Rabu, April 14, 2010

Otak-otak Ikan Tengiri



Mas tukang sayur bawa potongan ikan tengiri yang masih segar, jadi kepikiran bikin otak-otak karena inget di kulkas masih punya daun pisang juga. Langsung minta si mas pisahin tulang dan kulitnya. Cacah-cacah sebentar pakai pisau dapur, campur bumbu, bungkus daun langsung panggang. Karena daun pisangnya cuma dikit, jadinya bungkusannya gede-gede, ga kayak kalo beli gede di daun doang.

Aku panggang pakai panggangan gas yang suka aku bawa kalau nginep keluar kota. Praktis lo panggangan ini, karena pakai gas tabung kecil, cepet dan panas apinya bisa diatur, bersih dan gampang dibersihkan serta compact, karena tinggal jinjing kalau mau pakai buat piknik. Aku waktu itu beli di SuperHome lagi diskon 40%, worth to buy.

Back to otak-otak, harum panggangan membuat anak-anak yang baru bangun ngintil ke dapur, ikut manggang sambil icip-icip. Yang ada sebelum aku sempet buat sambelnya, otak-otak tinggal berapa biji, makanya fotonya ga ada sambal kacangnya, kacang yang sudah aku goreng digadoin sama Farras. Ternyata mereka suka, mungkin karena sambil ikutan bikin, trus dimakan hangat-hangat pula. Aku bikin cuma 1/2 resep, jadi lumayan banyak, apalagi kalau ukurannya mau ngikutin orang jualan, tambah banyak deh. Pantas dicobain, ga rugi deh ....

Otak-otak Ikan Tengiri
Fatmah Bahalwan

Bahan
1 kg daging ikan tengiri, hancurkan
400 ml santan kental dingin
150 gr tepung sagu tani
150 gr gula pasir
100 ml putih telur
5 sdm irisan tipis daun bawang

Bumbu
2 sdm bawang merah halus
2 sdm bawang putih halus
30 gr garam halus
1 sdt merica bubuk
1 sdt vetsin (aku ga pakai)

Cara Membuat
- Campur dan remas-remas ikan tengiri, santan dan bumbu sampai rata.
- Tambahkan tepung sagu, gula, putih telur, remas-remas dan banting hingga jadi adonan halus dan kenyal.
- Masukkan daun bawang, aduk rata
- Masukkan ke dalam plastik segitiga. Semprotkan ke selembar daun pisang, gulung kemudian agak pipihkan, semat di kedua ujungnya.
- Bakar di api sedang sampai matang. Di pangganganku api paling minimal, karena kalau kegedean, bagian luar keburu gosong, dalamnya belum matang.

Sambal Kacang
250 gr kacang tanah
750 ml air matang
100 gr cabai rawit dan merah
3 sdm cuka
1 sdm garam
2 sdm gula

Cara Membuat
- Haluskan kacang tanah dan cabai, tambahkan gula, garam, cuka, aduk rata.
- Tuang air, aduk rata.

Tips:
- Pilih ikan tengiri yang segar, karena akan menentukan rasa otak-otak.
- Jangan menggulung daun pisang terlalu rapat/kencang, karena otak-otak akan sedikit mengembang, yang membuat daun pisang sobek karena meletus.
- Gulung daun pisang 2-3 lapis agar otak-otak matang tapi tidak jadi gosong, cukup yang gosong daunnya. Karena makanan yang gosong mengandung zat karsinogenik penyebab kanker.

Selasa, April 13, 2010

Golden Orange Chiffon Cake




Bagaimana kalau jeruk orange bercampur dengan jeruk lemon di loyang chiffon ? Pastilah mencuat kesegaran di tiap pori-pori halus chiffon cake. Ini bisa jadi solusi bagi yang suka mengeluh merasa mencium aroma amis telur yang dominan di chiffon cake. Dijamin tidak ada bau telur, tapi aroma dan rasa kesegaran orange dan lemon yang mendominasi. Silakan dicoba dan awas kalau ketagihan !

Golden Orange Chiffon Cake
Untuk 16 porsi
Santap No. 09/2004

Bahan
130 gr terigu protein rendah
3/4 sdt BP
1/4 sdt garam
5 kuning telur
50 gr gula pasir
2 sdm kulit jeruk orange parut
2 sdm kulit jeruk lemon parut
80 ml minyak salad
150 ml jus jeruk orange
6 sdt jus jeruk lemon
6 putih telur
1/4 sdt cream of tartar
70 gr gula pasir

Cara Membuat:
- Panaskan oven 180 'C.
- Ayak terigu, BP, dan garam.
- Campurkan kuning telur dan gula, aduk dengan whisk. Tambahkan parutan kulit jeruk, aduk rata. Tuang minyak sambil diaduk. Masukkan campuran tepung dan jus jeruk, aduk rata.
- Kocok putih telur dengan kec sedang sampai berbuih. Masukkan cream of tartar. Setelah mengembang, masukkan gula bertahap. Setelah rata, kocok dengan kec tinggi sampai mengembang dan terbentuk puncak tumpul.
- Masukkan 1/4 bagian putih telur ke adonan tepung, aduk balik dengan spatula/whisk. Kemudian tuang adonan tepung ini ke adonan putih telur, aduk balik rata.
- Tuang ke loyang chiffon diameter 22 cm tinggi 10 cm sampai 3/4 penuh. Ratakan atasnya dengan punggung sendok.
- Oven 40-50 menit hingga kecoklatan. Tes tusuk, apabila tidak ada adonan yang menempel, keluarkan dari oven, tunggingkan hingga dingin.

Tips dari Santap:
- Pakai gula pasir dengan butiran halus, agar tekstur cake halus dan maksimal pengembangannya.
- Gunakan wadah untuk mengocok putih telur yang kering dan bersih dari minyak dan kuning telur.
- Jangan mengocok kuning telur terlalu kaku agar cake tidak kering. Kocok sampai terbentuk puncak tumpul saja kalau mixer diangkat perlahan ke atas.
- Agar memudahkan pencampuran adonan putih telur yang lembut ke adonan tepung yang pekat dan kental, pakai teknik 'memancing', yaitu 'encerkan' adonan tepung dengan dengan 1/4 bagian adonan putih telur untuk melembekkannya. Setelah itu baru campurkan adonan tepung yang sudah lembek ini ke adonan putih telur. Hasil kue akan lebih bagus dan lebih mekar.
- Jika ingin permukaan cake yang mulus (tidak merekah), turunkan oven hingga suhu 160 'C saat cake telah naik secara maksimal.
- Setelah cake matang, panas-panas langsung taruh terbalik ke atas leher botol atau di atas meja (jika loyangnya punya kaki). Ini dilakukan supaya tidak mengempis. Karena tidak diolesi minyak maka cake tidak akan merosot ke bawah.
- Tanda cake yang matang, tidak akan meninggalkan bekas jika ditekan permukaannya perlahan dengan jari tangan.
- Balik loyang setelah dingin seluruhnya. Dengan hati-hati lepaskan pinggir cake dengan ujung pisau yang tumpul. Angkat keluar cake lalu lepaskan dari dasar loyang.

Chocolate Chiffon



Gara-gara aku bawa coffee chiffon ke kantor buat cemilan, dicicip sama Dina, langsung diorder buat teman-teman dan guru Ando (anak Dina) untuk dibawa besok paginya.
Agak keder juga, secara aku pulang malam saat itu karena ada pending kerjaan, dan mesti persiapan presentasi untuk training besoknya. Jadi aku cuma sanggupi 1 loyang dari 3 loyang yang diorder. hi hi ... Lagian loyang chiffonnya cuma satu, udah gitu manggang dan ndingininnya lama.
Jadi pulang kantor ngebut ngadon dan ngoven. Untung papanya anak-anak ada acara sampai malam, jadi ga rewel 'malam-malam berisik!'. Pas papa pulang, cake udah masuk oven dan tinggal tunggu 15 menit. Habis ditunggingin, aku tinggal tidur. Pagi-pagi sebelum ke kantor nyairin coklat, coret-coret sebentar, tabur sprinkle, jadi deh ....
Karena buat anak-anak, agar tampak menarik dan ceria, aku kasih coretan DCC dan WCC serta taburan sprinkle bintang warna-warni.

Aku modif dari resep Pandan Chiffon Bu Fat, tinggal ganti :
- susu bubuk dengan bubuk coklat
- santan dengan susu cair
- pasta pandan dengan pasta black forrest
Cara pengerjaan sama.

Link ke blog NCC Chiffon Week http://chiffonweekncc.blogspot.com/2010/04/chocolate-chiffon-by-dwi-hesti.html

Green Tea Chiffon



Lagi cari sesuatu untuk event online NCC Chiffon Week. Ngoprek kitchen cabinet, nemu green tea bubuk dan teringat terakhir ke Rossy beli pasta green tea, akhirnya memodif resep chiffon pandan bu fat untuk jadi green tea chiffon.
Secara tekstur dan rasa aku puas, tapi warnanya kurang cantik, entah kurang atau kelebihan matcha/pasta, atau kegedean api ovennya. Kayaknya ... perjalanan green tea chiffon belum berakhir di sini ...

Green Tea Chiffon
Modifikasi dari Pandan Chiffon Bu Fatmah NCC

Adonan Pasta
38 gr gula pasir
15 gr susu bubuk
10 gr tepung maizena
5 gr green tea bubuk (matcha)
105 gr tepung terigu protein rendah
3/4 sdt BPDA
75 ml minyak sayur
75 ml susu cair
105 gr kuning telur
3/4 sdt pasta green tea (aku pakai toffieco)

Adonan Putih Telur
22g ml putih telur
113 gr gula pasir
1/4 sdt garam halus
3/4 sdt cream of tartar

Cara Membuat
- Panaskan oven 180 'C.
- Adonan Pasta: campur dan ayak susu bubuk, maizena, terigu, green tea bubuk dan BPDA, campur dengan gula pasir. Lubangi tengahnya. Tuang kuning telur di tengah, aduk searah dari arah dalam menggunakan whisk, sambil tuangi minyak dan susu. Aduk hingga menjadi adonan pasta halus. Masukkan pasta green tea, aduk rata.
- Adonan putih telur: kocok putih telur, garam dan cream of tartar sampai setengah mengembang. Masukkan gula pasir bertahap, sambil dikocok hingga mengembang dan membentuk puncak tumpul (soft peak).
- Campurkan adonan putih telur ke adonan pasta, aduk perlahan dengan whisk hingga rata.
- Tuang ke loyang chiffon diameter bawah 20 cm tanpa dioles apa-apa. Letakkan di atas loyang tipis sebagai alas jika ada adonan yang rembes.
- Oven kurleb 45-60 menit hingga kue matang dan kokoh (jika ditekan permukaannya kembali membal/tidak berbekas).
- Keluarkan dari oven, balikkan loyang dengan disangga kaki-kakinya atau pakai leher botol. Biarkan hingga dingin.
- Jalankan pisau tipis di sekeliling loyang dengan gerakan lurus (tidak bolak-balik). Jalankan tusuk sate di sekeliling cincin bagian tengah cake. Angkat cake, sisipkan pisau di bagian dasar cake, balik cake di atas rak kawat atau piring saji. Potong cake dengan pisau gergaji.

Note:
- Bahan sudah dikonversi 3/4 resep asli, untuk ukuran loyang chiffon 20 cm.
- Putih telur harus bebas dari kuning telur. Wadah dan pengocok harus dalam kondisi kering dan bebas lemak agar putih telur mengembang sempurna.
- Saat pengocokan putih telur, gula lebih bagus dimasukkan bertahap saat putih telur sudah setengah mengembang, agar telur mengembang sempurna.
- Bahan tepung harus diayak, terutama green tea powder (kalau bisa dua kali) agar tidak bergerindil dan hasil cake halus.
- Lama pemanggangan sangat bergantung dengan kondisi oven masing-masing, jadi sesuaikan saja, asal cake sudah mengembang penuh, kering permukaannya dan membal jika ditekan, maka cake siap diangkat.

Minggu, April 04, 2010

Coffee Chiffon



Penasaran melihat postingan bu cit, jadi langsung praktek. Pertama gagal, karena kopi yang aku pake ternyata bukan kopi instan (aku pakai kopi papa), trus putih telurnya salah takar, harusnya pakai ml aku pakai gram, makanya adonannya pahit dan ga setinggi biasanya.
Kali ini bikin diniatin, e ... Kok nya ga dikonversi jadinya adonan yang harusnya untuk loyang chiffon 22/24 berlebih, karena loyangku 20cm. Sisa adonan kutaruh di loyang loaf 24X10X7cm, pas.

Coffee Chiffon
Modifikasi Pandan Chiffon NCC oleh Bu Citra

Bahan Pasta
60 gr gula pasir
140 gr tepung terigu
30 gr tepung maizena
1 sdt BPDA
35 gr kopi instan
140 gr kuning telur
130 ml susu cair
120 ml minyak goreng
1 sdt perasa kopi

Bahan Putih telur
300 ml putih telur
1/2 sdt garam
halus
150 gr gula pasir

Almond slice untuk taburan

Cara Membuat
- Pasta: Campur terigu, maizena, kopi, BPDA, gula, buat lubang di tengah.
- Masukkan kuning telur, aduk searah dengan whisk sambil tuangi minyak dan susu, aduk rata hingga menjadi pasta halus. Sisihkan.
- Putih telur: kocok putih telur dan garam hingga setengah mengembang. Masukkan gula bertahap sambil dikocok hingga soft peak.
- Masukkan kocokan putih telur ke adonan pasta, aduk pelan hingga rata.
- Tuang ke loyang chiffon 24cm, taburi almond slice.
- Oven 150 'C selama 90-100 menit.
- Keluarkan dari oven, panas-panas balik loyang atau tunggingkan ke leher botol, sampai dingin.
- Jalankan searah pisau tipis tajam ke sisi loyang. Putarkan tusuk sate di leher loyang. Angkat. Jalankan pisau di dasar loyang. Potong cake dengan pisau gergaji tajam.

WOW Crunchy Cookies



Ini salah satu alternatif cookies untuk papa. Waktu lihat reviewnya di majalah Santap, ini cookies aman dimakan oleh orang tua, tapi disukai anak. Hasilnya memang wokeh !!!! Jika kurang suka, chocolate chip bisa diskip, dan tetap tidak mempengaruhi rasa.

WOW Crunchy Cookies
Santap No. 7/ 2004

Bahan
125 gr terigu protein rendah
1/2 sdt BS
1/4 sdt garam
100 gr mentega tawar (aku: 25 gr wysman+25 gr blueband+50 gr elle verre)
80 gr gula kastor (aku: 40 gr gula tebu rendah kalori tropicana slim)
50 gr brown sugar
1 butir telur
1/2 sdt vanila ekstrak / 1/4 sdt vanila essence
100 gr quick oats
90 gr almond / mede, cincang, sangrai
20 gr cornflake, remukkan
50 gr chocolate chips, optional

Cara Membuat
- Panaskan oven 180 'C. Siapkan loyang tipis, alasi dengan baking paper.
- Campur terigu, BS dan garam, sisihkan.
- Kocok mentega, gula kastor dan brown sugar dengan mixer kec sedang sampai rata dan mengembang.
- Tambahkan telur dan vanili, kocok rata.
- Pindahkan mixer ke kec rendah. Masukkan campuran terigu, kocok rata.
- Tambahkan oat, kacang, cornflake dan choc chips.
- Bentuk cookies dengan 2 sdm (atau sdt jika pengen bentuknya kecil) beri jarak 5cm karena kukis akan melebar, di loyang yang dialasi parchment paper.
- Oven 15 menit atau hingga matang / kuning keemasan.
- Angkat, pindahkan ke rak kawat. Dinginkan. Simpan dalam wadah kedap udara.

Untuk 565 gr

Martabak Telur / martabak kubang / martabak kubang / martabak malabar



Halah ... judulnya heboh ya ... Makanan ini menjelma seribu nama saat disajikan oleh seribu penjual dari berbagai daerah. Kalau dulu martabak ini identik dengan daging kambing dan minyak samin karena dijual oleh orang arab atau india. Tapi sekarang malah jarang yang memakai daging kambing, umumnya daging sapi atau malah variasi baru daging ayam. Telur bebek yang menambah gurihnya rasa pun sekarang banyak diganti telur ayam, untuk mengakomodasi selera dan pertimbangan kesehatan.


Aku jadi inget bapak almarhum, ini adalah makanan favoritnya. Aku dulu suka diajak beli martabak malabar di simpang lima. Martabak malabar sebenarnya martabak telur juga tapi di atas kulit martabak yang baru dilipat ditumpuki kembali bahan isian plus tumisan daging. Jadi tebal banget, tapi, kalo makan bisa merem melek. Terakhir aku mudik, penjualnya udah raib ... Ga tahu kemana ... Meski harganya premium, tapi pelanggan tetap ngantri, karena penjual sangat generous ngasih isian. Aku belum pernah nemu penjual seperti itu di sini.
Yang agak mirip di sini adalah martabak kubang, meski ini adalah varian dari masakan padang. Kubang adalah nama daerah di Sumatera Barat. Cuma tetep, tidak ada yang bisa mengalahkan martabak malabar ....

Browsing sana-sini, kok ga nemu resep yang sepertinya mantap. Akhirnya eksperimen sendiri, cemplang-cemplung, mengobati sakau. Sedikit mbrebes mili, inget bapak, di saat-saat terakhir sebelum beliau pergi, beliau masih pengin makan martabak ini. Akhirnya kubelikan, trus sama ibu dihancurin sampai halus supaya Bapak bisa menelannya. hik hik ... jadi kangen bapak ....

Bahan kulit
100 gr terigu protein tinggi
55 ml air
20 ml minyak goreng
1/8 sdt garam
Minyak goreng untuk merendam

Cara Membuat
- Larutkan garam ke air, campur larutan ini ke tepung, uleni hingga kalis.
- Masukkan minyak, uleni hingga rata dan lentur.
- Bagi menjadi 2 (ukuran besar) atau 3 (ukuran sedang).
- Rendam dalam minyak goreng selama 2 jam.
- Tiriskan, siap digunakan.

Bahan Tumisan Daging (aku bikin dagingnya buanyak ... maklum ... sakau)
250 gr daging sapi giling
3 siung bawang putih, cincang
5 siung bawang merah, cincang
1 buah bawang bombay sedang, cincang
1 bungkus bumbu gule
1/2 sdt Garam
1/4 sdt Merica bubuk

Cara Membuat:
- Tumis bawang putih, bawang merah, bawang bombay hingga harum.
- Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
- Masukkan bumbu gule, garam dan merica, aduk rata. Masak hingga kering.

Bahan Isi:
4 batang daun bawang, iris halus
1 buah bawang bombay sedang, cincang
5 butir telur bebek
1 sdt Garam
1/2 sdt Merica

Acar Ketimun
5 buah ketimun kecil, kupas, belah 2, buang biji, iris tipis
5 buah bawang merah, kupas, iris-iris
Segenggam cabai rawit hijau, buang tangkai, utuhkan
1 sdm cuka makan
2 sdm air matang
1 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
Campur semua bahan, simpan dalam kulkas.

Saus
3 sdm kecap manis
150 ml air matang
1 sdm cuka makan
2 sdm gula pasir
1/8 sdt garam
Campur rata semua bahan

Penyelesaian
- Panaskan sedikit minyak di wajan datar yang lebar dengan api kecil (aku pakai satay pan 30cm).
- Kocok lepas telur, garam, merica, dan bahan isian lain. Masukkan daging tumisan, aduk rata.
- Ambil satu bagian kulit, tipiskan (seperti abang-abang jualan), lebih bagus di alas marmer.
- Letakkan adonan tipis di wajan, beri 2-3 bagian adonan isi (sesuai adonan kulit yang ada). Lipat sisi-sisinya. Goreng kedua sisi hingga matang.
- Sajikan hangat dengan acar ketimun dan saus.