Minggu, Mei 09, 2010

Roti Sobek


Baca kompas minggu ada resep roti sobek, kok jadi kepengen. Biasanya aku kurang tertarik bikin roti, selain belum punya mixer heavy duty, juga masih trauma dengan saat bikin roti pertama kali yang kurang berhasil.

Akhirnya membulatkan tekad, kapan lagi bisa mencoba ? Ngulenin manual sambil nemenin Papa nonton film, ga kerasa, cepet juga udah kalis elastis (hi hi ... takjub juga ... secara membayangkan akan lama nian perjuangan ini), ternyata ga sampai 1 jam. Yang lama proses proofing kedua setelah digulung dan ditata di loyang.

Saat udah matang, hangat-hangat dimakan, hm mmmm .... mak nyus rasanya ... lembut banget, padahal ga pakai bread improver. Kirana ama Farras sampai minta nambah.

Percayalah ... meski tanpa heavy duty mixer, membuat roti ternyata mudah ... jangan percaya tahyul kalau bikin roti adalah derita berkepanjangan ... he he he ...

Roti Sobek Polos
Kompas Daily 9 Mei 2010

Bahan
300 gr terigu protein tinggi
200 gr terigu protein sedang
30 gr susu bubuk
150 gr gula pasir
1/2 bks ragi instan
2 kuning telur
230 ml air
50 gr margarin
1/2 sdt garam
1 sdm susu evaporated untuk olesan

Cara Membuat
- Ayak terigu dan susu, campur dengan gula dan ragi. Buat lubang di tengah, masukkan kuning telur, uleni sambil tuangi air secara bertahap. Uleni hingga kalis.
- Tambahkan margarin dan garam, uleni hingga kalis elastis.
- Bulatkan, tutup dengan plastik, diamkan 30 menit.
- Buang gas dengan meninju adonan, timbang adonan @85 gr. Bulatkan, gilas, gulung, letakkan 5 buah adonan di loyang 24x10x7cm yang dioles margarin dan dialasi kertas roti. Diamkan 60 menit, atau sampai mengembang dua kali lipat.
- Olesi dengan susu evaporated. Oven selama 35 menit suhu 180 'C.
- Keluarkan dari oven, olesi dengan susu evaporated. Lepaskan dari loyang.

Untuk 2 loyang

Note:
- Berhubung belum punya mixer heavy duty, maka masih nguleni pakai tangan. Dan ternyata tidak perlu sampai ngos-ngosan untuk membuat roti yang lembut. Lakukan gerakan seperti mencuci di papan penggilasan.
- Tanda adonan kalis adalah sudah tidak lengket di tangan atau wadah. Tuang air bertahap, karena mungkin air tidak diperlukan semuanya, karena pembuatan roti sangat tergantung pada cuaca. Jika air sudah terlanjur masuk semua, dan adonan masih belum kalis juga, jangan langsung tuang banyak tepung, tapi baluri tangan dengan tepung, uleni adonan, lakukan berulang hingga adonan kalis.
- Tanda adonan kalis elastis adalah tidak lengket di tangan dan kalau adonan ditarik dengan dua tangan tidak sobek. Uleni seperti mengucek baju di papan penggilasan.
- Permukaan rotiku kurang 'terbakar' karena aku ga pakai susu evaporated (lagi ga ada stok), aku cuma pakai susu cair biasa. Kata bu Fat (hasil konsultasi) kalau mau lebih 'ranum' permukaannya pakai olesan 1 kuning telur + 1 sdm susu evaporate + 2 sdm air. Kemudian saat keluar dari oven, poles dengan mentega biar konclong.
- Roti bisa diisi dengan macam-macam isian, dimasukkan saat menggulung adonan. Hati-hati jangan sampai isi keluar dari dari gulungan. Kemaren 1 loyang aku isi meses coklat, yang lain aku isi keju cheddar parut. Udah ga sempat bikin isian yang lebih 'miyayeni' karena udah 'kejar tayang'. Tapi dengan isi praktis seperti ini aja udah enak kok.
- Kalau mau lebih maknyus, bikin isian keju dengan memasak keju cheddar parut dengan susu cair hingga menjadi adonan kental dan dapat dipulung. Kalau punya, bisa diberi sedikit keju parmesan, agar lebih enak. Untuk coklat, campurkan DCC cair dengan susu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar