Kalau memang mencari peralatan memasak dan membuat kue, memang lebih tepat pergi ke toko bahan kue (kerennya disebut TBK). Tapi, jangan salah, kalau peralatan (bukan bahan ya ...)sekarang banyak dijual di toko-toko lain yang mungkin belum pernah kita lirik sebelumnya. Mari kita jalan-jalan ....
Ace Hardware
Jaringan toko peralatan rumah tangga ini menjual banyak pernak-pernik membuat kue dan memasak, lucu-lucu lagi .... Dari wajan, panci, alat elektronik, timbangan analog dan digital, dll, sampai sendok ukur, parutan, cetakan lucu-lucu, chocolate fountain ... Di sini bisa juga berburu properti untuk food photography.
Superhome
Sebagaimana halnya Ace Hardware, jaringan toko ini juga layak diubek-ubek, karena beberapa kali nemu cetakan silikon, utensil dapur, dan FP property yang lucu-lucu. Terdapat juga pernak-pernik Jepang seperti yang dijual di Daisho.
Rumah Kita
Ini jaringan lokal toko peralatan rumah tangga, meski tidak selengkap Ace Hardware atau Superhome, terkadang bisa menemukan peralatan dengan harga murah, apalagi kalo lagi promo.
Daisho
Ini adalah jaringan toko pernak-pernik dari Jepang. Di sini kita bisa melihat cerminan pola hidup orang Jepang yang sangat teratur dan rapi sampai hal-hal yang teramat kecil (yang mungkin tidak bakal terpikir oleh kita), mereka buat utensil/peralatannya.
Seperti sekat laci meja yang bisa disesuaikan, silikon penyeka wajan teflon, penyutil kue poffertjes, penyutil kukis, wadah sambal dan saus untuk bento, dll.
Di sini tersedia juga papercup lucu-lucu dengan warna dan bentuk yang tidak tersedia di pasaran, cetakan kue, pattern kue, bento tools yang lucu-lucu.
Di Jakarta Daisho ada di Mal Artha Gading (Kelapa Gading) dan di atas Papaya Supermarket Melawai (Blok M).
Toko Ratu & Kitchen House di Ambasador
Dua toko ini terletak di lt. 4 mal Ambasador, pas di dekat lift tengah, mereka bersebelahan
.
Tokonya kecil, penuh sesak dengan berbagai peralatan memasak dan membuat kue. Dengan mata jeli, temukan berbagai peralatan yang mungkin selama ini anda impikan.
Dari berbagai peralatan elektronik, wajan dan panci, cetakan, utensil, sampai perekat plastik, saringan tepung getar, sampai mixer ukuran gede.
Kios Peralatan Rumah Tangga di ITC Kuningan
Ada dua kios di ITC Kuningan yang layak dikunjungi, satu di lt. 4, dekat dengan toko peralatan bayi, satunya lagi di lt. Semi basement, di dekat eskalator depan di belakang toko underwear. Kalo yang di lt. 4 lebih banyak peralatan elektronik, yang di semi basement banyak pan lucu-lucu, bahkan ada tier kaca yang cantik.
Sentra
Meski tergolong kecil, jaringan toko ini lumayan juga koleksinya. Untuk sekedar window shopping, bolehlah, siapa tahu ada peralatan yang dicari. Aku dapat mangkok 1/2 bola stainless steel di sini dengan harga sahabat, tapi kualitas bagus (ga perlu beli punya Wilton). Peralatan pecah belahnya juga bisa dikoleksi untuk FP property.
Jaringan supermarket
Kalau mencari peralatan standar
Jaringan supermarket seperti Carrefour, Hypermart, Giant, Foodmall masih bisa diandalkan. Dari bahan, peralatan, dekorasi dan kemasan standar ada di sana.
Terakhir ini malah mereka menyediakan pernak-pernik dari Jepang seperti yang tersedia di Daisho, cuma memang lebih mahal beberapa ribu, dibanding Daisho yang fixed satu harga.
Kalau di department store terkemuka seperti Sogo, Metro, Grand Lucky, Kemchicks, Foodhall memang harganya sedikit premium, tapi jangan salah, saat promo, aku pernah dapat berbagai macam sutil, spatula dan kuas lucu-lucu dengan harga 9.900 per buah.
Kelebihan lagi kalo di sini, kita bisa sekalian berburu bahan-bahan yang jarang / susah dicari di TBK, seperti berbagai jenis brown sugar, sirup, minyak, saus, oats, keju, tepung, coklat, makanan dan buah kaleng, buah dan sayur impor segar. Atau peralatan seperti pisau victorinox, wajan teflon kualitas prima, dll.
Toko buku, toko mainan, toko hobby
Bercanda kali ? Masak ke toko seperti ini ? Nggak salah kok. Kalo jeli, kita bisa membeli peralatan di sini untuk dipergunakan dalam membuat kue, terutama dekorasi, kemasan dan property FP.
Contohnya, cetakan clay bisa buat cookie cutter, cetakan glass deco bisa buat emboss fondant atau cookies, penggaris tebal bisa buat pengukur gilingan cookies, peralatan clay bisa buat fondant tool, mold clay bisa buat fondant mold, kuas bisa untuk fondant atau buttercream, palet cat air bisa buat nyairin pewarna utk fondant/gumpaste juga bisa untuk flower maker, mika bisa untuk chocolate transfer atau pagar coklat ... Tuh ... Banyak kan, harganya ekonomis pula ?
Belum seperti impraboard, berbagai macam karton, kertas hias, pita dan kotak warna-warni, bisa dipakai untuk kemasan dan property.
Nah, ga ada halangan untuk mencari peralatan kan ? Tak ada rotan akarpun berguna ... jadi pinter-pinternya kita berburu peralatan.
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Selasa, April 27, 2010
Rabu, April 21, 2010
Window Shopping on TBK
Untuk ukuran ketersediaan bahan dan peralatan memasak atau membuat kue bahkan kursusnya, sebenarnya Jakarta tidak kalah dengan kota besar lain di kawasan Asia, seperti Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok. Malahan, di Jakarta tersedia dengan berbagai pilihan, mau di toko bagus ber-AC, rukp imut, kios di pasar, atau kios pinggir jalan. Yuk, kita jalan-jalan, ...
1. Ani
Jl. Gunung Sahari I no. 5, Jakarta 10610
T. 021-4211286 / 4253109 / 38904460 F. 021-4211284
Senin-Sabtu : 08.00 - 17.00
Toko ini distributor resmi produk Wilton di Indonesia. Koleksinya ga kalah dengan Phoon Huat di Singapura atau Bagus di Kuala Lumpur. Dari loyang, cookie cutter, cake topper, sampai cake tier. Selain Wilton, ada juga produk FMM, Patchwork Cutter, Holly Product, atau Sin Liang dari Malaysia. Tersedia juga buku-buku decor, bahan kue, peralatan lain seperti timbangan, oven, kemasan cake, hiasan cake, dll.
Pokoknya, buat baking mania, siap-siap kalap di sini, awas, hati-hati dengan kartu debit atau kartu kredit, kalau lupa diri, bisa terkaget-kaget dengan tagihan yang muncul nanti, he he he ... Kalau masalah harga memang premium, bisa dapat jauh lebih murah di Phoon Huat, tapi ingat Ani harus bayar pajak dan bea cukai yang jumlahnya juga lumayan.
Posisi toko ini dekat ke Pasar Senen. Kalau dari arah Matraman/Kramat Raya, terus aja lewati fly over Ps Senen, pas di Seberang BPK Penabur putar balik, cari Gn Sahari I. Kalau dari arah Ancol, ambil Gn Sahari arah Senen, setelah Sekolah BPK Penabur, ada jalan ke kiri, Gn Sahari I. Tokonya dekat dengan belokan tsb, kecil, ga ada parkiran. Kalau pas ramai, harus rela parkir agak jauhan, atau parkir di sisi jl Gn Sahari.
Terkadang, Ani menyelenggarakan demo dan kursus kue, cuma jadwalnya nggak pasti, jadi harus rajin telepon.
Ani punya afiliasi di Kelapa Gading yaitu :
Bluebell
Kelapa Nias Raya Blok GN1-35, Kelapa Gading Permai, Jakarta 14250
T. 021-4517082 / 4517083 F. 021-45841664
Senin-Sabtu : 08.00-17.00
2. Sentosa
Jl. Gn Sahari I (seberang Toko Ani)
Toko ini menyediakan berbagai kemasan cake, dummy cake, tier cake dan melayani bentuk/ukuran sesuai pesanan.
Lokasinya persis di seberang Toko Ani.
3. Titan
Jl. RS Fatmawati
Sejauh ini, menurutku Titan sudah tergolong one stop shopping for baking/cooking, selain menyediakan peralatan dan bahan, ada kursus yang terafiliasi dengan Bogasari Baking Center yang sudah rutin menyelenggarakan kursus terjadwal dan ada yang bersertifikat.
Buat yang suka dianter suami/pacar kalo belanja, ada ruang tunggu di bagian depan toko yang menyediakan snack dan minuman dingin, jadi bapak-bapak ga manyun nungguin di mobil, karena seperti Ani parkirannya juga terbatas, karena dia ada di kawasan ruko.
Berbeda dengan Ani, di sini meski terbatas tersedia juga barang Wilton, tapi juga banyak barang lokal (he he ... yang mirip Wilton juga ada) yang harganya lebih bersahabat.
Kalau yang lewat TB Simatupang ke arah Pondok Indah, keluar di RS Fatmawati belok kanan, tokonya setelah Pizza Hut, seberang Dunkin Donut. Hati-hati kelewat karena papan namanya terselip di antara papan nama toko lain.
Titan punya cabang di Kelapa Gading, yaitu di:
Kelapa Gading Square Blok B No. 17, Jakarta
T. 021-45869850
Senin-Sabtu 08.00-19.30, Minggu 08.00 - 16.00
4. WT Cake Decorating
Jl. Hasyim Ashari
Dulunya namanya Wilton, tapi terakhir diubah jadi WT. Tokonya terkesan kuno, diantara ruko-ruko di belokan Harmoni.
Bagi yang nyari topper (mainan)cake yang murah meriah, di sini tempatnya. Juga loyang produksi lokal lumayan lengkap jenisnya dan murah.
Di sini tidak tersedia produk Wilton.
WT punya cabang di Fatmawati
Jl. RS Fatmawati No. 8 blok A, Jakarta Selatan
T. 021-7200239 / 7246858
Letaknya ga jauh dari pasar Blok A.
5. Rossy
Jl. Kaji No. 38A, Jakarta Pusat
Toko ini milik chef Yongky Gunawan, jadi disini tersedia juga kursus kue dan masak yang terjadwal dan bersertifikat. Di sini tersedia berbagai macam produk coklat Theys, Hollman, Toffieco, dan peralatan menghias cake ala Yongky, dan jangan cari produk Wilton di sini. Kalau yang butuh cake topper, banyak tersedia di sini, harganya memang sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya prima.
Buat yang malas bikin buttercream, bisa beli jadi di sini 30.000 per kilo, enak ... Lembut dan harum.
6. Dharmaputra
Jl. Tanah Abang III no. 28G, Jakarta Pusat
T. 021-3861319 / 3861320
Senin-Sabtu 09.00-17.00 Minggu 09.00-15.00
Toko ini nyempil di deretan ruko, kalo ga jeli, bakalan kelewat. Padahal, lumayan lengkap juga baik bahan dan alatnya, produk Wilton juga ada meski nggak banyak, ada oven dan profing rack segala, cuma kayaknya kalah pamor sama Titan atau Ani.
Dharmaputra menyediakan kursus juga, meski jadwalnya tidak teratur. Bahkan untuk cake decorating, ngumpulin peminat satu kelas (minimal 5) baru diadakan kelasnya. Padahal biayanya murah loh. Cake decor birthday anak hanya 150 rb, udah diajarin bikin lapsur 25x35 plus buttercream yang hasilnya dibawa pulang. Cuma cake topper harus beli sendiri. Padahal lapsurnya juga lapsur yang full kuning telur, enak banget.
Disediakan juga vcd demo masak dan bikin kue.
1. Ani
Jl. Gunung Sahari I no. 5, Jakarta 10610
T. 021-4211286 / 4253109 / 38904460 F. 021-4211284
Senin-Sabtu : 08.00 - 17.00
Toko ini distributor resmi produk Wilton di Indonesia. Koleksinya ga kalah dengan Phoon Huat di Singapura atau Bagus di Kuala Lumpur. Dari loyang, cookie cutter, cake topper, sampai cake tier. Selain Wilton, ada juga produk FMM, Patchwork Cutter, Holly Product, atau Sin Liang dari Malaysia. Tersedia juga buku-buku decor, bahan kue, peralatan lain seperti timbangan, oven, kemasan cake, hiasan cake, dll.
Pokoknya, buat baking mania, siap-siap kalap di sini, awas, hati-hati dengan kartu debit atau kartu kredit, kalau lupa diri, bisa terkaget-kaget dengan tagihan yang muncul nanti, he he he ... Kalau masalah harga memang premium, bisa dapat jauh lebih murah di Phoon Huat, tapi ingat Ani harus bayar pajak dan bea cukai yang jumlahnya juga lumayan.
Posisi toko ini dekat ke Pasar Senen. Kalau dari arah Matraman/Kramat Raya, terus aja lewati fly over Ps Senen, pas di Seberang BPK Penabur putar balik, cari Gn Sahari I. Kalau dari arah Ancol, ambil Gn Sahari arah Senen, setelah Sekolah BPK Penabur, ada jalan ke kiri, Gn Sahari I. Tokonya dekat dengan belokan tsb, kecil, ga ada parkiran. Kalau pas ramai, harus rela parkir agak jauhan, atau parkir di sisi jl Gn Sahari.
Terkadang, Ani menyelenggarakan demo dan kursus kue, cuma jadwalnya nggak pasti, jadi harus rajin telepon.
Ani punya afiliasi di Kelapa Gading yaitu :
Bluebell
Kelapa Nias Raya Blok GN1-35, Kelapa Gading Permai, Jakarta 14250
T. 021-4517082 / 4517083 F. 021-45841664
Senin-Sabtu : 08.00-17.00
2. Sentosa
Jl. Gn Sahari I (seberang Toko Ani)
Toko ini menyediakan berbagai kemasan cake, dummy cake, tier cake dan melayani bentuk/ukuran sesuai pesanan.
Lokasinya persis di seberang Toko Ani.
3. Titan
Jl. RS Fatmawati
Sejauh ini, menurutku Titan sudah tergolong one stop shopping for baking/cooking, selain menyediakan peralatan dan bahan, ada kursus yang terafiliasi dengan Bogasari Baking Center yang sudah rutin menyelenggarakan kursus terjadwal dan ada yang bersertifikat.
Buat yang suka dianter suami/pacar kalo belanja, ada ruang tunggu di bagian depan toko yang menyediakan snack dan minuman dingin, jadi bapak-bapak ga manyun nungguin di mobil, karena seperti Ani parkirannya juga terbatas, karena dia ada di kawasan ruko.
Berbeda dengan Ani, di sini meski terbatas tersedia juga barang Wilton, tapi juga banyak barang lokal (he he ... yang mirip Wilton juga ada) yang harganya lebih bersahabat.
Kalau yang lewat TB Simatupang ke arah Pondok Indah, keluar di RS Fatmawati belok kanan, tokonya setelah Pizza Hut, seberang Dunkin Donut. Hati-hati kelewat karena papan namanya terselip di antara papan nama toko lain.
Titan punya cabang di Kelapa Gading, yaitu di:
Kelapa Gading Square Blok B No. 17, Jakarta
T. 021-45869850
Senin-Sabtu 08.00-19.30, Minggu 08.00 - 16.00
4. WT Cake Decorating
Jl. Hasyim Ashari
Dulunya namanya Wilton, tapi terakhir diubah jadi WT. Tokonya terkesan kuno, diantara ruko-ruko di belokan Harmoni.
Bagi yang nyari topper (mainan)cake yang murah meriah, di sini tempatnya. Juga loyang produksi lokal lumayan lengkap jenisnya dan murah.
Di sini tidak tersedia produk Wilton.
WT punya cabang di Fatmawati
Jl. RS Fatmawati No. 8 blok A, Jakarta Selatan
T. 021-7200239 / 7246858
Letaknya ga jauh dari pasar Blok A.
5. Rossy
Jl. Kaji No. 38A, Jakarta Pusat
Toko ini milik chef Yongky Gunawan, jadi disini tersedia juga kursus kue dan masak yang terjadwal dan bersertifikat. Di sini tersedia berbagai macam produk coklat Theys, Hollman, Toffieco, dan peralatan menghias cake ala Yongky, dan jangan cari produk Wilton di sini. Kalau yang butuh cake topper, banyak tersedia di sini, harganya memang sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya prima.
Buat yang malas bikin buttercream, bisa beli jadi di sini 30.000 per kilo, enak ... Lembut dan harum.
6. Dharmaputra
Jl. Tanah Abang III no. 28G, Jakarta Pusat
T. 021-3861319 / 3861320
Senin-Sabtu 09.00-17.00 Minggu 09.00-15.00
Toko ini nyempil di deretan ruko, kalo ga jeli, bakalan kelewat. Padahal, lumayan lengkap juga baik bahan dan alatnya, produk Wilton juga ada meski nggak banyak, ada oven dan profing rack segala, cuma kayaknya kalah pamor sama Titan atau Ani.
Dharmaputra menyediakan kursus juga, meski jadwalnya tidak teratur. Bahkan untuk cake decorating, ngumpulin peminat satu kelas (minimal 5) baru diadakan kelasnya. Padahal biayanya murah loh. Cake decor birthday anak hanya 150 rb, udah diajarin bikin lapsur 25x35 plus buttercream yang hasilnya dibawa pulang. Cuma cake topper harus beli sendiri. Padahal lapsurnya juga lapsur yang full kuning telur, enak banget.
Disediakan juga vcd demo masak dan bikin kue.
Rabu, Februari 03, 2010
Peralatan Dasar Baking
Memulai baking sebenarnya sederhana saja, mulailah dengan peralatan dasar sebagai berikut:
1. Mixer, cukup hand mixer untuk pemula. Kalau masih sayang beli philips, bisa beli miyako (nggak kalah philips lo), atau beli aja yang murah, yang penting bisa muter, he he ... Harganya mulai 100 rb.
2. Baskom, untuk mengocok adonan (kan pakai hand mixer). Lebih baik beli agak besar agar fleksible untuk mengocok banyak telur, 2 buah cukup. Beli yang plastik aja, murah, kalo bisa yang transparan agar bisa melihat apakah adonan tercampur rata. Harganya berkisar 10-15 rb.
3. Spatula, untuk mengaduk adonan. Saranku beli 2, satu besar (utk ngaduk adonan), satu kecil (untuk merapikan baskom atau loyang). Pilih yang karet dengan gagang kokoh. Harganya berkisar 10-25 rb.
4. Oven, yang paling ekonomis untuk pemula adalah oven tangkring (otang) yang nangkring di atas kompor. Harganya berkisar 150-300 rb.
5. Panci Kukusan, digunakan untuk mengukus kue. Panci kukus paling sederhana seperti yang dijual di pasar pun bisa, hanya masalah kapasitas ukuran loyang yang menjadi pertimbangan. Sekarang tersedia klakat ukuran kotak, sehingga bisa lebih leluasa mengukus cake dengan loyang persegi. Harga klakat sekitar 200 rb.
6. Timbangan, untuk menakar bahan-bahan kue. Paling bagus memang timbangan digital karena bisa memberikan ketepatan ukuran sampai 1 gr, tapi timbangan bukan digital (analog) pun tidak jelek. Timbangan digital harganya sekitar di atas 150 rb sedangkan timbangan analog sekitar di atas 50rb.
7. Sendok dan mangkok ukur, menurutku peralatan ini penting karena memberikan ketepatan ukuran dan sekarang banyak tersedia di supermarket dengan harga relatif murah. Sendok ukur tidak bisa digantikan dengan sendok teh ataupun sendok makan seperti yang kita pakai sehari-hari karena memang ukurannya berbeda. Kalau mangkok ukur memang lebih banyak dipakai oleh resep dari luar negeri yang memang mengedepankan kepraktisan.
8. Loyang, untuk pemula lebih baik punya beberapa loyang dasar, sehingga leluasa untuk mencoba berbagai resep, a.l. :
- loyang persegi ukuran 20x20x7cm
- loyang bundar diameter 20cm tinggi 7cm,
- 2 loyang kue kering (sesuaikan oven, jika oven ukuran 30cm, beli loyang 24x24cm),
- 2 lusin loyang cupcake satuan (bisa buat cupcake dan bolu kukus)
- loyang brownies 30x10x3cm
Harga masing-masing loyang 10 rb, cupcake 1 lusin 15 rb.
Cukup dengan loyang tsb, bermacam kue bisa dihasilkan. Tinggal ditambah koleksi sesuai kebutuhan, seperti loyang chiffon, loaf, tulban, dan berbagai ukuran loyang persegi dan bundar.
Koleksi alat bisa ditambah dengan peralatan dekor, sbb :
1. Spatula hias, seperti pisau panjang, cuma tidak tajam, untuk meratakan buttercream di atas cake. Harga mulai 25 rb.
2. Plastik segitiga, sebagai tempat buttercream, untuk membuat berbagai bentuk dengan bantuan spuit. Harga ukuran kecil sekitar 6 rb (100 pc/pak)
3. Meja Putar/lazy susan, sebenarnya ini nice to have, karena dulu aku gak punya pun bisa tetap dekor cake. Ya, yang muter2 orangnya atau cake di taruh di stoples dara bundar, trus diputer-puter stoplesnya (ini mesti hati-hati, kalo nggak cakenya tumplek). Harganya yang produk loka berbahan plastik hanya 40 rb, kalau yang dari kayu atau metal lebih mahal, yang super (kakinya dari marmer) mencapai ratusan ribu rupiah.
4. Alas cake, tinggal beli jadi banyak dijual, baik dari bahan karton tebal/tripleks berbungkus kertas perak, atau dari impraboard yang bisa dipakai ulang, atau cukup pakai piring datar yang lebar, terserah saja.
5. Spuit, sediakan saja 8 spuit dasar + 2 spuit tambahan sbb (ini pakai no Wilton, agar ada patokan standar):
- No. 4 : round, utk tali, tulisan, garis, cornelli, sotas
- No. 15 : open star kecil, motif bunga, kerang
- No. 199 : open star, motif kerang, kerang berdiri
- No. 104 : petal, motif bunga, renda
- No. 127 : petal besar, motif mawar, pita
- No. 22 : open star sedang, motif kerang koma, tumpuk, lilit, kepang
- No. 65 : leaf, motif daun
- No. 48 : basketweave, motif keranjang, pita
Spuit tambahan:
- No. 2110 / 1M : open star besar, motif bunga, swirl (utk cupcake)
- No. 233 : multi opening, motif rumput
Harga spuit yang kecil berkisar 23 rb, yang besar sekitar 40 rb (merk Wilton). Kalau ingin murah, beli aja spuit pasar isi 10-12 sekitar 5 rb berisi kurang lebih sama dengan spuit dasar. Atau waktu itu ada dijual di tbk paket aneka spuit plastik bikinan Malaysia berisi 24 pc harganya 24 rb.
Nah, apalagi yang menghalangi ?
Coba kita hitung, pakai asumsi harga murah:
- Mixer Rp. 150.000
- Oven Rp. 200.000
- 2 spatula Rp. 35.000
- Klakat Rp. 200.000
- Timbangan Rp. 50.000
- Sendok cup ukur Rp. 20.000
- Loyang Rp. 80.000
- Baskom Rp. 20.000
Total Rp. 755.000
Peralatan Hias
- Spatula Hias Rp. 25.000
- Plastik segitiga Rp. 6.000
- Spuit Rp. 5.000
- Meja putar Rp. 40.000
Total Rp. 76.000
Jumlah di atas bisa berkurang, kalo kita dapat warisan/pinjaman oven, klakat dan mixer, trus sendok dan mangkok ukur serta meja putar kita skip dulu, maka total investasi kita : Rp. 221.000. Murah kan ? Mungkin lebih murah dari jatah jajan sebulan. Padahal alat-alat tsb, selain plastik segitiga, tidak habis kita pakai, kita bisa menghemat pengeluaran jajan, hantaran, bahkan bisa cari duit dari situ, ga sampai sebulan udah BEP deh ... He he he ....
1. Mixer, cukup hand mixer untuk pemula. Kalau masih sayang beli philips, bisa beli miyako (nggak kalah philips lo), atau beli aja yang murah, yang penting bisa muter, he he ... Harganya mulai 100 rb.
2. Baskom, untuk mengocok adonan (kan pakai hand mixer). Lebih baik beli agak besar agar fleksible untuk mengocok banyak telur, 2 buah cukup. Beli yang plastik aja, murah, kalo bisa yang transparan agar bisa melihat apakah adonan tercampur rata. Harganya berkisar 10-15 rb.
3. Spatula, untuk mengaduk adonan. Saranku beli 2, satu besar (utk ngaduk adonan), satu kecil (untuk merapikan baskom atau loyang). Pilih yang karet dengan gagang kokoh. Harganya berkisar 10-25 rb.
4. Oven, yang paling ekonomis untuk pemula adalah oven tangkring (otang) yang nangkring di atas kompor. Harganya berkisar 150-300 rb.
5. Panci Kukusan, digunakan untuk mengukus kue. Panci kukus paling sederhana seperti yang dijual di pasar pun bisa, hanya masalah kapasitas ukuran loyang yang menjadi pertimbangan. Sekarang tersedia klakat ukuran kotak, sehingga bisa lebih leluasa mengukus cake dengan loyang persegi. Harga klakat sekitar 200 rb.
6. Timbangan, untuk menakar bahan-bahan kue. Paling bagus memang timbangan digital karena bisa memberikan ketepatan ukuran sampai 1 gr, tapi timbangan bukan digital (analog) pun tidak jelek. Timbangan digital harganya sekitar di atas 150 rb sedangkan timbangan analog sekitar di atas 50rb.
7. Sendok dan mangkok ukur, menurutku peralatan ini penting karena memberikan ketepatan ukuran dan sekarang banyak tersedia di supermarket dengan harga relatif murah. Sendok ukur tidak bisa digantikan dengan sendok teh ataupun sendok makan seperti yang kita pakai sehari-hari karena memang ukurannya berbeda. Kalau mangkok ukur memang lebih banyak dipakai oleh resep dari luar negeri yang memang mengedepankan kepraktisan.
8. Loyang, untuk pemula lebih baik punya beberapa loyang dasar, sehingga leluasa untuk mencoba berbagai resep, a.l. :
- loyang persegi ukuran 20x20x7cm
- loyang bundar diameter 20cm tinggi 7cm,
- 2 loyang kue kering (sesuaikan oven, jika oven ukuran 30cm, beli loyang 24x24cm),
- 2 lusin loyang cupcake satuan (bisa buat cupcake dan bolu kukus)
- loyang brownies 30x10x3cm
Harga masing-masing loyang 10 rb, cupcake 1 lusin 15 rb.
Cukup dengan loyang tsb, bermacam kue bisa dihasilkan. Tinggal ditambah koleksi sesuai kebutuhan, seperti loyang chiffon, loaf, tulban, dan berbagai ukuran loyang persegi dan bundar.
Koleksi alat bisa ditambah dengan peralatan dekor, sbb :
1. Spatula hias, seperti pisau panjang, cuma tidak tajam, untuk meratakan buttercream di atas cake. Harga mulai 25 rb.
2. Plastik segitiga, sebagai tempat buttercream, untuk membuat berbagai bentuk dengan bantuan spuit. Harga ukuran kecil sekitar 6 rb (100 pc/pak)
3. Meja Putar/lazy susan, sebenarnya ini nice to have, karena dulu aku gak punya pun bisa tetap dekor cake. Ya, yang muter2 orangnya atau cake di taruh di stoples dara bundar, trus diputer-puter stoplesnya (ini mesti hati-hati, kalo nggak cakenya tumplek). Harganya yang produk loka berbahan plastik hanya 40 rb, kalau yang dari kayu atau metal lebih mahal, yang super (kakinya dari marmer) mencapai ratusan ribu rupiah.
4. Alas cake, tinggal beli jadi banyak dijual, baik dari bahan karton tebal/tripleks berbungkus kertas perak, atau dari impraboard yang bisa dipakai ulang, atau cukup pakai piring datar yang lebar, terserah saja.
5. Spuit, sediakan saja 8 spuit dasar + 2 spuit tambahan sbb (ini pakai no Wilton, agar ada patokan standar):
- No. 4 : round, utk tali, tulisan, garis, cornelli, sotas
- No. 15 : open star kecil, motif bunga, kerang
- No. 199 : open star, motif kerang, kerang berdiri
- No. 104 : petal, motif bunga, renda
- No. 127 : petal besar, motif mawar, pita
- No. 22 : open star sedang, motif kerang koma, tumpuk, lilit, kepang
- No. 65 : leaf, motif daun
- No. 48 : basketweave, motif keranjang, pita
Spuit tambahan:
- No. 2110 / 1M : open star besar, motif bunga, swirl (utk cupcake)
- No. 233 : multi opening, motif rumput
Harga spuit yang kecil berkisar 23 rb, yang besar sekitar 40 rb (merk Wilton). Kalau ingin murah, beli aja spuit pasar isi 10-12 sekitar 5 rb berisi kurang lebih sama dengan spuit dasar. Atau waktu itu ada dijual di tbk paket aneka spuit plastik bikinan Malaysia berisi 24 pc harganya 24 rb.
Nah, apalagi yang menghalangi ?
Coba kita hitung, pakai asumsi harga murah:
- Mixer Rp. 150.000
- Oven Rp. 200.000
- 2 spatula Rp. 35.000
- Klakat Rp. 200.000
- Timbangan Rp. 50.000
- Sendok cup ukur Rp. 20.000
- Loyang Rp. 80.000
- Baskom Rp. 20.000
Total Rp. 755.000
Peralatan Hias
- Spatula Hias Rp. 25.000
- Plastik segitiga Rp. 6.000
- Spuit Rp. 5.000
- Meja putar Rp. 40.000
Total Rp. 76.000
Jumlah di atas bisa berkurang, kalo kita dapat warisan/pinjaman oven, klakat dan mixer, trus sendok dan mangkok ukur serta meja putar kita skip dulu, maka total investasi kita : Rp. 221.000. Murah kan ? Mungkin lebih murah dari jatah jajan sebulan. Padahal alat-alat tsb, selain plastik segitiga, tidak habis kita pakai, kita bisa menghemat pengeluaran jajan, hantaran, bahkan bisa cari duit dari situ, ga sampai sebulan udah BEP deh ... He he he ....
Baking Sindrom
Banyak orang punya niat untuk baking, tapi bingung untuk memulai, kadang udah keder membayangkan peralatan dan bahan-bahan yang kelihatannya mahal. Let's start with simple things ...
Saat memulai kembali baking aku hanya bermodal hand mixer buatan cina (ini juga dikasih ibu) dan panci kukusan (punyaku yang bulat besar biasa buat nasi kuning), aku udah bisa bikin bolu kukus, brownies kukus, cupcake kukus, jajan pasar, dan kue-kue lain yang digoreng.
Setelah itu aku mulai menambah peralatan, beli oven, upgrade mixer (krn yg lama jebol setelah kuperbudak), beli whisk, spatula, loyang, cetakan dan peralatan dekor sederhana.
Mulai join NCC, 'kegilaan'ku bertambah, apalagi setelah mengikuti beberapa kursus, biasa ... kena komporan teman juga. Kalo cewek-cewek lain kalap dengan sale kosmetik, baju, tas, sepatu, dll, aku ga bergeming. Aku cuma kalap kalo di toko bahan dan peralatan kue, promo baking tools di milis, diskon toko buku atau nemu buku baking di toko buku loak. Mulai deh tuh ... tumpukan loyang dan peralatan bahkan bahan baking bertambah di gudang. Sampai suami pernah complain, emang ga cukup loyang segini, masih beli terus ? Hi..hi.. kan tiap loyang kan punya fungsi yang beda ? Kumpulan resep pun makin menggunung. Aku mulai hapal seluk beluk dari online baking store, sampai toko bahan kue seantero Jakarta kayak Ani, Titan, Dharmaputra, Rossy, Mira, WT, Loyang, bahkan toko bahan kue level pasar tradisional pun aku jelajahi. Kalau nge-mal, bukan bagian baju, sepatu, tas atau make up, tapi bagian peralatan rumah atau dapur, atau toko peralatan rumah seperti ace hardware, superhome, electronic city, keluarnya bawa peralatan dapur lucu-lucu. Suami aja sampai bingung, saat ke luar kota pun aku sempetin nengok toko bahan kue setempat, alasanku, 'siapa tahu ada yang lucu-lucu' .... hi hi hi ...
Sejak bikin blog, makin terpacu keinginan menampilkan catatan baking lebih baik, dan sekarang tertular virus baru: food photography. Jadi lihat pernik-pernik, pengen juga buat koleksi properti photography. Haia ... Kapan sembuhnya kalau tertular virus melulu ? Tapi ga pa-pa to, wong yang digandrungi sesuatu yang positif.
Saat pengen menyenangkan diri sendiri, maka baking atau tour de toko bahan kue akan jadi penyaluranku. Kalau lagi berantem sama suami, dia tahu cara islah paling tokcer, dia akan bilang, 'mau dianterin ke titan ga ?' ha ha ha ....
Saat memulai kembali baking aku hanya bermodal hand mixer buatan cina (ini juga dikasih ibu) dan panci kukusan (punyaku yang bulat besar biasa buat nasi kuning), aku udah bisa bikin bolu kukus, brownies kukus, cupcake kukus, jajan pasar, dan kue-kue lain yang digoreng.
Setelah itu aku mulai menambah peralatan, beli oven, upgrade mixer (krn yg lama jebol setelah kuperbudak), beli whisk, spatula, loyang, cetakan dan peralatan dekor sederhana.
Mulai join NCC, 'kegilaan'ku bertambah, apalagi setelah mengikuti beberapa kursus, biasa ... kena komporan teman juga. Kalo cewek-cewek lain kalap dengan sale kosmetik, baju, tas, sepatu, dll, aku ga bergeming. Aku cuma kalap kalo di toko bahan dan peralatan kue, promo baking tools di milis, diskon toko buku atau nemu buku baking di toko buku loak. Mulai deh tuh ... tumpukan loyang dan peralatan bahkan bahan baking bertambah di gudang. Sampai suami pernah complain, emang ga cukup loyang segini, masih beli terus ? Hi..hi.. kan tiap loyang kan punya fungsi yang beda ? Kumpulan resep pun makin menggunung. Aku mulai hapal seluk beluk dari online baking store, sampai toko bahan kue seantero Jakarta kayak Ani, Titan, Dharmaputra, Rossy, Mira, WT, Loyang, bahkan toko bahan kue level pasar tradisional pun aku jelajahi. Kalau nge-mal, bukan bagian baju, sepatu, tas atau make up, tapi bagian peralatan rumah atau dapur, atau toko peralatan rumah seperti ace hardware, superhome, electronic city, keluarnya bawa peralatan dapur lucu-lucu. Suami aja sampai bingung, saat ke luar kota pun aku sempetin nengok toko bahan kue setempat, alasanku, 'siapa tahu ada yang lucu-lucu' .... hi hi hi ...
Sejak bikin blog, makin terpacu keinginan menampilkan catatan baking lebih baik, dan sekarang tertular virus baru: food photography. Jadi lihat pernik-pernik, pengen juga buat koleksi properti photography. Haia ... Kapan sembuhnya kalau tertular virus melulu ? Tapi ga pa-pa to, wong yang digandrungi sesuatu yang positif.
Saat pengen menyenangkan diri sendiri, maka baking atau tour de toko bahan kue akan jadi penyaluranku. Kalau lagi berantem sama suami, dia tahu cara islah paling tokcer, dia akan bilang, 'mau dianterin ke titan ga ?' ha ha ha ....
Kenapa baking ?
Ya ... Kenapa baking ? Pertanyaan yang dilontarkan teman-teman saat mengetahui keseharianku sekarang kuisi dengan baking. Sebenarnya mereka ga tahu juga, bahwa sejak sekolah dulu, aku udah suka baking juga, apalagi kalo ibu ada pesanan kue, dari snack box sampai wedding cake. Aku ingat, aku suka 'diselundupkan' sama ibu untuk ikut demo masak atau bikin kue. Sering juga eksperimen resep, apalagi adikku dengan senang hati menampung hasilnya, berhasil atau gagal.
Saat kuliah, karena merantau, hobi tak bisa tersalur, tahulah kondisi orang rantau, cuma aku suka ngumpulin resep Femina (hihi majalahnya beli di tukang loak). Saat aku pindah kost ke tempat yang ada pantry sendiri, boleh masak dan dilengkapi peralatan, mulai berani bikin yang simple, secara kantong juga ngepas.
Saat merried, belum terpikir juga nerusin hobi, apalagi langsung si kecil lahir, ngurusin sendiri suami baru, kerjaan baru, rumah baru, anak-anak berikutnya tak menyisakan energi dan waktu untuk baking.
Nah, setelah 3 anakku lumayan bisa mandiri (paling kecil udah tk), energi berlebih ini butuh penyaluran ... Ha ha ha ...
Nggak tahu kenapa, dengan baking aku bisa mendapat waktu refreshing dari berbagai aktivitas yang kujalani. Dari tekanan dan tuntutan pekerjaan yang intens terkadang emosional, tekanan emosi menghadapi anak atau suami bahkan pembantu, atau pikiran lain yang kadang membebani pikiran. Sensasi baking sangat berbeda dengan cooking, yang tidak bisa kurasakan adrenalin. Memang baking tetap butuh konsentrasi, yang bagi sebagian orang malah menciptakan stress tersendiri, tapi buatku bagaikan diberi teka-teki plus disuruh adu ketangkasan yang menimbulkan perasaan puas saat berhasil menaklukkannya.
Saat mixer berbunyi, adrenalin sudah terpacu, kemudian mengaduk adonan (yang kalau salah, langsung gagal deh), menanti adonan mengembang dan membentuk kue yang sempurna bagaikan menunggu suatu pencapaian dengan adrenalin yang memuncak. Saat kue sesuai dengan hasil yang kita harapkan, wuih ... rasanya kayak menaklukkan himalaya (lebay ga sih ...). Hua ha ha ... Jangan ketawa, aku sendiri kadang ga nyangka dengan ekspresiku sendiri saat berhasil menaklukkannya. Seperti saat berhasil bikin cheese cake, aku bisa nari-nari sekeliling dapur; bisa bikin chiffon cake teriak-teriak 'yes yes yes'; bisa bikin bolkus ngakak (krn selama ini cuma ketawa) langsung lompat-lompat sambil teriak 'berhasil-berhasil-berhasil' .... Ha ha ha .... Suami sama anak sampai bingung ...
Makanya buat yang butuh penyaluran stress, baking aja yuk ... Ga usah ngafe, ngrumpi, shopping, clubbing, dan de el el yang kadang malah banyak mudharatnya. Baking aja, stres tersalur, anak suami seneng mak-nya ga keluyuran, menghemat karena ga perlu lagi beli makanan di luar yang banyak mengandung bahan kimia (krn utk kepentingan industri dan ekonomi), dan siapa tahu bisa nambah penghasilan, he he he .... Baking yuk baking !!!!!
Saat kuliah, karena merantau, hobi tak bisa tersalur, tahulah kondisi orang rantau, cuma aku suka ngumpulin resep Femina (hihi majalahnya beli di tukang loak). Saat aku pindah kost ke tempat yang ada pantry sendiri, boleh masak dan dilengkapi peralatan, mulai berani bikin yang simple, secara kantong juga ngepas.
Saat merried, belum terpikir juga nerusin hobi, apalagi langsung si kecil lahir, ngurusin sendiri suami baru, kerjaan baru, rumah baru, anak-anak berikutnya tak menyisakan energi dan waktu untuk baking.
Nah, setelah 3 anakku lumayan bisa mandiri (paling kecil udah tk), energi berlebih ini butuh penyaluran ... Ha ha ha ...
Nggak tahu kenapa, dengan baking aku bisa mendapat waktu refreshing dari berbagai aktivitas yang kujalani. Dari tekanan dan tuntutan pekerjaan yang intens terkadang emosional, tekanan emosi menghadapi anak atau suami bahkan pembantu, atau pikiran lain yang kadang membebani pikiran. Sensasi baking sangat berbeda dengan cooking, yang tidak bisa kurasakan adrenalin. Memang baking tetap butuh konsentrasi, yang bagi sebagian orang malah menciptakan stress tersendiri, tapi buatku bagaikan diberi teka-teki plus disuruh adu ketangkasan yang menimbulkan perasaan puas saat berhasil menaklukkannya.
Saat mixer berbunyi, adrenalin sudah terpacu, kemudian mengaduk adonan (yang kalau salah, langsung gagal deh), menanti adonan mengembang dan membentuk kue yang sempurna bagaikan menunggu suatu pencapaian dengan adrenalin yang memuncak. Saat kue sesuai dengan hasil yang kita harapkan, wuih ... rasanya kayak menaklukkan himalaya (lebay ga sih ...). Hua ha ha ... Jangan ketawa, aku sendiri kadang ga nyangka dengan ekspresiku sendiri saat berhasil menaklukkannya. Seperti saat berhasil bikin cheese cake, aku bisa nari-nari sekeliling dapur; bisa bikin chiffon cake teriak-teriak 'yes yes yes'; bisa bikin bolkus ngakak (krn selama ini cuma ketawa) langsung lompat-lompat sambil teriak 'berhasil-berhasil-berhasil' .... Ha ha ha .... Suami sama anak sampai bingung ...
Makanya buat yang butuh penyaluran stress, baking aja yuk ... Ga usah ngafe, ngrumpi, shopping, clubbing, dan de el el yang kadang malah banyak mudharatnya. Baking aja, stres tersalur, anak suami seneng mak-nya ga keluyuran, menghemat karena ga perlu lagi beli makanan di luar yang banyak mengandung bahan kimia (krn utk kepentingan industri dan ekonomi), dan siapa tahu bisa nambah penghasilan, he he he .... Baking yuk baking !!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
