Kamis, April 11, 2013
NCC JITW - Es Doger dari Bogor INDONESIA
Perkenalan dengan es doger adalah saat kuliah di Bogor, dimana ada satu sudut kampus yang nama kerennya "DPR" yang merupakan singkatan dari kalimat di bawah pohon rindang tempat nongkrong mahasiswa saat jeda waktu antar mata kuliah, melewatkan waktu dengan tukang jualan minuman botol, gorengan dan es doger. Di antara penjual ini yang paling tenar ya si tukang doger. Hampir tiap ada acara kampus, tukang doger menjadi pengisi acara, menjadi salah satu item menu.
Es Doger sebenarnya simple saja, es puter kampung diberi tape singkong, tape ketan hitam dan dikucuri sirup merah dan susu kental manis. Tapi nano-nano rasanya yang membuat kangen pengen dan pengen lagi. Tapi memang yang bukan penyuka tape, agak susah menikmati minuman ini. Nah, berhubung tidak menemukan resep es doger yang orisinil, resep berikut didasarkan hasil reka ulang masa lalu saja. Selamat menikmati.
Bahan
Es puter rasa kelapa/kopyor
Tape singkong
Tape ketan hitam
Sirup merah
Susu kental manis
Cara Membuat
1. Susun bahan dalam mangkok/cangkir, berturut-turut, tape singkong, tape ketan hitam, es puter.
2. Kucuri dengan sirup merah dan susu kental manis
Selasa, April 02, 2013
NCC JTIW - Pis Kopyor dari Semarang INDONESIA
Jajanan ini menjadi salah satu entry untuk NCC Week Jajanan Tradisional Indonesia, Pis Kopyor dari Semarang.
Kalau denger namanya, orang bisa salah pengertian, tapi ga tahu juga asal usulnya kenapa dinamakan pis kopyor, padahal juga ga pakai kopyor, tapi kelapa muda. Yang bikin paling bertanya2 adalah pake kata 'pis', entah apa artinya.
Kue ini sejenis bongko atau carang gesing dengan bahan berbeda tentu saja. Intinya penggunaan santan, daun pandan dan daun pisang.
Kue jadul ini kesenengan bapak dan eyang, dulu suka banget bikin untuk suguhan beliau-beliau. Apa karena tidak butuh gigi yang kuat untuk menyantap, alias dikunyah sekali langsung bisa ditelan, hehehe ... Apalagi kalo disantap dingin, ... anyes, gurih, lembut, mak glenyer ...
Sekarang banyak yang membuat modifikasi, seperti menambang nangka, kismis, atau bahan lain, tapi aku tetep setia sama resep jadul ini yang menurutku lebih orisinil dan nikmat rasanya. Menurutku justru kesederhanaan kue-kue tradisional lah yang membuat kangen.
Pis Kopyor
Ala Hesti
Bahan
1 butir kelapa muda, keruk panjang dagingnya
2 lbr roti tawar, masing2 potong 10
100 gr gula pasir
500 ml santan
1/2 sdt vanili bubuk
1 sdt garam
2 lbr daun pandan, sobek masing2 menjadi 5 potong
Daun pisang untuk membungkus
Lidi untuk menyemat
Cara Membuat
1. Campur santan, gula, vanili, garam, aduk hingga gula larut.
2. Ambil daun pisang, beri 1 irisan daun pandan, 2 potong roti, kelapa muda, tuang santan. Sematkan lidi. Lakukan hingga adonan habis.
3. Kukus 20 menit sampai matang.
Catatan:
1. Lebih enak dimakan dingin.
2. Jika tidak ada daun pisang, bisa ditaruh di ramekin kecil. Tetapi tidak akan dapat aroma daun pisang.
3. Agar tidak mudah sobek, panaskan sebentar daun pisang dengan panas matahari atau kompor.
Untuk 10 bungkus
Kalau denger namanya, orang bisa salah pengertian, tapi ga tahu juga asal usulnya kenapa dinamakan pis kopyor, padahal juga ga pakai kopyor, tapi kelapa muda. Yang bikin paling bertanya2 adalah pake kata 'pis', entah apa artinya.
Kue ini sejenis bongko atau carang gesing dengan bahan berbeda tentu saja. Intinya penggunaan santan, daun pandan dan daun pisang.
Kue jadul ini kesenengan bapak dan eyang, dulu suka banget bikin untuk suguhan beliau-beliau. Apa karena tidak butuh gigi yang kuat untuk menyantap, alias dikunyah sekali langsung bisa ditelan, hehehe ... Apalagi kalo disantap dingin, ... anyes, gurih, lembut, mak glenyer ...
Sekarang banyak yang membuat modifikasi, seperti menambang nangka, kismis, atau bahan lain, tapi aku tetep setia sama resep jadul ini yang menurutku lebih orisinil dan nikmat rasanya. Menurutku justru kesederhanaan kue-kue tradisional lah yang membuat kangen.
Pis Kopyor
Ala Hesti
Bahan
1 butir kelapa muda, keruk panjang dagingnya
2 lbr roti tawar, masing2 potong 10
100 gr gula pasir
500 ml santan
1/2 sdt vanili bubuk
1 sdt garam
2 lbr daun pandan, sobek masing2 menjadi 5 potong
Daun pisang untuk membungkus
Lidi untuk menyemat
Cara Membuat
1. Campur santan, gula, vanili, garam, aduk hingga gula larut.
2. Ambil daun pisang, beri 1 irisan daun pandan, 2 potong roti, kelapa muda, tuang santan. Sematkan lidi. Lakukan hingga adonan habis.
3. Kukus 20 menit sampai matang.
Catatan:
1. Lebih enak dimakan dingin.
2. Jika tidak ada daun pisang, bisa ditaruh di ramekin kecil. Tetapi tidak akan dapat aroma daun pisang.
3. Agar tidak mudah sobek, panaskan sebentar daun pisang dengan panas matahari atau kompor.
Untuk 10 bungkus
NCC JTIW - Kue Moho dari Semarang INDONESIA
Masih dalam rangka event NCC Jajanan Tradisional INDONESIA, kali ini aku tampilkan kue Moho jajanan khas peranakan Semarang.
Kue moho dipakai dalam Festival Sembahyang Rebutan (Festival Roh yang Kelaparan) di Semarang yang berlangsung 2 hari sampai 1 bulan pada bulan ke-7, digelar di halaman kelenteng untuk menyenangkan para arwah. Berbagai pertunjukan seperti wayang potehi, gambang kromong, keroncong dan orkes tradisional digelar menemani berbagai sajian sembahyang yang terdiri dari berbagai masakan, arak, teh, dan ribuan kue moho, bapao merah, kue mangkuk merah dan pink, buah-buahan, dan manisan buah. (Disarikan dari Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin terbitan Gaya Favorit Press).
Kue ku dan moho yang berwarna merah, sama juga melambangkan persatuan anggota keluarga. Dan warna merah, sesuai dengan legenda untuk menakuti monster yang bernama “Nian” (baca: nien), yang takut warna merah dan suara keras. Legenda ini sudah banyak diceritakan di mana-mana.
Teringat kue moho, teringat kakak saat masa perploncoan masuk kuliah, salah satunya adalah membawa kue moho. Katanya karena sudah jadi mahasiswa (moho-nya siswo - murid yang paling hebat - red) maka harus akrab dengan kue ini, hahaha ... bisa aja itu senior-senior. Kata kakak, kue ini harus dimakan jika berbuat kesalahan, tetapi tidak boleh sambil minum. Kebayang itu mahasiswa sampai melotot-lotot berusaha menelan kue ini karena memang teksturnya padat dan seret. Wkwkwkkwkkkkk ....
Tetapi ga tahu kenapa, aku dulu suka makan kue ini, selain beli di pasar, biasa ada mbok-mbok menggendong tenong (tempat makan dari aluminium bersusun) yang jualan keliling. Kue ini selalu ada selain kue-kue basah, gorengan, dan lauk siap saji lainnya. Suka aja sama penampilan dan rasanya yang khas, jadul dan ga ada duanya itu. Kalo di mbok-mbok itu bentuknya sedikit lebih kecil daripada yg dijual di pasar atau yang buat sembahyangan.
Sehubungan dengan NCCJTW, pengin rasanya mengulang memori itu. Aku udah lupa, dulu alm. ibu bikin seperti apa, catatan juga sudah tidak ada. Hasil browsing, ternyata resep yang beredar versinya seperti kue mangkok atau bolu kukus beras. Padahal seingatku teksturnya seperti roti/bapao tetapi lebih padat dan agak seret. Hihihi ... inget komentar Pak Wisnu di milis, terdapat aroma apek ... hahaha ... Bongkar koleksi majalah dan buku, ketemu resep bu Hiang Marahimin yang menurutku cukup otentik. Maka sampailah aku pada akhir pencarian.
Kue Moho
Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin
Sirup: rebus hingga larut
250 ml air
100 gr gula pasir
Adonan tepung
500 gr tepung terigu
2 sdt garam
2 sdt bp
4 sdt mentega putih
Pewarna merah muda
6 takir daun diameter 8cm tinggi 6cm
Adonan ragi
4 sdt gula pasir
3 sdm air hangat
2 sdt ragi instan
Cara Membuat
1. Adonan ragi: campur gula dan air hingga gula larut, masukkan ragi, aduk. Taruh di tempat hangat 5-10 menit atau hingga berbuih dan ringan.
2. Adonan tepung: ayak terigu, garam, bp, tambahkan mentega, aduk dengan garpu hingga rata dan berbutir kasar, buat lubang di tengah. Campur ragi dan sirup hingga rata. Tuang bertahap ke dalam lubang tepung sambil diaduk dengan tangan hingga adonan kalis.
3. Taruh di atas meja bertabur tepung, uleni hingga licin dan lentur (10 menit). Tutup adonan dengan kain, biarkan di tempat hangat 1-1 1/2 jam atau hingga mengembang 2 kali. Bagi 6 bagian, bentuk bulat.
4. Taruh di takir. Olesi/semprot permukaan atasnya dengan pewarna merah muda, lalu kerat menyilang bagian atasnya. Diamkan 30 menit hingga mengembang 2 kali lipat.
5. Kukus di api besar selama 20 menit.
Kue moho dipakai dalam Festival Sembahyang Rebutan (Festival Roh yang Kelaparan) di Semarang yang berlangsung 2 hari sampai 1 bulan pada bulan ke-7, digelar di halaman kelenteng untuk menyenangkan para arwah. Berbagai pertunjukan seperti wayang potehi, gambang kromong, keroncong dan orkes tradisional digelar menemani berbagai sajian sembahyang yang terdiri dari berbagai masakan, arak, teh, dan ribuan kue moho, bapao merah, kue mangkuk merah dan pink, buah-buahan, dan manisan buah. (Disarikan dari Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin terbitan Gaya Favorit Press).
Kue ku dan moho yang berwarna merah, sama juga melambangkan persatuan anggota keluarga. Dan warna merah, sesuai dengan legenda untuk menakuti monster yang bernama “Nian” (baca: nien), yang takut warna merah dan suara keras. Legenda ini sudah banyak diceritakan di mana-mana.
Teringat kue moho, teringat kakak saat masa perploncoan masuk kuliah, salah satunya adalah membawa kue moho. Katanya karena sudah jadi mahasiswa (moho-nya siswo - murid yang paling hebat - red) maka harus akrab dengan kue ini, hahaha ... bisa aja itu senior-senior. Kata kakak, kue ini harus dimakan jika berbuat kesalahan, tetapi tidak boleh sambil minum. Kebayang itu mahasiswa sampai melotot-lotot berusaha menelan kue ini karena memang teksturnya padat dan seret. Wkwkwkkwkkkkk ....
Tetapi ga tahu kenapa, aku dulu suka makan kue ini, selain beli di pasar, biasa ada mbok-mbok menggendong tenong (tempat makan dari aluminium bersusun) yang jualan keliling. Kue ini selalu ada selain kue-kue basah, gorengan, dan lauk siap saji lainnya. Suka aja sama penampilan dan rasanya yang khas, jadul dan ga ada duanya itu. Kalo di mbok-mbok itu bentuknya sedikit lebih kecil daripada yg dijual di pasar atau yang buat sembahyangan.
Sehubungan dengan NCCJTW, pengin rasanya mengulang memori itu. Aku udah lupa, dulu alm. ibu bikin seperti apa, catatan juga sudah tidak ada. Hasil browsing, ternyata resep yang beredar versinya seperti kue mangkok atau bolu kukus beras. Padahal seingatku teksturnya seperti roti/bapao tetapi lebih padat dan agak seret. Hihihi ... inget komentar Pak Wisnu di milis, terdapat aroma apek ... hahaha ... Bongkar koleksi majalah dan buku, ketemu resep bu Hiang Marahimin yang menurutku cukup otentik. Maka sampailah aku pada akhir pencarian.
Kue Moho
Buku Seri Masak Femina - Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karangan Hiang Marahimin
Sirup: rebus hingga larut
250 ml air
100 gr gula pasir
Adonan tepung
500 gr tepung terigu
2 sdt garam
2 sdt bp
4 sdt mentega putih
Pewarna merah muda
6 takir daun diameter 8cm tinggi 6cm
Adonan ragi
4 sdt gula pasir
3 sdm air hangat
2 sdt ragi instan
Cara Membuat
1. Adonan ragi: campur gula dan air hingga gula larut, masukkan ragi, aduk. Taruh di tempat hangat 5-10 menit atau hingga berbuih dan ringan.
2. Adonan tepung: ayak terigu, garam, bp, tambahkan mentega, aduk dengan garpu hingga rata dan berbutir kasar, buat lubang di tengah. Campur ragi dan sirup hingga rata. Tuang bertahap ke dalam lubang tepung sambil diaduk dengan tangan hingga adonan kalis.
3. Taruh di atas meja bertabur tepung, uleni hingga licin dan lentur (10 menit). Tutup adonan dengan kain, biarkan di tempat hangat 1-1 1/2 jam atau hingga mengembang 2 kali. Bagi 6 bagian, bentuk bulat.
4. Taruh di takir. Olesi/semprot permukaan atasnya dengan pewarna merah muda, lalu kerat menyilang bagian atasnya. Diamkan 30 menit hingga mengembang 2 kali lipat.
5. Kukus di api besar selama 20 menit.
NCC JTIW - Es Gempol Pleret dari Semarang INDONESIA
Dalam rangka NCC Week dengan tema Jajanan Tradisional INDONESIA, aku persembahkan Es Gempol Pleret dari Semarang. Semoga bisa membuat jajanan tradisional INDONESIA makin jaya.
Minuman yang sudah hampir punah di Semarang, rata-rata kaum muda sudah tidak kenal dengan minuman ini. Minuman ini sangat segar dinikmati saat siang yang panas, bahkan untuk sore dan malam hari di kota Semarang yang memang lebih banyak panas di banding kota lain.
Ingat es gempol pleret, inget almarhum bapak. Bapak sangat suka es ini, langganannya di pasar Bergota, yang jualan seorang ibu yang memang cuma jualan es ini di deretan depan los pasar yang menghadap ke jalan raya. Aku perhatiin, ibu ini setia banget jualan sampai terakhir aku beli yaitu waktu terakhir mudik beberapa saat sebelum almarhun ibu dipanggil Allah. Sekarang udah sepuh banget, rambutnya udah putih semua, di pasar itu cuma dia sendiri yang jualan es gempol pleret. Di simpang lima ada juga sih yang jualan, tetapi kurang legit rasanya.
Es gempol adalah minuman dingin berisi beberapa gempol yaitu bulatan sebesar bakso kecil dari tepung beras berwarna putih, dengan rasa cenderung gurih karena hanya diberi garam dan beberapa pleret, yaitu adonan tepung ketan yang berbentuk pipih, biasanya berwarna pink dan hijau. Pipih karena adonan tadi dipleret (ditekan - bhs jawa) ke daun pisang saat membuatnya sebelum dikukus untuk mematangkannya, jadi bentuknya cenderung tipis kayak lembaran-lembaran. Pleret rasanya kenyal dan manis. Kuahnya kuah gurih santan encer yang harum pandan, diberi sirop merah jadul (bikinan sendiri) beraroma frambozen dan pecahan es batu. Jadi saat diaduk, kuah akan menjadi bersemu pink. Biasa disajikan di mangkuk seperti mangkuk bakso (yang ada gambar ayam jago atau penyedap Sasa, hehehe ...). Porsinya cukup banyak, apalagi kalau dibungkus untuk dibawa pulang, biasanya saat dituang bisa lebih dari satu mangkuk. Si ibu waktu menyajikan akan bertanya, "komplit ?" Artinya pakai gempol + pleret. Kalau aku pasti akan bilang komplit, karena tanpa pleret, bukan es gempol pleret namanya.
Sewaktu browsing resep, kebanyakan adalah es gempol versi Jepara yang hanya pakai bulatan putih tepung beras tanpa pleret, dan kuahnya santan yang diberi gula merah jadi berwarna coklat dan diberi potongan nangka. Berbeda dengan es gempol pleret Semarang selama ini yang kukenal, makanya aku coba bikin dengan resep kira-kira aja, setidaknya mewakili rasa nostalgia yang masih aku miliki.
Es Gempol Pleret
Ala Hesti
Bahan gempol:
200 gr tepung beras
25 gr tepung sagu
1/2 sdt garam
75 ml air panas
Air untuk merebus
Bahan pleret:
100 gr tepung ketan
50 ml santan kental dari 1 butir kelapa
25 gr gula pasir
1/4 sdt garam
100 ml air panas
Pasta pandan
Pasta strawberry
Pelengkap
Sirup frambozen
Es batu, hancurkan
Kuah Santan:
250 ml santan kental
750 ml air
1/2 sdt garam
2 lbr daun pandan, simpulkan
Cara Membuat:
Adonan gempol:
1. Kukus tepung beras selama 30 menit, angkat.
2. Campurkan tepung beras, tepung sagu dan air panas, uleni hingga kalis.
3. Bulatkan adonan sebesar kelereng, tekan bagian tengah dengan ibu jari hingga membentuk cekungan.
4. Masukkan dalam air mendidih, rebus adonan hingga mengapung, angkat. Sisihkan.
Pleret
1. Campur tepung ketan, gula, garam dan air panas, aduk rata.
2. Bagi menjadi 2 bagian, masing-masing beri pasta pandan dan pasta strawberry.
3. Tuang adonan pandan tipis-tipis diatas daun pisang, begitu juga untuk adonan strawberry, kukus 30 menit. Angkat, sisihkan
Kuah santan:
Panaskan santan, air, garam dan daun pandan, aduk rata, masak hingga mendidih. Dinginkan.
Penyajian:
Dalam mangkuk, susun gempol, pleret pandan dan pleret strawberry, tuangi kuah santan, beri sirup frambozen dan es batu. Sajikan.
Untuk 5 mangkuk.
Note:
- pasta pandan bisa diganti perasan air daun suji
- sirup frambozen bisa dibuat sendiri dengan merebus gula dan air dengan diberi perasa frambozen dan warna merah.
- ternyata aku kesulitan mem-pleret adonan, akhirnya aku taruh di wadah, dikukus, baru diiris tipis, hehehe ...
Minuman yang sudah hampir punah di Semarang, rata-rata kaum muda sudah tidak kenal dengan minuman ini. Minuman ini sangat segar dinikmati saat siang yang panas, bahkan untuk sore dan malam hari di kota Semarang yang memang lebih banyak panas di banding kota lain.
Ingat es gempol pleret, inget almarhum bapak. Bapak sangat suka es ini, langganannya di pasar Bergota, yang jualan seorang ibu yang memang cuma jualan es ini di deretan depan los pasar yang menghadap ke jalan raya. Aku perhatiin, ibu ini setia banget jualan sampai terakhir aku beli yaitu waktu terakhir mudik beberapa saat sebelum almarhun ibu dipanggil Allah. Sekarang udah sepuh banget, rambutnya udah putih semua, di pasar itu cuma dia sendiri yang jualan es gempol pleret. Di simpang lima ada juga sih yang jualan, tetapi kurang legit rasanya.
Es gempol adalah minuman dingin berisi beberapa gempol yaitu bulatan sebesar bakso kecil dari tepung beras berwarna putih, dengan rasa cenderung gurih karena hanya diberi garam dan beberapa pleret, yaitu adonan tepung ketan yang berbentuk pipih, biasanya berwarna pink dan hijau. Pipih karena adonan tadi dipleret (ditekan - bhs jawa) ke daun pisang saat membuatnya sebelum dikukus untuk mematangkannya, jadi bentuknya cenderung tipis kayak lembaran-lembaran. Pleret rasanya kenyal dan manis. Kuahnya kuah gurih santan encer yang harum pandan, diberi sirop merah jadul (bikinan sendiri) beraroma frambozen dan pecahan es batu. Jadi saat diaduk, kuah akan menjadi bersemu pink. Biasa disajikan di mangkuk seperti mangkuk bakso (yang ada gambar ayam jago atau penyedap Sasa, hehehe ...). Porsinya cukup banyak, apalagi kalau dibungkus untuk dibawa pulang, biasanya saat dituang bisa lebih dari satu mangkuk. Si ibu waktu menyajikan akan bertanya, "komplit ?" Artinya pakai gempol + pleret. Kalau aku pasti akan bilang komplit, karena tanpa pleret, bukan es gempol pleret namanya.
Sewaktu browsing resep, kebanyakan adalah es gempol versi Jepara yang hanya pakai bulatan putih tepung beras tanpa pleret, dan kuahnya santan yang diberi gula merah jadi berwarna coklat dan diberi potongan nangka. Berbeda dengan es gempol pleret Semarang selama ini yang kukenal, makanya aku coba bikin dengan resep kira-kira aja, setidaknya mewakili rasa nostalgia yang masih aku miliki.
Es Gempol Pleret
Ala Hesti
Bahan gempol:
200 gr tepung beras
25 gr tepung sagu
1/2 sdt garam
75 ml air panas
Air untuk merebus
Bahan pleret:
100 gr tepung ketan
50 ml santan kental dari 1 butir kelapa
25 gr gula pasir
1/4 sdt garam
100 ml air panas
Pasta pandan
Pasta strawberry
Pelengkap
Sirup frambozen
Es batu, hancurkan
Kuah Santan:
250 ml santan kental
750 ml air
1/2 sdt garam
2 lbr daun pandan, simpulkan
Cara Membuat:
Adonan gempol:
1. Kukus tepung beras selama 30 menit, angkat.
2. Campurkan tepung beras, tepung sagu dan air panas, uleni hingga kalis.
3. Bulatkan adonan sebesar kelereng, tekan bagian tengah dengan ibu jari hingga membentuk cekungan.
4. Masukkan dalam air mendidih, rebus adonan hingga mengapung, angkat. Sisihkan.
Pleret
1. Campur tepung ketan, gula, garam dan air panas, aduk rata.
2. Bagi menjadi 2 bagian, masing-masing beri pasta pandan dan pasta strawberry.
3. Tuang adonan pandan tipis-tipis diatas daun pisang, begitu juga untuk adonan strawberry, kukus 30 menit. Angkat, sisihkan
Kuah santan:
Panaskan santan, air, garam dan daun pandan, aduk rata, masak hingga mendidih. Dinginkan.
Penyajian:
Dalam mangkuk, susun gempol, pleret pandan dan pleret strawberry, tuangi kuah santan, beri sirup frambozen dan es batu. Sajikan.
Untuk 5 mangkuk.
Note:
- pasta pandan bisa diganti perasan air daun suji
- sirup frambozen bisa dibuat sendiri dengan merebus gula dan air dengan diberi perasa frambozen dan warna merah.
- ternyata aku kesulitan mem-pleret adonan, akhirnya aku taruh di wadah, dikukus, baru diiris tipis, hehehe ...
Minggu, Maret 31, 2013
KBB#33 Bagel
Jiiiaaaahhhhh .... Datang juga nih tantangan keren bikin bagel, secara belum pernah sukses bikin bagel dan pretzel selama ini (tepok jidat dhewe).
Senewen jadinya mau ngerjain tantangan, membaca sharing teman-teman di milis, bikin tambah keder. Tapi mau ga mau harus tetep dijalanin, jadi ya maju terus pantang mundur !!!
Percobaan pertama gagal, karena adonan ga ngembang sama sekali, bahkan sebelum proofing di kulkas. Sukses deh buat nimpuk maling. Sepertinya karena ragi langsung ketemu garam, mati deh ga ngembang, padahal resep mengatakan begitu. Akhirnya untuk percobaan kedua aku akalin, garam aku ga campur di air, tapi di tepung. Sukses deh, bagel menul2. Cuma karena terlalu sukses mengembang, overproofing deh, bentuk agak peyang waktu direbus.
Bagel jadi dengan terdiri dari 3 tahapan warna, hahaha ... Perbedaan warna terjadi saat perebusan. Tahap 1 pucat, tahap 2 agak coklat, tahap 3 coklat banget, dan warna tsb bertahan sampai dipanggang.
Meski ga laku di rumah, tekstur bagel sudah ok, garing di luar lembut sedikit chewy di dalam. Ga sempat bikin variasi macam-macam, hanya ditaburi wijen hitam dan poppy seed, soalnya deadline sudah di depan mata ...
Bagels
Sumber: Peter Reinhart:
Resep Dough
21 g barley malt syrup, madu, atau rice syrup, atau 7g diastatic malt powder
3 g ragi instant
10,5 g garam
255 g air hangat (sekitar 35C)
454 g unbleached bread flour
Resep Rebusan Roti
181-272 g air
28,5 g barley malt syrup/madu (optional)
14 g baking soda
7 g garam

Membuat Dough
1. Aduk malt syrup, ragi, garam dan air hangat. Masukkan tepung ke mangkuk mixer dan tuang campuran syrup, kocok (dgn pengaduk dough) kec rendah selama 3 menit. Jika pakai tangan, aduk dengan sendok kayu besar 3 menit, hingga rata. Adonan harus terbentuk rada padat, bola kasar, dan semua tepung tercampur rata dengan cairan, jika tidak maka tambahkan sedikit air. Biarkan adonan istirahat selama 5 menit.
2. Kocok lagi kec rendah 3 menit atau uleni di atas meja kerja bertabur tepung selama 3 menit hingga lembut dan membentuk gluten. Adonan akan elastis dan lembut. Jika adonan terlalu lembek tambahkan sedikit tepung. Letakkan adonan di dalam mangkuk beroles minyak tipis, tutup dengan plastik dan biarkan adonan naik dalam suhu ruang selama 1 jam.
3. Siapkan baking tray dialasi parchment paper / silicone mat, lembabkan dengan spray oil atau olesi tipis minyak. Bagi adonan menjadi 6-8 adonan kecil. (Umumnya berat bagels 113g sebelum dipanggang, tapi anda bisa bikin lebih kecil dari itu). Bulatkan adonan (tidak usah terlalu padat) dengan cara menggilingnya di atas meja kerja dengan satu telapak tangan yang ditangkupkan. Jika anda bikin lebih dari 6 bagels, anda harus menyediakan 2 baking tray. Jangan gunakan tepung di atas meja kerja anda. Jika adonan tidak bisa dipulung membentuk bola, lap saja meja kerja anda dengan serbet lembab dan coba lagi.
Metode membentuk Bagel.
1. Lubangi bagian tengah bola adonan menyerupai donat. Pegang di bagian lubang, putar adonan, perlahan melarkan adonan hingga lobang membesar sekitar 2 inci (1 inci = 2,54cm).
2. Bentuk bola adonan menjadi sosis sepanjang 8 inci. Tipiskan sedikit kedua ujung sosis dan lembabkan kedua ujungnya. Temukan ujungnya, satukan sambil dipencet supaya lengket.
Proofing Adonan
1. Letakkan bagel di baking tray, lembabkan dengan spray oil atau olesi sedikit minyak. Tutup baking tray dengan plastik dan simpan di kulkas semalaman atau hingga 2 hari.
2. Proofing juga bisa dilakukan untuk seluruh adonan di dalam mangkuk yang telah diolesi minyak selama semalam dan kemudian bentuk bagelsnya pada hari akan dipanggang, 60-90 menit sebelum direbus dan kemudian dipanggang, atau segera setelah lulus float test.
Baking Day!
1. Keluarkan bagels dari kulkas 60-90 menit sebelum waktu panggang.
2. Float test, letakkan sebuah bagels dalam mangkuk kecil berisi air dingin. Jika bagels tenggelam, keringkan dan kembalikan ke baking tray, tunggu hingga 15-20 menit, lalu test lagi.
Jika bagels mengapung, maka sudah siap direbus.
Jika bagels lulus test tapi anda belum siap baking, masukkan kembali ke kulkas sehingga tidak overproof.
30 menit sebelum baking, panaskan oven suhu 260 'C dan siapkan garnish (biji-bijian, bawang bombay, bawang putih, dan sebagainya). Taburan bawang kering (dried onion) atau bawang putih, harus rehydrate.
Isi panci dengan 181-272g air, pastikan tinggi air sekurang-kurangnya memilki kedalaman 4 inci. Tutup, biarkan mendidih, lalu kecilkan api dan biarkan simmering (air tetap mendidih tapi tidak membentuk balon-balon besar). Masukkan malt syrup, baking soda, dan garam.
Masukkan bagel satu persatu ke dalam air rebusan hanya sampai panci bisa memuatnya, jangan over-crowded ya. Bagels akan segera mengapung dalam kurun waktu 15 detik. Setelah 1 menit, gunakan sendok berpori lalu balikkan bagel satu per satu. Teruskan merebus hingga 30-60 detik, lalu gunakan sendok berpori keluarkan dari air rebusan dan letakkan ke atas baking tray. (Penting kiranya bahwa parchment paper diolesi sedikit minyak, jika tidak nanti bagels akan lengket ke kertas). Taburi taburan sesuai selera anda sesegeranya (kecuali cinnamon sugar—lihat keterangan di bawah).
Masukkan bagels ke dalam oven, panggang dengan suhu yang dikecilkan hingga 232C, selama 8 menit, lalu putar loyang dan check bagian bawah bagels. Jika terlalu gelap, letakkan loyang lain di bawah loyang yang berisi bagels. Panggang lagi selama 8-12 menit, hingga bagels berwarna kecoklatan. Dinginkan ke atas rak sekitar 30 menit sebelum diiris atau disajikan.
Variasi
1. Ganti jumlah bread flour dengan whole grain flour sesuai takaran. Tambahkan air 14g untuk setiap 56.5g whole grain flour.
2. Variasi taburan: biji poppy, biji wijen, garam kasar, atau bawang bombay/bawang putih kering (rehydrate: rendam bawang bombay/bawang putih kering di dalam air sekurang-kurangnya 1 jam sebelum digunakan).
3. Agar topping lebih lengket, olesi setiap bagels dengan egg white wash (1 putih telur dan 14g air). Jika taburannya garam kasar, pakai sedikit saja egg white wash.
4. Bagel kismis
- campur 227g kismis selama 2 menit terakhir pengadukan adonan,
- jika suka kayu manis, aduk 4g bubuk kayu manis ke dalam tepung sebelum mulai mengaduk.
- Saat bagels baru keluar dari oven, olesi bagian atasnya dengan mentega leleh dan gulingkan ke atas cinnamon sugar. (cinnamon sugar : campur 44g bubuk kayu manis dan 113g gula).
Dannnn ... lulus !!!
Senewen jadinya mau ngerjain tantangan, membaca sharing teman-teman di milis, bikin tambah keder. Tapi mau ga mau harus tetep dijalanin, jadi ya maju terus pantang mundur !!!
Percobaan pertama gagal, karena adonan ga ngembang sama sekali, bahkan sebelum proofing di kulkas. Sukses deh buat nimpuk maling. Sepertinya karena ragi langsung ketemu garam, mati deh ga ngembang, padahal resep mengatakan begitu. Akhirnya untuk percobaan kedua aku akalin, garam aku ga campur di air, tapi di tepung. Sukses deh, bagel menul2. Cuma karena terlalu sukses mengembang, overproofing deh, bentuk agak peyang waktu direbus.
Bagel jadi dengan terdiri dari 3 tahapan warna, hahaha ... Perbedaan warna terjadi saat perebusan. Tahap 1 pucat, tahap 2 agak coklat, tahap 3 coklat banget, dan warna tsb bertahan sampai dipanggang.
Meski ga laku di rumah, tekstur bagel sudah ok, garing di luar lembut sedikit chewy di dalam. Ga sempat bikin variasi macam-macam, hanya ditaburi wijen hitam dan poppy seed, soalnya deadline sudah di depan mata ...
Bagels
Sumber: Peter Reinhart:
Resep Dough
21 g barley malt syrup, madu, atau rice syrup, atau 7g diastatic malt powder
3 g ragi instant
10,5 g garam
255 g air hangat (sekitar 35C)
454 g unbleached bread flour
Resep Rebusan Roti
181-272 g air
28,5 g barley malt syrup/madu (optional)
14 g baking soda
7 g garam

Membuat Dough
1. Aduk malt syrup, ragi, garam dan air hangat. Masukkan tepung ke mangkuk mixer dan tuang campuran syrup, kocok (dgn pengaduk dough) kec rendah selama 3 menit. Jika pakai tangan, aduk dengan sendok kayu besar 3 menit, hingga rata. Adonan harus terbentuk rada padat, bola kasar, dan semua tepung tercampur rata dengan cairan, jika tidak maka tambahkan sedikit air. Biarkan adonan istirahat selama 5 menit.
2. Kocok lagi kec rendah 3 menit atau uleni di atas meja kerja bertabur tepung selama 3 menit hingga lembut dan membentuk gluten. Adonan akan elastis dan lembut. Jika adonan terlalu lembek tambahkan sedikit tepung. Letakkan adonan di dalam mangkuk beroles minyak tipis, tutup dengan plastik dan biarkan adonan naik dalam suhu ruang selama 1 jam.
3. Siapkan baking tray dialasi parchment paper / silicone mat, lembabkan dengan spray oil atau olesi tipis minyak. Bagi adonan menjadi 6-8 adonan kecil. (Umumnya berat bagels 113g sebelum dipanggang, tapi anda bisa bikin lebih kecil dari itu). Bulatkan adonan (tidak usah terlalu padat) dengan cara menggilingnya di atas meja kerja dengan satu telapak tangan yang ditangkupkan. Jika anda bikin lebih dari 6 bagels, anda harus menyediakan 2 baking tray. Jangan gunakan tepung di atas meja kerja anda. Jika adonan tidak bisa dipulung membentuk bola, lap saja meja kerja anda dengan serbet lembab dan coba lagi.
Metode membentuk Bagel.
1. Lubangi bagian tengah bola adonan menyerupai donat. Pegang di bagian lubang, putar adonan, perlahan melarkan adonan hingga lobang membesar sekitar 2 inci (1 inci = 2,54cm).
2. Bentuk bola adonan menjadi sosis sepanjang 8 inci. Tipiskan sedikit kedua ujung sosis dan lembabkan kedua ujungnya. Temukan ujungnya, satukan sambil dipencet supaya lengket.
Proofing Adonan
1. Letakkan bagel di baking tray, lembabkan dengan spray oil atau olesi sedikit minyak. Tutup baking tray dengan plastik dan simpan di kulkas semalaman atau hingga 2 hari.
2. Proofing juga bisa dilakukan untuk seluruh adonan di dalam mangkuk yang telah diolesi minyak selama semalam dan kemudian bentuk bagelsnya pada hari akan dipanggang, 60-90 menit sebelum direbus dan kemudian dipanggang, atau segera setelah lulus float test.
Baking Day!
1. Keluarkan bagels dari kulkas 60-90 menit sebelum waktu panggang.
2. Float test, letakkan sebuah bagels dalam mangkuk kecil berisi air dingin. Jika bagels tenggelam, keringkan dan kembalikan ke baking tray, tunggu hingga 15-20 menit, lalu test lagi.
Jika bagels mengapung, maka sudah siap direbus.
Jika bagels lulus test tapi anda belum siap baking, masukkan kembali ke kulkas sehingga tidak overproof.
30 menit sebelum baking, panaskan oven suhu 260 'C dan siapkan garnish (biji-bijian, bawang bombay, bawang putih, dan sebagainya). Taburan bawang kering (dried onion) atau bawang putih, harus rehydrate.
Isi panci dengan 181-272g air, pastikan tinggi air sekurang-kurangnya memilki kedalaman 4 inci. Tutup, biarkan mendidih, lalu kecilkan api dan biarkan simmering (air tetap mendidih tapi tidak membentuk balon-balon besar). Masukkan malt syrup, baking soda, dan garam.
Masukkan bagel satu persatu ke dalam air rebusan hanya sampai panci bisa memuatnya, jangan over-crowded ya. Bagels akan segera mengapung dalam kurun waktu 15 detik. Setelah 1 menit, gunakan sendok berpori lalu balikkan bagel satu per satu. Teruskan merebus hingga 30-60 detik, lalu gunakan sendok berpori keluarkan dari air rebusan dan letakkan ke atas baking tray. (Penting kiranya bahwa parchment paper diolesi sedikit minyak, jika tidak nanti bagels akan lengket ke kertas). Taburi taburan sesuai selera anda sesegeranya (kecuali cinnamon sugar—lihat keterangan di bawah).
Masukkan bagels ke dalam oven, panggang dengan suhu yang dikecilkan hingga 232C, selama 8 menit, lalu putar loyang dan check bagian bawah bagels. Jika terlalu gelap, letakkan loyang lain di bawah loyang yang berisi bagels. Panggang lagi selama 8-12 menit, hingga bagels berwarna kecoklatan. Dinginkan ke atas rak sekitar 30 menit sebelum diiris atau disajikan.
Variasi
1. Ganti jumlah bread flour dengan whole grain flour sesuai takaran. Tambahkan air 14g untuk setiap 56.5g whole grain flour.
2. Variasi taburan: biji poppy, biji wijen, garam kasar, atau bawang bombay/bawang putih kering (rehydrate: rendam bawang bombay/bawang putih kering di dalam air sekurang-kurangnya 1 jam sebelum digunakan).
3. Agar topping lebih lengket, olesi setiap bagels dengan egg white wash (1 putih telur dan 14g air). Jika taburannya garam kasar, pakai sedikit saja egg white wash.
4. Bagel kismis
- campur 227g kismis selama 2 menit terakhir pengadukan adonan,
- jika suka kayu manis, aduk 4g bubuk kayu manis ke dalam tepung sebelum mulai mengaduk.
- Saat bagels baru keluar dari oven, olesi bagian atasnya dengan mentega leleh dan gulingkan ke atas cinnamon sugar. (cinnamon sugar : campur 44g bubuk kayu manis dan 113g gula).
Dannnn ... lulus !!!
Label:
Bread,
Klub Berani Baking
Kamis, Januari 31, 2013
KBB#32 Japanese Roll Cake
Pucuk dicinta ulam tiba, saat milis ramai diskusi tentang Japanese Roll Cake, dan sudah menunda berulang kali keinginan praktek resep, akhirnya bertemu dengan tantangan KBB.
Tetapi kok ya, waktunya ga ketemu yang pas terus. Saat surat cinta diluncurkan, diriku sedang repot pindah rumah. Kebayang kan pindahan rumah, meski rumah baru jaraknya tidak jauh dari rumah lama, tetap saja, kerepotan packing, unpacking, bersih-bersih dan menata, menyita hampir seluruh waktu, pikiran dan tenaga selama 2 minggu. Apalagi masih ada beberapa pekerjaan finishing yang masih paralel dijalankan saat kita sudah menempati rumah.
Setelah rumah 'sedikit' beres, giliran saudara baik dalam maupun luar kota berdatangan. Bisa dibayangkan, betapa hebohnya rumah ... Hehehe ... Begitu ada kesempatan datang, beberapa alat baking masih ketinggalan di rumah lama ... Hahaha ... Akhirnya PR baru dikerjakan menjelang deadline ... *ampun bu Host*
Pertama membaca resep rada mabuk (hahaha ...) ... Soalnya step by stepnya puanjaaanggg banget, sepertinya ribet sekali. Tapi setelah ditelaah dan aku sederhanakan bahasa step by step dengan bahasaku sendiri (seperti yang kutulis di bawah ini), akhirnya terkesan lebih simple.
Bahannya simple, gampang didapat, cuma memang harus teliti menimbang karena ukurannya imut-imut, jadi mesti ekstra hati-hati. Pengerjaannya sih ga terlalu rumit, asal proses pengadukan benar, adonan akan tetap kental (tidak mencair) sehingga saat dipanggang tidak bantat. Yang aku kurang teliti saat menuang adonan utama, mungkin harus sedikit di banting loyangnya agar tidak ada udara terperangkap yang mengakibatkan cake bolong-bolong. Kemudian saat menggulung sedikit tricky dari roll cake biasanya, karena isinya whipped cream yang sangat lembut. Sesuai saran mbak Rachmah, digulung hanya untuk mempertemukan sisi-sisinya, jadi tidak terlalu ditekan, yang membuat cake patah. Cake patah juga bisa disebabkan suhu dan waktu pemanggangan yang kurang tepat.
Secara umum, suka sama hasilnya, tekstur, penampakan dan rasa. Lembut ... sekali. Cuma ga ngebayangin kalo dibikin dalam ukuran besar, mungkin aku agak kerepotan saat menggulungnya.
KBB#32: Rolls Nice
Japanese Roll Cake (JRC)
Resep JUNKO Book modif by Rachmah Setyawati
Adonan I
4 butir kuning telur
40 gr gula pasir
40 cc minyak goreng
60 cc air
80 gr terigu
Adonan motif
60 gr putih telur
15 gr gula pasir
10 gr maizena
Adonan II
160-175 gr putih telur
sedikit garam halus (0,5 gr)
50 gr gula pasir
1 sdt air jeruk nipis
15 gr maizena
1 sdm pasta / pewarna
(sstttt ... air jeruk sama garam kelupaan ditaruh untuk dipotret ...)
Filling :
Fresh Cream non dairy yang dingin, kocok soft peak.
Cara Membuat :
1. Adonan I: kocok kuning telur dan gula pasir hingga mengembang kental. Sambil dikocok speed sedang, tambahkan bertahap minyak goreng kemudian air.
2. Masukkan terigu, sambil dikocok speed sedang, hingga rata dan kental. Sisihkan
3. Adonan motif : Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir bertahap, sambil dikocok speed sedang hingga soft peak. Masukkan maizena, kocok sebentar hingga rata kental/soft peak, jangan sampai hardpeak. Matikan mixer.
4. Ambil 5-6 sdm adonan I, masukkan ke adonan motif, aduk ringan merata. Bagi 2 bagian. Bagi 2 bagian tersebut menjadi beberapa warna sesuai motif yang akan kita gambar.
5. Panaskan oven 165-175 'C. Siapkan 2 loyang 20x20x5 cm. Letakkan kertas motif (kertas hvs seukuran loyang yang sudah digambar) di dasar loyang, poles kertas sedikit mentega di beberapa tempat. Tutup dengan kertas roti yang tidak perlu dipoles.
6. Lukis motif dengan menuang adonan warna sesuai selera kita. Segera masukkan ke freezer hingga adonan beku.
7. Lakukan hal sama untuk loyang kedua.
8. Sambil menunggu motif beku, buat adonan II : Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir, kocok lagi sebentar, tambahkan air jeruk nipis, kocok speed sedang hingga soft peak.
9. Tambahkan maizena, kocok rata hingga kental/soft peak. Campur bertahap adonan II ke sisa adonan I, aduk ringan merata. Bagi menjadi 2 bagian, beri pasta/pewarna, aduk rata.
10. Keluarkan loyang motif, tuang adonan utama di atas motif, ratakan ringan bagian permukaan. Lakukan untuk loyang kedua.
Tips & Triks:
- Putih telur jangan tercampur kuning telur sedikitpun. Wadah mengocok putih telur harus kering, bebas minyak dan air.
- Aduk adonan hati-hati agar tidak mencair yang membuat cake bantat.
- motif harus benar-benar beku sebelum dituang adonan utama. Jika memakai beberapa warna dalam 1 motif/gambar, bekukan bagian-per bagian agar warna tidak saling mencampur.
- Tuang adonan utama di atas adonan motif sesaat keluar dari lemari pendingin dan segera masukkan ke oven. tidak perlu menunggu adonan dalam suhu ruang.
- Ketuk-ketuk perlahan saat menuang adonan utama agar tidak ada udara terperangkap yang membuat cake menjadi bolong-bolong.
- Panggang dalam suhu dan waktu yang tepat, dan biarkan sampai dingin saat akan diberi filling.
- gulung dengan mempertemukan sisi-sisi cake
Cita-cita mau bikin motif dengan tulisan KBB, terus ada bunga-bunga segala, tapi kelamaan manggang jadi mengkerut terus warnanya kurang cantik deh ...
Jadi penasaran bikin berbagai motif seperti Junko ...
Mbak Arfi, daku lulus ga nih ????
Tetapi kok ya, waktunya ga ketemu yang pas terus. Saat surat cinta diluncurkan, diriku sedang repot pindah rumah. Kebayang kan pindahan rumah, meski rumah baru jaraknya tidak jauh dari rumah lama, tetap saja, kerepotan packing, unpacking, bersih-bersih dan menata, menyita hampir seluruh waktu, pikiran dan tenaga selama 2 minggu. Apalagi masih ada beberapa pekerjaan finishing yang masih paralel dijalankan saat kita sudah menempati rumah.
Setelah rumah 'sedikit' beres, giliran saudara baik dalam maupun luar kota berdatangan. Bisa dibayangkan, betapa hebohnya rumah ... Hehehe ... Begitu ada kesempatan datang, beberapa alat baking masih ketinggalan di rumah lama ... Hahaha ... Akhirnya PR baru dikerjakan menjelang deadline ... *ampun bu Host*
Pertama membaca resep rada mabuk (hahaha ...) ... Soalnya step by stepnya puanjaaanggg banget, sepertinya ribet sekali. Tapi setelah ditelaah dan aku sederhanakan bahasa step by step dengan bahasaku sendiri (seperti yang kutulis di bawah ini), akhirnya terkesan lebih simple.
Bahannya simple, gampang didapat, cuma memang harus teliti menimbang karena ukurannya imut-imut, jadi mesti ekstra hati-hati. Pengerjaannya sih ga terlalu rumit, asal proses pengadukan benar, adonan akan tetap kental (tidak mencair) sehingga saat dipanggang tidak bantat. Yang aku kurang teliti saat menuang adonan utama, mungkin harus sedikit di banting loyangnya agar tidak ada udara terperangkap yang mengakibatkan cake bolong-bolong. Kemudian saat menggulung sedikit tricky dari roll cake biasanya, karena isinya whipped cream yang sangat lembut. Sesuai saran mbak Rachmah, digulung hanya untuk mempertemukan sisi-sisinya, jadi tidak terlalu ditekan, yang membuat cake patah. Cake patah juga bisa disebabkan suhu dan waktu pemanggangan yang kurang tepat.
Secara umum, suka sama hasilnya, tekstur, penampakan dan rasa. Lembut ... sekali. Cuma ga ngebayangin kalo dibikin dalam ukuran besar, mungkin aku agak kerepotan saat menggulungnya.
KBB#32: Rolls Nice
Japanese Roll Cake (JRC)
Resep JUNKO Book modif by Rachmah Setyawati
Adonan I
4 butir kuning telur
40 gr gula pasir
40 cc minyak goreng
60 cc air
80 gr terigu
Adonan motif
60 gr putih telur
15 gr gula pasir
10 gr maizena
Adonan II
160-175 gr putih telur
sedikit garam halus (0,5 gr)
50 gr gula pasir
1 sdt air jeruk nipis
15 gr maizena
1 sdm pasta / pewarna
(sstttt ... air jeruk sama garam kelupaan ditaruh untuk dipotret ...)
Filling :
Fresh Cream non dairy yang dingin, kocok soft peak.
Cara Membuat :
1. Adonan I: kocok kuning telur dan gula pasir hingga mengembang kental. Sambil dikocok speed sedang, tambahkan bertahap minyak goreng kemudian air.
2. Masukkan terigu, sambil dikocok speed sedang, hingga rata dan kental. Sisihkan
3. Adonan motif : Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir bertahap, sambil dikocok speed sedang hingga soft peak. Masukkan maizena, kocok sebentar hingga rata kental/soft peak, jangan sampai hardpeak. Matikan mixer.
4. Ambil 5-6 sdm adonan I, masukkan ke adonan motif, aduk ringan merata. Bagi 2 bagian. Bagi 2 bagian tersebut menjadi beberapa warna sesuai motif yang akan kita gambar.
5. Panaskan oven 165-175 'C. Siapkan 2 loyang 20x20x5 cm. Letakkan kertas motif (kertas hvs seukuran loyang yang sudah digambar) di dasar loyang, poles kertas sedikit mentega di beberapa tempat. Tutup dengan kertas roti yang tidak perlu dipoles.
6. Lukis motif dengan menuang adonan warna sesuai selera kita. Segera masukkan ke freezer hingga adonan beku.
7. Lakukan hal sama untuk loyang kedua.
8. Sambil menunggu motif beku, buat adonan II : Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir, kocok lagi sebentar, tambahkan air jeruk nipis, kocok speed sedang hingga soft peak.
9. Tambahkan maizena, kocok rata hingga kental/soft peak. Campur bertahap adonan II ke sisa adonan I, aduk ringan merata. Bagi menjadi 2 bagian, beri pasta/pewarna, aduk rata.
10. Keluarkan loyang motif, tuang adonan utama di atas motif, ratakan ringan bagian permukaan. Lakukan untuk loyang kedua.
11. Oven sekitar 20-25 menit hingga matang. Keluarkan cake dari loyang, lepas kertas roti hati-hati, biarkan hingga dingin/uap panas hilang.
12. Setelah cake dingin, poles bagian atas cake (yang tidak bermotif) dengan bahan filling agak tebal, gulung rapi dan bungkus rapat dgn kertas roti penggulungnya. Simpan sejenak di freezer hingga set/keras, baru dapat dipotong rapi dan cantik, siap disajikan.Tips & Triks:
- Putih telur jangan tercampur kuning telur sedikitpun. Wadah mengocok putih telur harus kering, bebas minyak dan air.
- Aduk adonan hati-hati agar tidak mencair yang membuat cake bantat.
- motif harus benar-benar beku sebelum dituang adonan utama. Jika memakai beberapa warna dalam 1 motif/gambar, bekukan bagian-per bagian agar warna tidak saling mencampur.
- Tuang adonan utama di atas adonan motif sesaat keluar dari lemari pendingin dan segera masukkan ke oven. tidak perlu menunggu adonan dalam suhu ruang.
- Ketuk-ketuk perlahan saat menuang adonan utama agar tidak ada udara terperangkap yang membuat cake menjadi bolong-bolong.
- Panggang dalam suhu dan waktu yang tepat, dan biarkan sampai dingin saat akan diberi filling.
- gulung dengan mempertemukan sisi-sisi cake
Cita-cita mau bikin motif dengan tulisan KBB, terus ada bunga-bunga segala, tapi kelamaan manggang jadi mengkerut terus warnanya kurang cantik deh ...
Jadi penasaran bikin berbagai motif seperti Junko ...
Mbak Arfi, daku lulus ga nih ????
Label:
Klub Berani Baking,
Roll Cake
Sabtu, Desember 08, 2012
Mushroom Bread
Pengin ikutan ngramein NCC bread week, diniatin dari awal pengin pakai ragi alami, sourdough dan semacamnya, apa daya, kesibukan ga henti memaksa diri akhirnya 'hanya' membuat roti simple, tapi tetep enak tentunya ...
Pertama disharing resep ini sama mbak Rachmah di BBG, untuk aslinya silakan klik link resepnya ya ... Sekali nyoba kepincut rasanya, cuma ga pernah didokumentasi, karena begitu bikin langsung amblas, memang enaknya dimakan hangat-hangat. Nah, karena ada breadweek ini, bisa berkesempatan mendokumentasikan. Topping bisa divariasi sesuai selera, kali ini aku tambahkan irisan smoked beef, agar sekalian bisa buat sarapan komplit. Lain kali mau bikin pakai mozarella atasnya biar ada efek keju meleleh-leleh, pasti lebih maknyuss ... Mbak R, makasih ya resepnya ...
MUSHROOM BREAD
Original recipe by Rachmah Setyawati http://kedaikuistanaku.blogspot.com/2012/05/mushroom-bread.html
Bahan Toping:
1 siung bw putih, cincang
1 kaleng jamur champignon, cincang
Bbrp jamur shittake, potong-potong
4 sdm jagung manis
1/5 sdt Italian Herbs
1 sdm minyak zaitun
Seujung sendok kecil gula pasir
Cara membuat bahan toping :
1. Tumis bawang putih +minyak zaitun,
2. masuk jamur aduk rata beri gula, herbs, aduk hingga harum, matikan api kompor, angkat sisihkan
Bahan roti/savoury scone :
200 gr tepung self raising
1 sdt tepung maizena
50 gr keju parmesan bubuk
Sedikit garam, seujung sendok
1 butir Telur ayam
20 gr margarin leleh
140 cc susu cair
1 sdm parsley cincang
Cara membuat :
1. Siapkan loyang tinggi 3cm, diameter 20 atau 22cm (lbh bagus kalo loyang bongkar pasang/ loyang pie), beri alas kertas roti, semir margarin.
2. Aduk semua bahan kering menjadi satu, kecuali parsley dan telur serta susu cair.
3. Masukkan susu dan telur, aduk rata
4. Tuang adonan roti ke loyang, beri topping, semprotkan mayones + susu kental manis sedikit diatasnya.
5. Panggang 25 menit suhu 165 'C.
Langganan:
Postingan (Atom)













