Rabu, Januari 29, 2014

KBB#38 Baguette


Bread baking challenge lagi !!! Aaaarrrggghh ... Kenapa kalo tantangan bread, selalu panas-dingin, soalnya belum bisa menghasilkan roti yg sekelas bakery ... hehehe ...

Dari sisi bahan dan pembuatan sebenarnya ga rumit, cuma tekstur adonan belum bisa menghasilkan seperti video-video bagutte yang beredar di dunia maya, yang lentur sekali kelihatannya, sampai letoy ke kanan kiri gitu, sementara adonanku 'gagah perkasa'. Hiks hiks

Alhasil meski secara penampakan ok, tekstur dalamnya tidak begitu cantik berongga. Secara tekstur dan rasa sebenarnya udah ok, sih. Cuma agak susah dapat warna permukaan kecoklatan seperti di bakery-bakery besar.  

Backed - (KAF)
~ Wajib
Hasil: 3 Baguette @ 16 inc


 




Starter:
½ cup air
1/16 tsp active dry yeast / instant yeast
1 cup unbleached bread flour

Dough:
1 tsp active dry yeast / instant yeast
1 cup - 1 ¼ cup air hangat kuku*
3 ½ cup unbleached bread flour
1 ½ - 2 tsp garam

*gunakan lebih sedikit air hangat (iklim lembab) atau lebih banyak air (saat winter atau iklim kering), dan kurang lebihnya disaat iklim lainnya (atau ruangan terkontrol kelembabannya).

Tips:
Bahan baguette hanyalah tepung, air, garam, dan ragi. Teknik sang baker lah yang akan menentukan keberhasilan hasil akhirnya. Semakin sering latihan, akan semakin baik hasilnya.
  

                               

Steps:
1. Membuat starter. Aduk ragi dan air (tidak perlu diaduk jika pakai instant yeast). Tambahkan tepung, aduk. Tutup dan diamkan suhu ruang selama 14 jam atau semalaman. Starter akan mengembang dan bergelembung. Jika tidak, mungkin raginya tidak bekerja dengan baik.
Cara menguji ragi: larutkan ¼ sdt ragi dengan 1 sdm air hangat dan sejumput gula. Diamkan 15 menit. Jika tidak ada perubahan, maka ganti ragi Anda.

2. Dough: Jika menggunakan active dry yeast, larutkan dahulu dengan air lalu campur dengan starter, tepung, dan garam. Jika menggunakan instant yeast, langsung campur dengan starter, tepung dan air. Aduk dan uleni dengan tangan/mixer/bread machine (setting hingga dough cycle) hingga diperoleh adonan yang lembut tapi permukaan masih sedikit kasar. Jika menggunakan stand mixer, uleni 5 menit dengan speed 2.

3. Pindahkan adonan ke mangkuk yang sudah dioles sedikit minyak. Tutup. Biarkan mengembang selama 1 jam. Kempiskan perlahan. Biarkan mengembang selama 1 jam, kempiskan sekali lagi. Biarkan mengembang 1 jam lagi. Jadi secara total adonan sudah dibiarkan mengembang 3 jam.

4. Pindahkan adonan ke meja yang sudah dioles sedikit minyak. Bentuk bulat. Bagi menjadi 3 bagian.

5. Bentuk menjadi oval dan agak diratakan. Tutup dengan plastik yang dioles sedikit minyak. Diamkan 15 menit.

6. Lipat menjadi hampir setengahnya. Kunci ujung adonan dengan telapak tangan. Kemudian sedikit diratakan. Ulangi lipat setengah dan kunci lagi.

7. Balik hingga sambungan adonan berada di bawah. Gulung perlahan dengan tangan yang ditelungkupkan hingga adonan mencapai panjang 15 inc. Letakkan di loyang yang dialasi parchment paper. Bagian sambungan adonan di bagian bawah.

8. Tutup dengan plastik yang dioles sedikit minyak. Biarkan mengembang hingga sangat puffy sekitar 1 ½ jam, hingga hampir double-in size. Jika terlalu mengembang akan sulit ditangani.

9. Selama proofing, panaskan oven 450 'F (230 'C), jika menggunakan baking stone maka letakkan baking stone di rak paling bawah.

10. Dengan pisau tajam, buat 3 sayatan dengan kemiringan 45' pada setiap baguette. Semprotkan air hangat, agar terbentuk lapisan kulit yang crispy.

11. Panggang hingga coklat keemasan 25-30 menit. Keluarkan dari oven dan pindahkan ke cooling rack. Atau untuk baguette yang lebih crispy, matikan oven, buka pintunya selebar 2 inc dan biarkan hingga dingin di oven.


Sabtu, November 30, 2013

KBB#37 Gingerbread House



Gingerbread house ? Owww, serasa pucuk dicinta ulam tiba, pengen nyoba bikin dari dulu, dari yg niatan kursus di NCC, melototin youtube, beli cutternya, dll, ga pernah kesampaian bikin, hahaha ... Tetapi kenapa setiap mau bikin ada aja alangan. Emang sih, orderan rada lumayan kenceng bulan ini, terus habis itu sempat tepar ga masuk kantor karena perubahan cuaca ekstrim dan migren vertigo kumat, lengkap sudah.

Akhirnya di tenggat waktu yang udah mepet, nyicil bikin pola, simpen, bikin adonan cookies, simpen, cetak & panggang cookies, simpen, bikin royal icing, simpen, nyusun fondasi/dinding rumah, simpen, sampai nyusun semua bagian, dan menghiasnya. Panjang kali step-stepnya ya, habis mau gimana, ga punya spare time banyak, itu nyelipin di antara aktivitas menjelang deadline ... ampun bu Jenggot & bu Host ...

Mollasse adalah bahan yang tidak bisa kutemukan (salah satu alasan menunda-nunda pr juga nih). Sudah mencari ke berbagai supermarket yang biasanya punya stok, lagi kosong semua. Akhirnya browsing sana-sini, sreg sama campuran brown sugar+air yang dimasak hingga menyatu. Menurutku dari segi rasa, konsistensi dan warna paling mendekati, dibandingkan madu, corn syrup maupun maple syrup.

Adonan cookies menurutku sedikit kebanyakan tepung, seharusnya penambahan tepung yang terakhir (1/2 cup) aku masukkan bertahap, jadi ga kesulitan ngegilingnya, meskipun bukan berarti ga bisa digiling. Cuma keuntungannya sewaktu cookies yang sudah dicetak beralaskan parchment paper mau dipindahin ke loyang untuk dipanggang, adonan nurut ga mudah patah.

Yang rada susah menjaga agar cookies lurus selurus-lurusnya saat dipanggang. Aku perhatikan karena dialasi kertas roti, bagian pinggir jadi cenderung melengkung saat dipanggang, berbeda kalo diletakkan langsung di loyang, dia akan tetap lurus.

Assembling rumah, ternyata tidak sulit, tidak semengerikan yang aku duga, meski dinding=dinding rumahku tidak terlalu presisi. Icing sugar yang kental membantu sebagai lem / semen yang kokoh dan tak perlu menunggu diinapkan untuk mendapat fondasi rumah yang kokoh dan tegak. Aku langsung assembling sampai finishing dan so far rumahnya ok tuh.

Gingerbread House
(Joy of Cooking - Irma S. Rombauer)
Hasil: 1 bh gingerbread house,
lebar 5.5 inc, tinggi 7 inc,
alas 9 inc, dan 10-15 cookies



Bahan
1 cup (2 sticks) butter/margarine
1 cup gula
1 cup unsulphured molasses -- 3/4 cup brown sugar+1/4 cup air dipanaskan hingga menyatu
4 ½ cup all-purpose flour
1 sdt baking soda
1 sdt garam
1 sdm ground ginger
1 sdt ground cinnamon
1 sdt grated/ground nutmeg
½ cup all-purpose flour

Cara Membuat:
1. Lelehkan butter, tambahkan gula dan molasses, aduk perlahan dengan api kecil hingga gula larut
2. Pindahkan dari api, sisihkan hingga hangat kuku.
3. Campur 4 1/2 cup terigu, baking soda, garam, ginger, cinnamon dan nutmeg
4. Buat lubang di tengah tepung, tuang campuran butter, aduk hingga rata.
5. Tambahkan ½ cup tepung hingga adonan menyatu terkumpul di sisi bowl.
6. Uleni 3-4 kali di meja hingga smooth & pliable. Bungkus, simpan di lemari pendingin hingga dingin. (Adonan bisa disiapkan beberapa hari sebelumnya)
7. Setelah dari lemari pendingin, jika adonan masih terlalu lembek saat digilas, maka tambahkan sedikit tepung. 

                 



Membuat pola gingerbread dari kertas karton
1. 2 buah dinding samping bentuk persegi panjang, @ 4 x 3 inc. Setelah adonan digilas, bentuk jendela kecil di tengahnya.,
2. 2 buah bagian depan & belakang, bentuk gabungan persegipanjang + segitiga, @ 5 ¼ x 3 inc, tinggi dari dasar-kerucut segitiga 6 ¾ inc. Setelah adonan digilas, bentuk pintu dan jendela untuk bagian depan rumah saja. Belakang tidak perlu pintu & jendela.
3. 2 buah atap bentuk persegi panjang, @ 5 x 6 inc
4. 1 buah alas bentuk bujur sangkar 9 x 9 inc.
 
Memotong & memanggang gingerbreadhouse:
1. Panaskan oven 350 'F (170-180 'C)
2. Dengan rolling pin bertabur tepung, gilas 1/3 adonan ketebalan ¼ inc langsung di ungreased cookie sheet. Tabur sedikit tepung. Letakkan sebanyak mungkin pola di atasnya, sisakan jarak ¾ inc untuk cookie mengembang.
3. Potong pinggir pola dengan pisau tajam. Angkat, kelupas sisa potongan pola, kumpulkan untuk digilas kembali. Ulangi dengan cookie sheet ke-2 dan ke-3 dengan menggunakan sisa adonan tsb. Potong bagian jendela depan & samping dan pintu depan, tapi jangan diangkat potongan adonannya (jika diangkat sekarang, jendela dan pintu akan melengkung/bengkok).
4. Gilas sisa adonan untuk membuat gingerbread people, pagar, kotak post, binatang, dan bentuk lain dengan cookie cutter atau pisau.
5. Panggang 12-15 menit hingga agak gelap dan cookie hampir keras, cookie akan keras sempurna saat didinginkan. (Jika cookie tidak renyah setelah didinginkan, kembali panggang beberapa menit lagi).
6. Setelah dikeluarkan dari oven, kelupas pinggir cookie yang tidak terpakai denga pisau, sisihkan untuk decoration. Lepaskan bagian jendela dan pintu juga.
7. Di saat cookie mengeras tapi masih hangat, gunakan spatula lebar untuk memindahkannya ke cooling rack hingga dingin sempurna. Simpan hingga siap didekorasi.

Membangun rumah:
Siapkan 2-3 resep Royal Decorative Icing.
Rumah akan membutuhkan 2-6 cup icing, tergantung dekorasi. Pisahkan ½ bagian untuk memasang rumah, dan sisanya utk dekorasi dan dicampur pewarna.
Segera tutup icing supaya mereka tdk mengeras.
 
1. Letakkan alas di tray (sisi terluar cookie utk bgn rumah yg menghadap rumah). Posisikan bgn depan, belakang, dan dinding rumah di tengah alas gingerbread house dengan semua sisi saling bersentuhan. Tandai garis pola rumah tsb sebagai pondasi rumah. Ini untuk perkiraan posisi house di alasnya.
2.  Semprotkan icing di sepanjang garis pola pondasi rumah. Satu persatu, letakkan dinding dan semprotkan icing sepanjang sisinya. Ulangi hingga semua bagian rumah bisa berdiri. Sementara mengering, tahan dinding dengan kaleng/botol selai hingga mengering 1 jam s/d semalaman tergantung kelembaban.
3. Jangan tambahkan atap hingga icing benar-benar kering, hingga struktur rumah kokoh. Jangan khawatir dengan icing ada yang muncul ke permukaan, nanti akan ditutup dengan dekorasi.

Memasang atap:
1. Semprotkan icing sepanjang sisi, tekan, tambahkan tambahan icing jika perlu untuk kestabilan. Tahan dengan botol bila perlu supaya tidak merosot. Jangan dihias hingga benar-benar kokoh, nanti bisa rubuh saat dihias.

Resep Royal Decorative Icing

Bahan
1/8 sdt cream of tartar
3 ½ cup confectioner's sugar
2 large egg whites, room temperature
2 sdm lemon juice

Cara Membuat
1. Kocok putih telur hingga stiff, but not dry
2. Bertahap, tambahkan gula ayak dan lemon juice hingga mencapai good consistency. Tutup lap lembab hingga akan digunakan.
3. Jika menginginkan icing yang lebih kental, tambahkan sedikit gula.
4. Jika menginginkan icing lebih encer, tambahkan lemon juice/putih telur/air.

1 cup Molasse :
1 cup (240 ml) honey
1 cup (240 ml) dark corn syrup
1 cup (240 ml) maple syrup
3/4 cup (180 ml) light / dark brown sugar heated to dissolve in 1/4 cup (60 ml)  liquid

Minggu, September 29, 2013

NCC Chocolate Week - African Gateau


Curious to know, kenapa namanya African Gateau ? Padahal cake ini tidak berasal ataupun berhubungan dengan Afrika. Mungkin karena cakenya coklat pekat, tapi kan ada layer vla, sehingga ga totaly coklat juga ya ? Entahlah, yang penting, cake ini yummy ... cake lembut moist dengan lapisan vla yang lembut membelai lidah. Aslinya tanpa isian jeruk mandarin, tapi pakai resep majalah Santap jadul ini, vla diberi jeruk mandarin kaleng ... yup !!! Rasanya makin yahud, manis, lembut dengan sensasi sedikit asam segar dari jeruk, sajikan setelah di simpan dalam lemari pendingin, biar makin asoy ...

Di event Chocolate Week yang merupakan kolaborasi NCC Indonesia dengan Dapur Masak ini, semoga entry African Gateau memenuhi kriteria.

Africain Gâteau
Sumber: Majalah Santap

Sponge Cake:
100 gr terigu protein sedang, ayak
30 tepung maizena
30 g coklat bubuk
8 kuning telur
5 putih telur
175 g gula bubuk
75 g mentega tawar, lelehkan

Peralatan khusus:
1 loyang bulat/persegi 22 cm
1 loyang bongkar pasang atau ring bulat/persegi 20 cm untuk menyusun kue

Sirup Rum:
100 g gula pasir halus
80 ml air
4 sdm rum

Vla:
8 kuning telur
90 g tepung maizena
700 ml susu cair
150 gr gula pasir halus
4 sdt rum (optional)
Coklat bubuk untuk taburan
2 kaleng (@ 312 gr) jeruk mandarin kalengan, tiriskan

Cara Membuat:
  1. Olesi mentega loyang 22 cm dan lapisi kertas roti. Panaskan oven 180 C.
  2. Ayak terigu, maizena dan coklat bubuk 2 kali. Sisihkan.
  3. Dengan mikser kec tinggi, kocok semua telur hingga mengembang.
  4. Bertahap, masukkan gula sambil terus dikocok hingga mengembang dan kental.
  5. Ayak campuran terigu ke adonan, aduk balik dengan spatula. Masukkan sedikit adonan ke mentega cair, aduk balik rata. Masukkan kembali bertahap ke adonan. Aduk balik
  6. Tuang ke loyang, oven matang (30 menit). Keluarkan dan taruh loyang di atas rak kawat. Setelah 5 menit, keluarkan cake, buang kertas roti. Dinginkan di atas rak kawat.
  7. Setelah dingin, belah cake menjadi 3. Taruh selapis cake ke dalam loyang yang lebih kecil, tekan perlahan sampai masuk. Basahi permukaannya dengan sirup rum. Sisihkan.
  8. Sirup Rum: Rebus gula dan air sampai gula larut (tidak mendidih). Setelah dingin, masukkan rum.
  9. Vla:  Kocok lepas telur, maizena dan sedikit susu. Sisihkan. Rebus sisa susu dan gula, aduk hingga mendidih. Angkat, tuang sebagian susu panas ke campuran telur, aduk cepat (dipancing). Tuang kembali telur ke dalam susu panas, aduk. Rebus kembali, sambil diaduk-aduk hingga mengental. Angkat dan setelah setengah dingin (vla tidak beruap), masukkan rum dan jeruk mandarin, aduk.
  10. Penyelesaian:  Hangat-hangat tuang 1/2 bagian vla ke atas cake di dalam loyang. Ratakan cepat sebelum vla mengeras. Tutup dengan cake, basahi sirup, ratakan sisa vla. Terakhir tutup dengan lapisan cake terakhir. tekan-tekan sedikit untuk meratakan.
  11. Lepaskan loyang, pindahkan cake ke piring saji. Taburi dengan coklat bubuk
Tips:
1. Pakai coklat bubuk berkualitas, karena rasa dan aroma cake sangat menonjol.
2.  Simpan dalam lemari pendingin sampai saat disajikan.

Selasa, September 24, 2013

KBB#36 Happy Birthday KBB - White Wedding Cake


Hurray ... KBB ulang tahun, ... Selamat ya, semoga langgeng, dicintai anggotanya, dan memberi efek positif dalam dunia perbakingan. Tema pe er-nya so sweet, white wedding cake. Cocok deh, buat ngerayain anniversary-ku yang jatuh di bulan September juga, hehehe ...

Sempat berniat mengerjakan pe er di awal-awal bulan, tetapi ternyata setiap weekend bener-bener tersita berbagai acara yang tidak menyisakan waktu untuk membuat pe er. Di minggu terakhir, di saat mesti nungguin suami bed rest di rumah (kalau ga ditungguin ngabur ke kantor soalnya, hehe), ternyata bisa nyempetin ngerjain pe er.

Ternyata tidak seribet yang dibayangkan. Mulai start jam 13.30 siang (setelah memberi pil tidur ke suami, ssstttt ... Kalau ga gitu ngabur melulu ...), jam 15.00, cake, fondant, royal icing sudah ready, tinggal menghias cake.

Sebenarnya aku ada dua kesalahan dalam membuat pe er, gara-gara meleng lihat catatan resep sih, tapi kok jadi juga ya. Pertama, selai aprikot aku masukkan ke adonan cake. Padahal seharusnya manisan aprikot (yang aku memang ga pakai). Tapi tekstur adonan tetap bagus dan cake tetap mengembang sempurna, kok. Kedua, ekstra icing sugar yang seharusnya buat taburan meja kerja waktu ngulenin fondant, ternyata aku masukkan dalam adonan fondant. Pantas, fondantku ga bisa lentur, cenderung keras, padahal udah sampai pegel nguleninnya.

Hasil jadi cake ternyata ok. Kesalahan memasukkan selai aprikot meski sudah mengurangi takaran gula ternyata tetap membuat cupcake nge-dome. Tekstur kue tidak terlalu crumble dan rasanya pas, ga kemanisan seperti cupcake resep 'bule'. Blessing in disguisse, ternyata ...


 

White Chocolate dan Apricot Mud Cake
Sumber: AWW Cupcakes, Cheesecakes, Cookies. ACP Books, 2001.



Ingredients
125 g mentega, cincang kasar
75 g white chocolate, cincang kasar
220 g gula caster (aku: 150 gr)
125 ml susu
105 g terigu serba guna
75 g tepung self-rising
75 g manisan apricot kering, cincang kecil (ga pakai)
½ sdt ekstrak vanila
1 btr telur


Cara membuat cake
1. Panaskan oven suhu 170 'C atau 150 'C fan-forced. Alasi 6 Texas muffin tins (cetakan cupcake/muffin ukuran ¾ cup atau 180ml) dengan cupcake cases.
2. Campur mentega, chocolate, gula dan susu di dalam panci; aduk dengan api kecil hingga lembut. Pindahkan adonan ke mangkuk sedang, biarkan mendingin selama 15 menit.
3. Masukkan tepung yang telah diayak, apricot, ekstrak dan telur sambil diaduk rata; bagi rata ke dalam cetakan muffin.
4. Panggang 45 menit. Angkat cakes dan pindahkan ke wire rack supaya dingin.
5. Simpan dalam wadah kedap udara dan masukkan kulkas agar mudah saat ditrim.

Modelling fondant

Bahan
2 sdt gelatin
1 ½ sdm air
2 sdt glucose syrup
240 g pure icing sugar
80 g ekstra pure icing sugar, untuk taburan



Cara Membuat Modelling fondant:
1. Larutkan gelatin dan air dalam mangkuk; letakkan di atas panci berisi air panas di atas api kecil, aduk-aduk hingga gelatin larut; tambahkan glucose.
2. Letakkan sebagian icing sugar yang diayak ke mangkuk, tuang larutan gelatin. Masukkan bertahap sisa icing sugar.
3. Uleni sampai lembut, di atas meja kerja yang ditaburi icing sugar. Bungkus dengan plastik sampai nanti diperlukan.

Royal icing

Bahan
240 g pure icing sugar
1 putih telur
½ sdt lemon juice


Cara membuat Royal Icing:
1. Ayak icing sugar dengan saringan sangat halus.
2. Kocok ringan putih telur dengan mixer, tambahkan icing sugar bertahap (1 sdm).
3. Ketika icing sudah mencapai pucuk lancip, gunakan sendok kayu untuk mengaduk lemon juice ke dalamnya; tutup rapat dengan plastic wrap.

Finishing
110 g apricot jam, hangatkan, saring
80 g icing sugar, untuk taburan
900 g fondant putih



Cara Membuat White Wedding Cakes
1. Taburi meja kerja dengan icing sugar, gilas fondant ketebalan 3mm. Buat bunga dengan cetakan ukuran 3,5cm dan 1,5cm, bentuk dengan ball tool dan keringkan di atas serbet dapur bersih. 
2. Sendokkan royal icing ke piping bag dengan spuit polos kecil, tutup icing dengan serbet lembab supaya tidak kering.
3. Keluarkan cake dari kertasnya. Trim pinggiran cake sehingga membentuk silinder. Satukan dua cakes dengan apricot jam, olesi sisi-sisinya dengan sisa apricot jam. Kerjakan sampai habis, menjadi 3 silinder.
4. Taburi meja kerja dengan icing sugar, uleni fondant hingga lembut. Bagi menjadi tiga bagian. Gilas tiap bagian ketebalan 5mm. Tutup ketiga silinder cake dengan fondant. Trim alasnya dan haluskan permukaan fondant.
5. Semprotkan royal icing di belakang tiap bunga; tempelkan ke atas cake. Semprotkan bentuk titik di tengah tiap bunga dan buat border di sekeliling dasar cake.
6. Sajikan.

Selasa, Juli 30, 2013

KBB#35 Pavlova


Yipiiiiii .... aku bisa bikin pavlova .... selama ini aku berfikir kalo bikin pavlova itu tricky, secara pernah bikin schumpjes hasilnya tidak seperti yang kuharapkan. Berkat KBB, akhirnya berhasil menaklukan rasa galau, dan ternyata tidak se'mengerikan' yang aku bayangkan.

Tantangan datang saat memasuki bulan puasa, saat-saat dimana jam kerja kantor memendek, tapi waktu tidur berkurang, hahaha ... Saat ini pekerjaan kantor lagi 'lucu-lucunya', 2 project besar sedang on going, dimana salah satunya sedang persiapan live, belum pekerjaan tengah tahun dimana forecasting, budgeting dan planning sedang ditinjau ulang. Bulan puasa merupakan private project tersendiri, karena harus memikirkan menu buka dan sahur yang bisa memancing selera, pembuatan kue kering dan persiapan mudik, lumayan menyita perhatian juga.

Aku baru bisa mengerjakan tantangan last minute di minggu terakhir, dimana acara buka puasa bersama di rumah sudah berhasil sukses, project kue kering sudah final, dan pekerjaan kantor 90% sudah final. Saat itulah bisa tenang bikin pe er, ambil berbagai sudut foto, edit, ngeblog dan laporan.

Resep pavlova yang menjadi tantangan dan aku pakai (Resep 1) tenyata simple dan mudah diaplikasikan. Karena tidak punya dan tidak bisa pakai cuka anggur putih, aku pakai cuka makan biasa, dengan takaran 1/2 dari resep. Kemudian karena tidak menemukan strawberry maupun berry-berry yang lain, aku pakai selai strawberry yang dimasak dengan sedikit air untuk sedikit mengencerkan sehingga bisa dituang ke atas whipped cream. Whipped cream yang ada dalam stok adalah whipped cream bubuk, sehingga sudah manis jadi tidak perlu penambahan gula icing. Buah-buahan yang aku pakai kiwi, buah naga dan cherry. Begitu jadi ternyata kelihatan ok banget, ga kalah dengan buatan Donna Hay ... hahahaha ...

Classic Berry Pavlova
Sumber: ABC Delicious: Sweets

 
Bahan
4 butir putih telur dalam suhu ruangan
250 gram gula caster
2 sendok teh tepung maizena
1 sendok teh cuka anggur putih (aku pakai cuka makan dengan takaran 1/2 dari resep)
½ sendok teh ekstrak vanilla
2 x 125 gram raspberry
125 gram blueberry
250 gram strawberry, buang kelopaknya, iris
300 mililiter krim kental
5 sendok makan gula icing

 
Cara Membuat
1. Panaskan oven suhu 150C. Alasi loyang dengan baking paper dan gambar lingkar 22cm.
2.Kocok putih telur dengan sejumput garam menggunakan mixer elektrik hingga pucuk tumpul. Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, hingga adonan mengkilat dan stiff. Masukkan tepung maizena, cuka dan vanilla, aduk rata.
 3. Gunakan sendok besar (atau spatula), tumpuk adonan meringue ke atas gambar lingkar di atas baking paper, lalu buatlah semacam lekukan di tengah adonan meringue menggunakan punggung sendok.
 4. Masukkan dalam oven dan segera turunkan suhu oven ke 100C. Panggang selama 2 ½ jam hingga kulit pavlova mengering. Biarkan di dalam oven hingga pav dingin.
 5. Masukkan satu bagian dari raspberry ke dalam blender dengan 3 sendok makan gula icing, proses sampai lembut. Saring dan buang bijinya.
 6. Kocok krim dengan sisa gula icing hingga pucuk tumpul. Isi bagian tengah pavlova dengan krim kocok dan tabur dengan buah-buahan berry. Sendokkan saus raspberry ke atas susunan buah-buahan, hidangkan segera.


Tips:
1. Pastikan putih telur tidah tercampur kuning telur dan air, sehingga bisa mengembang sempurna.
2. Kocok whipped cream dengan kondisi dingin sehingga bisa mengembang sempurna.
3. Tumpukkan adonan tidak terlalu tinggi agar pavlova tidak terlalu tebal, kurang cantik dan menjadi ga imbang dengan toppingnya.

 

Jumat, Mei 24, 2013

KBB#34 Made in Indonesia -- Bika Ambon





Tantangan yang bikin panas dingin plus penasaran. Terus terang belum pernah mencoba bikin sebelumnya dan belum ada keberanian, secara pemakaian kuning telur yang lumayan. Tapi berkat KBB jadi berani untuk membuat bika ambon, kue asli Indonesia.

Bahannya sebenarnya mudah didapat, berbeda dengan mbak Arfi dan teman-teman KBB lain yang tinggal di luar negeri, kerepotan mencari air kelapa, sanan maupun sagu tani. Cuma cara membuatnya yang bikin senewen. Banyak hal tricky di sini, dari pengembangan adonan (kalau terlalu lama jadi asam kuenya), pengadukan dengan dikeplok-keplok (kalau kurang aduk, sarang ga bagus), suhu pemanggangan yang tepat agar kue matang sempurna. Dari yang pintu oven mesti dibuka dulu di awal pemanggangan agar terbentuk sarang, penggunaan api bawah yang pas agar tidak bantat, sampai pemakaian api atas di menit-menit terakhir agar permukaan atas kue cantik, hadeuuuhhh ....

Sengaja bikin di siang hari, maksud hati agar dicapai suhu yang tepat untuk peragian, tetapi tetap saja dalam dua kali percobaan tetap sarangnya belum sempurna. Bantat sih enggak, cuma belum bisa mentul-mentul seperti layaknya bika ambon Medan. Analisa aku, suhu oven kurang pas, dan pengadukan yang dikeplok-keplok belum benar, sehingga pembentukan sarang tidak bisa sempurna.

Percobaan keduan juga demikian, sarangnya belum sexy, OMG, .... senewen banget, .... Tapi semoga lulus ya pe er tantangan kali ini. Lain kali harus benar-benar bisa menaklukkan bika ambon. Masak orang Indonesia sendiri ga bisa bikin bika ambon, .... jangan sampai nanti diakui sebagai kue tradisional Negara tetangga ya ....

BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati


Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir
Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan


Cara membuat :
1. Biang: Campur ragi, terigu, gula dan garam, tuangi air kelapa, aduk dengan tangan hingga rata, tutup dengan plastik wrap, diamkan 30-45 menit, hingga mengembang.

2. Cairan: masak santan, garam, serai, daun jeruk dan daun pandan, hingga panas (tidak sampai mendidih), dinginkan hingga suhu ruang, saring.
3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental.
4. Campur biang dengan tapioka/kanji, aduk dengan tangan hingga rata.
5. Tambahkan adonan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan dengan cara dikeplok-keplok, hingga rata.
6. Masukkan santan, aduk kembali dengan tangan (dikeplok-keplok) hingga rata dan tekstur halus (sekitar 20 menit). Tutup dengan plastic wrap dan diamkan hingga 3 jam.
7. Olesi tipis2 seluruh permukaan loyang 20x20x7 cm dengan minyak goreng. Alasi dasar loyang dgn kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
8. Panaskan oven api bawah 160 'C. Panaskan loyang di dalam oven sekitar 15 menit, keluarkan, dan tuang adonan ke dalam loyang.
9. Masukkan loyang di rak paling bawah oven, buka sedikit pintu oven, panggang hingga adonan mulai berlubang2 di permukaan atas (pertanda sudah mulai terbentuk serat).  Tutup pintu oven, lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50 menit (lakukan tes tusuk).
10. Matikan api bawah oven, nyalakan api atas, panggang sejenak hingga permukaan kue terlihat lebih kecoklatan. 
11. Matikan api oven, keluarkan kue, dinginkan hingga suhu ruang. Gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan kue dari loyang.

Jumat, April 12, 2013

NCC JTIW - Onde-onde Ceplis dari Semarang INDONESIA


Makanan kesukaan waktu kecil, bentuk sih bisa macam-macam, ada yang bulat, lonjong, oval, dll, tapi namanya tetap onde-onde ceplis, karena kalau dimakan langsung habis dalam satu suap ... sak ceplis (satu kali), langsung habis, ...  Mungkin di lain daerah ada dengan nama berbeda, ya. Jangan bayangkan seperti onde-onde yang ada isi kacang hijau kupas, ini onde tidak ada isinya, garing, cocok buat camilan sambil nonton tv, baca buku, ngeteh rame-rame. Sudah jarang menemukan camilan ini, kalaupun ada, kok rasanya kurang ok ya. Makanya dicoba bikin sendiri. Beruntung ada ibu-ibu Yasaboga, jadi bisa mencoba resepnya.

Meskipun 1 resep adonan mentah sepertinya ga banyak, ternyata waktu membuat bola-bola kecil lama juga, apalagi membalut dengan wijen. Saking takut wijennya akan rontok saat menggoreng, aku tekan-tekan wijen ke tiap bulatan, jadinya lama banget buat nyelesainnya karena bulatan yang kecil-kecil. Mungkin kalau produsen onde ceplis sudah punya trik, jadi prosesnya bisa lebih cepat. Yuk dicoba ...

Onde-onde Ceplis
Yasaboga - Camilan Indonesia

Bahan
250 gr tepung ketan
50 gr tepung sagu
125 ml air
1 sdt garam
75 gr gula pasir
1 1/2 sdt butir telur
75 gr wijen putih

Cara Membuat
1. Campur semua bahan kecuali wijen, uleni hingga bisa dipulung.
2. Bentuk bulat-bulat kecil, gulingkan ke wijen.
3. Goreng dalam minyak panas api sedang

Tips:
- adonan akan mengembang, yang membuat onde ini menjadi renyah, oleh karena itu bikin bulatan kecil-kecil saja agar tidak lama waktu menggoreng, dan bisa tetap renyah.
- sebenarnya cara membuat yang tertera adalah dibulatkan semua baru digulingkan ke wijen. tapi hal ini membuat adonan cepat kering, sehingga wijen tidak menempel baik. Makanya aku pakai cara sendiri.
- tapi kalau mau dibulat-bulatkan semua dulu baru digulingkan ke wijen, bisa kok, saat mau digulingkan ke wijen, percikin sedikit air, agar bola-bola menjadi sedikit lembab, baru digulingkan ke wijen.