Sabtu, November 05, 2011

KBB#26 Panettone





Berharap tantangan Italian Baking kali ini bukan jeris rerotian, e... yang keluar malah Panettone. Tapi, tantangan kan tetap harus ditaklukkan ya ... jadi .... hayok kita kerjakan.

Kalau melihat di buku resep luar negeri, panettone tampil sebagai roti 'gagah' menjulang, katanya sih tekstur dalamnya tidak seperti roti, akan tetapi campuran roti dan cake. Kalau melihat teknik pengerjaan memang proses pengadukan adonan adonan tidak seheboh bikin roti.

Pas bikin, ternyata adonan memang tidak seperti adonan roti, lebih lembek. Kurang hoki juga karena cuaca sedang tidak bersahabat, beberapa hari mendung dan hujan, sehingga adonan tidak mengembang benar-benar 2 kali lipat, tapi ga papa lah ... karena pas dioven ternyata cukup mengembang dan teksturnya ga bantat.

Hasilnya lumayan enak saat disantap hangat. Pas makan sisanya sudah dingin, alamak ... bener-bener ga cocok sama aku, begitu juga orang rumah, walhasil ga ada yang nyentuh ... hik hik ... Memang cocoknya fresh from the oven ...

Panettone (traditional italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet

Ingredients
1 1/2 cakes of fresh baker's yeast
65 ml (1/4 cup) sugar
6 tbsp. warm water
6 egg yolks
Finely grated zest of 1 lemon
A pinch of salt
500-750 ml (2-3 cups) flour
100 ml (6 tbsp.) diced candied peel
100 g (6 tbsp.) + 2 tbsp.butter
4 tbsp. sultanas
4 tbsp. currants
1 tsp. vanilla

Bahan :
1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)
65 ml (1/4 cup) gula
6 tbsp air hangat
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
4 sdm sultana
4 sdm currant (beri berian :P)
1 sdt vanilla

Method
- Sprinkle 1 tbsp. granulated sugar and the yeast over the warm milk and let sit 3 minutes; mix and let rest in a warm draft-free place (e.g., a warm oven that has been turned off) until the mixture has doubled in volume, approximately 5 minutes; pour the mixture into a bowl, add in the egg yolks, vanilla, lemon zest, salt and remaining sugar; gradually mix in 500 ml (2 c.) of the flour by hand until a smooth consistency is attained
- the dough should easily come together into a ball; gradually add the butter cut into small dice and beat until the dough becomes smoother and more elastic; add 125 to 250 ml (1/2 to 1 c.) more flour until the dough is firm and silky but not sticky;
place the ball onto a lightly floured surface. Knead the dough for approximately 10 minutes. When the dough is smooth and shiny, place into a buttered bowl; dust lightly with flour, cover with a kitchen towel and place in a warm draft-free place for about 45 minutes until doubled in volume;
- punch down the dough firmly with your fist and flatten it out in the bowl; add the candied lemon peel, raisins and currants and knead until well distributed but without working the dough more than necessary;
- line a large bread pan with brown paper that has been well buttered on both sides; place the dough in the pan and trace a cross on top;
cover with buttered paper and let rise again in a warm place for 15 minutes;
remove the paper from the top; brush the top with softened butter.
- Preheat the oven to 200°C (400° F); place the bread pan on the middle rack of the oven and bake for 10 minutes;
- reduce the oven temperature to 160° C (350° F) and continue baking for another 30 to 40 minutes, brushing again with melted butter; the bread is done when the surface is golden and crispy;
- remove from the oven; remove the paper and let cool for 15 minutes before unmolding.

Cara Membuat :
- Masukkan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit. 
- Masukkan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
- Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
- Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
- Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
- Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.
Panaskan oven dengan suhu 200 'C (400 'F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 'C (350 'F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
- Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang. 



Aku bikin di cup muffin, karena khawatir ga ngembang banget kalo dijadikan satu di loyang, hihihi ... ntar namanya ga panettone dong. Ini juga sedikit salah, naruh adonannya kurang banyak, harapanku dia mumbul tinggi melebihi papercupnya, hehehe, ternyata mumbul malu-malu, tapi tetep lulus kan bu Host ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar