Sabtu, Oktober 23, 2010

Bangket Susu



Kue bangket adalah kue yang tidak terlalu akrab buatku. Saat teman-teman milis NCC heboh membicarakan kue untuk event online NCC ini, aku berusaha mengumpulkan serakan kenangan 'masa sangat kecilku' saat eyang putri masih ada. Hah, susah sekali ya mengingatnya. Karena eyang putri sudah meninggal saat aku kelas 2 SD. Kenapa eyang putri ? Karena mama tidak pernah bikin kue ini, he he ... jadi ... ya maaf, kamus perkuean-ku kurang lengkap.

Aku lupa, kue ini disebut apa dulu. Sedikit ingatan masa lalu, eyang bikin beralaskan tikar, masih 'ndeprok' pakai kain panjang, terus adonan kue ditekan-tekan ke cetakan, lalu dipukulkan untuk mengeluarkan hasil cetakan ke loyang. Manggangnya masih pakai kayu bakar, harum santannya sangat dominan. Makannya harus nunggu dingin, karena kue gampang buyar kalo masih panas. Dasar anak kecil, ga sabaran - padahal sudah dikasih tahu, sambil dikipas-kipas pengen cepet mengulum, yang ada kuenya ambyar, lidah dan mulut kepanasan pula. Ha ha ha ...

Aku coba resepnya mbak Nadrah yang pakarnya resep tradisional. Agak nggak sabaran juga dengan tekstur kue yang sangat ambyar gini ... weleh ... weleh ... kok dulu kayaknya eyang putri nyantai banget bikin berkilo-kilo kue ini ya ?

Kue ini mouthmelting - lumer dimulut. Seharusnya aku pakai cetakan yang lebih kecil, agar bisa sekali hap masuk semua ke mulut, karena kalau digigit kan ambyar. Cuma, aku cari cetakan nastar keranjang kecil-kecil kok nggak nemu, sampai ngubek seisi gudang, ya sudah pakai cetakan praline saja itu juga nemunya yang ukuran gede, hiks ....

Hasilnya, cukup mewakili memori masa kecilku. Yang bingung Kirana, katanya susah banget makan kuenya .... Oh ... Jadi kangen eyang .... !!!

Bangket Susu
Nadrah Shahab

Bahan
500 gr tepung sagu, sangrai dengan daun pandang sampai kering
150 gr gula halus
100 gr margarin
75 gr susu kental manis

Cara Membuat
- Campur semua tepung sagu dan gula halus dengan diayak.
- Masukkan margarin, aduk hingga rata (berbutir).
- Tuang susu, aduk rata.
- Cetak. Bisa menggunakan dengan cetakan kue satu, cetakan praline atau cetakan nastar keranjang.
- Oven 140 'C selama 20 menit.
- Diamkan kue sampai dingin betul, karena kue sangat rapuh.
Pindahkan dengan hati-hati.

Tips dan Triks:
- Adonan memang sangat tidak menyatu, asal bisa dipadatkan dalam cetakan, ok saja. Jika adonan sulit dipadatkan, tambahkan 25 gr margarin. Maksimal 2 kali penambahan margarin (total 50 gr). Jangan terlalu banyak karena warna kue jadi kekuningan.
- Sangrai tepung sampai kering (ringan) dengan api kecil, sehingga hasil kue bisa tetap putih.
- Suhu oven harus kecil, agar kue tidak gosong.
- Aku cetak pakai cetakan praline diameter atas 5cm, 1/2 resep jadi 28 buah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar