurangnya memilki kedalaman 4 inci. Tutup, biarkan mendidih, lalu kecilkan api dan biarkan simmering (air tetap mendidih tapi tidak membentuk balon-balon besar). Masukkan malt syrup, baking soda, dan garam.
Masukkan bagel satu persatu ke dalam air rebusan hanya sampai panci bisa memuatnya, jangan over-crowded ya. Bagels akan segera mengapung dalam kurun waktu 15 detik. Setelah 1 menit, gunakan sendok berpori lalu balikkan bagel satu per satu. Teruskan merebus hingga 30-60 detik, lalu gunakan sendok berpori keluarkan dari air rebusan dan letakkan ke atas baking tray. (Penting kiranya bahwa parchment paper diolesi sedikit minyak, jika tidak nanti bagels akan lengket ke kertas). Taburi taburan sesuai selera anda sesegeranya (kecuali cinnamon sugar—lihat keterangan di bawah).

Masukkan bagels ke dalam oven, panggang dengan suhu yang dikecilkan hingga 232C, selama 8 menit, lalu putar loyang dan check bagian bawah bagels. Jika terlalu gelap, letakkan loyang lain di bawah loyang yang berisi bagels. Panggang lagi selama 8-12 menit, hingga bagels berwarna kecoklatan. Dinginkan ke atas rak sekitar 30 menit sebelum diiris atau disajikan.

Variasi
1. Ganti jumlah bread flour dengan whole grain flour sesuai takaran. Tambahkan air  14g untuk setiap 56.5g whole grain flour.
2. Variasi taburan:  biji poppy, biji wijen, garam kasar, atau bawang bombay/bawang putih kering (rehydrate: rendam bawang bombay/bawang putih kering di dalam air sekurang-kurangnya 1 jam sebelum digunakan).
3. Agar topping lebih lengket, olesi setiap bagels dengan egg white wash (1 putih telur dan 14g air). Jika taburannya garam kasar, pakai sedikit saja egg white wash.
4. Bagel kismis
- campur 227g kismis selama 2 menit terakhir pengadukan adonan,
- jika suka kayu manis, aduk 4g bubuk kayu manis ke dalam tepung sebelum mulai mengaduk.
- Saat bagels baru keluar dari oven, olesi bagian atasnya dengan mentega leleh dan gulingkan ke atas cinnamon sugar. (cinnamon sugar : campur 44g bubuk kayu manis dan 113g gula).

Dannnn ... lulus !!!







Kamis, Januari 31, 2013

KBB#32 Japanese Roll Cake

Pucuk dicinta ulam tiba, saat milis ramai diskusi tentang Japanese Roll Cake, dan sudah menunda berulang kali keinginan praktek resep, akhirnya bertemu dengan tantangan KBB.
Tetapi kok ya, waktunya ga ketemu yang pas terus. Saat surat cinta diluncurkan, diriku sedang repot pindah rumah. Kebayang kan pindahan rumah, meski rumah baru jaraknya tidak jauh dari rumah lama, tetap saja, kerepotan packing, unpacking, bersih-bersih dan menata, menyita hampir seluruh waktu, pikiran dan tenaga selama 2 minggu. Apalagi masih ada beberapa pekerjaan finishing yang masih paralel dijalankan saat kita sudah menempati rumah.
Setelah rumah 'sedikit' beres, giliran saudara baik dalam maupun luar kota berdatangan. Bisa dibayangkan, betapa hebohnya rumah ... Hehehe ... Begitu ada kesempatan datang, beberapa alat baking masih ketinggalan di rumah lama ... Hahaha ... Akhirnya PR baru dikerjakan menjelang deadline ... *ampun bu Host*

Pertama membaca resep rada mabuk (hahaha ...) ... Soalnya step by stepnya puanjaaanggg banget, sepertinya ribet sekali. Tapi setelah ditelaah dan aku sederhanakan bahasa step by step dengan bahasaku sendiri (seperti yang kutulis di bawah ini), akhirnya terkesan lebih simple.

Bahannya simple, gampang didapat, cuma memang harus teliti menimbang karena ukurannya imut-imut, jadi mesti ekstra hati-hati. Pengerjaannya sih ga terlalu rumit, asal proses pengadukan benar, adonan akan tetap kental (tidak mencair) sehingga saat dipanggang tidak bantat. Yang aku kurang teliti saat menuang adonan utama, mungkin harus sedikit di banting loyangnya agar tidak ada udara terperangkap yang mengakibatkan cake bolong-bolong. Kemudian saat menggulung sedikit tricky dari roll cake biasanya, karena isinya whipped cream yang sangat lembut. Sesuai saran mbak Rachmah, digulung hanya untuk mempertemukan sisi-sisinya, jadi tidak terlalu ditekan, yang membuat cake patah. Cake patah juga bisa disebabkan suhu dan waktu pemanggangan yang kurang tepat.

Secara umum, suka sama hasilnya, tekstur, penampakan dan rasa. Lembut ... sekali. Cuma ga ngebayangin kalo dibikin dalam ukuran besar, mungkin aku agak kerepotan saat menggulungnya.


KBB#32: Rolls Nice
Japanese Roll Cake (JRC)
Resep JUNKO Book modif by Rachmah Setyawati
Adonan I
4 butir kuning telur
40 gr gula pasir
40 cc minyak goreng
60 cc air
80 gr terigu

Adonan motif
60 gr putih telur
15 gr gula pasir
10 gr maizena

Adonan II
160-175 gr putih telur
sedikit garam halus (0,5 gr) 
50 gr gula pasir
1 sdt air jeruk nipis
15 gr maizena 
1 sdm pasta / pewarna

(sstttt ... air jeruk sama garam kelupaan ditaruh untuk dipotret ...)

Filling :
Fresh Cream non dairy yang dingin, kocok soft peak.

Cara Membuat :
1. Adonan I: kocok kuning telur dan gula pasir hingga mengembang kental. Sambil dikocok speed sedang, tambahkan bertahap minyak goreng kemudian air.
2. Masukkan terigu, sambil dikocok speed sedang, hingga rata dan kental. Sisihkan

3. Adonan motif : Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir bertahap, sambil dikocok speed sedang hingga soft peak. Masukkan maizena, kocok sebentar hingga rata kental/soft peak, jangan sampai hardpeak. Matikan mixer.
4. Ambil 5-6 sdm adonan I, masukkan ke adonan motif, aduk ringan merata. Bagi 2 bagian. Bagi 2 bagian tersebut menjadi beberapa warna sesuai motif yang akan kita gambar.
5. Panaskan oven 165-175 'C. Siapkan 2 loyang 20x20x5 cm. Letakkan kertas motif (kertas hvs seukuran loyang yang sudah digambar) di dasar loyang, poles kertas sedikit mentega di beberapa tempat. Tutup dengan kertas roti yang tidak perlu dipoles.

6. Lukis motif dengan menuang adonan warna sesuai selera kita. Segera masukkan ke freezer hingga adonan beku.
7. Lakukan hal sama untuk loyang kedua.
8. Sambil menunggu motif beku, buat adonan II : Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir, kocok lagi sebentar, tambahkan air jeruk nipis, kocok speed sedang hingga soft peak.
9. Tambahkan maizena, kocok rata hingga kental/soft peak. Campur bertahap adonan II ke sisa adonan I, aduk ringan merata. Bagi menjadi 2 bagian, beri pasta/pewarna, aduk rata.
10. Keluarkan loyang motif, tuang adonan utama di atas motif, ratakan ringan bagian permukaan. Lakukan untuk loyang kedua.
 
11. Oven sekitar 20-25 menit hingga matang. Keluarkan cake dari loyang, lepas kertas roti hati-hati, biarkan hingga dingin/uap panas hilang.
12. Setelah cake dingin, poles bagian atas cake (yang tidak bermotif) dengan bahan filling agak tebal, gulung rapi dan bungkus rapat dgn kertas roti penggulungnya. Simpan sejenak di freezer hingga set/keras, baru dapat dipotong rapi dan cantik, siap disajikan.

Tips & Triks:
- Putih telur jangan tercampur kuning telur sedikitpun. Wadah mengocok putih telur harus kering, bebas minyak dan air.
- Aduk adonan hati-hati agar tidak mencair yang membuat cake bantat.
- motif harus benar-benar beku sebelum dituang adonan utama. Jika memakai beberapa warna dalam 1 motif/gambar, bekukan bagian-per bagian agar warna tidak saling mencampur.
- Tuang adonan utama di atas adonan motif sesaat keluar dari lemari pendingin dan segera masukkan ke oven. tidak perlu menunggu adonan dalam suhu ruang.
- Ketuk-ketuk perlahan saat menuang adonan utama agar tidak ada udara terperangkap yang membuat cake menjadi bolong-bolong.
- Panggang dalam suhu dan waktu yang tepat, dan biarkan sampai dingin saat akan diberi filling.
- gulung dengan mempertemukan sisi-sisi cake


Cita-cita mau bikin motif dengan tulisan KBB, terus ada bunga-bunga segala, tapi kelamaan manggang jadi mengkerut terus warnanya kurang cantik deh ...

Jadi penasaran bikin berbagai motif seperti Junko ...
Mbak Arfi, daku lulus ga nih ????