Rabu, Februari 03, 2010

Baking Sindrom

Banyak orang punya niat untuk baking, tapi bingung untuk memulai, kadang udah keder membayangkan peralatan dan bahan-bahan yang kelihatannya mahal. Let's start with simple things ...

Saat memulai kembali baking aku hanya bermodal hand mixer buatan cina (ini juga dikasih ibu) dan panci kukusan (punyaku yang bulat besar biasa buat nasi kuning), aku udah bisa bikin bolu kukus, brownies kukus, cupcake kukus, jajan pasar, dan kue-kue lain yang digoreng.

Setelah itu aku mulai menambah peralatan, beli oven, upgrade mixer (krn yg lama jebol setelah kuperbudak), beli whisk, spatula, loyang, cetakan dan peralatan dekor sederhana.


Mulai join NCC, 'kegilaan'ku bertambah, apalagi setelah mengikuti beberapa kursus, biasa ... kena komporan teman juga. Kalo cewek-cewek lain kalap dengan sale kosmetik, baju, tas, sepatu, dll, aku ga bergeming. Aku cuma kalap kalo di toko bahan dan peralatan kue, promo baking tools di milis, diskon toko buku atau nemu buku baking di toko buku loak. Mulai deh tuh ... tumpukan loyang dan peralatan bahkan bahan baking bertambah di gudang. Sampai suami pernah complain, emang ga cukup loyang segini, masih beli terus ? Hi..hi.. kan tiap loyang kan punya fungsi yang beda ? Kumpulan resep pun makin menggunung. Aku mulai hapal seluk beluk dari online baking store, sampai toko bahan kue seantero Jakarta kayak Ani, Titan, Dharmaputra, Rossy, Mira, WT, Loyang, bahkan toko bahan kue level pasar tradisional pun aku jelajahi. Kalau nge-mal, bukan bagian baju, sepatu, tas atau make up, tapi bagian peralatan rumah atau dapur, atau toko peralatan rumah seperti ace hardware, superhome, electronic city, keluarnya bawa peralatan dapur lucu-lucu. Suami aja sampai bingung, saat ke luar kota pun aku sempetin nengok toko bahan kue setempat, alasanku, 'siapa tahu ada yang lucu-lucu' .... hi hi hi ...

Sejak bikin blog, makin terpacu keinginan menampilkan catatan baking lebih baik, dan sekarang tertular virus baru: food photography. Jadi lihat pernik-pernik, pengen juga buat koleksi properti photography. Haia ... Kapan sembuhnya kalau tertular virus melulu ? Tapi ga pa-pa to, wong yang digandrungi sesuatu yang positif.

Saat pengen menyenangkan diri sendiri, maka baking atau tour de toko bahan kue akan jadi penyaluranku. Kalau lagi berantem sama suami, dia tahu cara islah paling tokcer, dia akan bilang, 'mau dianterin ke titan ga ?' ha ha ha ....

Kenapa baking ?

Ya ... Kenapa baking ? Pertanyaan yang dilontarkan teman-teman saat mengetahui keseharianku sekarang kuisi dengan baking. Sebenarnya mereka ga tahu juga, bahwa sejak sekolah dulu, aku udah suka baking juga, apalagi kalo ibu ada pesanan kue, dari snack box sampai wedding cake. Aku ingat, aku suka 'diselundupkan' sama ibu untuk ikut demo masak atau bikin kue. Sering juga eksperimen resep, apalagi adikku dengan senang hati menampung hasilnya, berhasil atau gagal.

Saat kuliah, karena merantau, hobi tak bisa tersalur, tahulah kondisi orang rantau, cuma aku suka ngumpulin resep Femina (hihi majalahnya beli di tukang loak). Saat aku pindah kost ke tempat yang ada pantry sendiri, boleh masak dan dilengkapi peralatan, mulai berani bikin yang simple, secara kantong juga ngepas.

Saat merried, belum terpikir juga nerusin hobi, apalagi langsung si kecil lahir, ngurusin sendiri suami baru, kerjaan baru, rumah baru, anak-anak berikutnya tak menyisakan energi dan waktu untuk baking.
Nah, setelah 3 anakku lumayan bisa mandiri (paling kecil udah tk), energi berlebih ini butuh penyaluran ... Ha ha ha ...

Nggak tahu kenapa, dengan baking aku bisa mendapat waktu refreshing dari berbagai aktivitas yang kujalani. Dari tekanan dan tuntutan pekerjaan yang intens terkadang emosional, tekanan emosi menghadapi anak atau suami bahkan pembantu, atau pikiran lain yang kadang membebani pikiran. Sensasi baking sangat berbeda dengan cooking, yang tidak bisa kurasakan adrenalin. Memang baking tetap butuh konsentrasi, yang bagi sebagian orang malah menciptakan stress tersendiri, tapi buatku bagaikan diberi teka-teki plus disuruh adu ketangkasan yang menimbulkan perasaan puas saat berhasil menaklukkannya.

Saat mixer berbunyi, adrenalin sudah terpacu, kemudian mengaduk adonan (yang kalau salah, langsung gagal deh), menanti adonan mengembang dan membentuk kue yang sempurna bagaikan menunggu suatu pencapaian dengan adrenalin yang memuncak. Saat kue sesuai dengan hasil yang kita harapkan, wuih ... rasanya kayak menaklukkan himalaya (lebay ga sih ...). Hua ha ha ... Jangan ketawa, aku sendiri kadang ga nyangka dengan ekspresiku sendiri saat berhasil menaklukkannya. Seperti saat berhasil bikin cheese cake, aku bisa nari-nari sekeliling dapur; bisa bikin chiffon cake teriak-teriak 'yes yes yes'; bisa bikin bolkus ngakak (krn selama ini cuma ketawa) langsung lompat-lompat sambil teriak 'berhasil-berhasil-berhasil' .... Ha ha ha .... Suami sama anak sampai bingung ...

Makanya buat yang butuh penyaluran stress, baking aja yuk ... Ga usah ngafe, ngrumpi, shopping, clubbing, dan de el el yang kadang malah banyak mudharatnya. Baking aja, stres tersalur, anak suami seneng mak-nya ga keluyuran, menghemat karena ga perlu lagi beli makanan di luar yang banyak mengandung bahan kimia (krn utk kepentingan industri dan ekonomi), dan siapa tahu bisa nambah penghasilan, he he he .... Baking yuk baking !!!!!

Minggu, Januari 31, 2010

Fried Cream Puffs



Ini salah satu favorit Kirana dan Farras buat sarapan atau bekal sekolah (as usual, Raihan selalu meminta makanan berkabohidrat yang tidak manis). Buat cemilan juga ok.
Sebenarnya sama saja dengan sus vla, tapi nggak tahu kenapa Kirana dan Farras suka ngemil yang ini, karena katanya kulitnya krispi apalagi kalau masih hangat.
Teknik pembuatan vla sangat simple, semua bahan langsung diaduk jadi satu, dipanaskan sampai mendidih. Lebih cepat, tapi rasa nggak kalah dengan cara yang konvensional.
Resepnya masih diambil dari buku Ondori, buku penyelamatku kalau lagi mati gaya cari cemilan anak yang simple tapi enak.

Fried Cream Puffs
Desert You Can Make Yourself Vol 2 - Ondori Book Japan

Bahan
5 sdm butter
6 sdm air
3/4 cup tepung
3 1/2 butir telur, kocok lepas (kalo telur agak kecil aku pakai 4 butir)
Icing sugar untuk taburan

Cara Membuat
- Panaskan air dan butter sampai mendidih. Masukkan tepung sambil diayak, aduk cepat selama 1 menit.
- Angkat dari api, masukkan telur bertahap sambil kocok.
- Panaskan minyak 365 'F, sendokkan adonan membulat di minyak panas. Goreng hingga mengembang dan kecoklatan. Tiriskan di rak kawat.
- Belah kue (jangan putus), isi dengan filling, taburi atasnya dengan icing sugar

Custard Filling

Bahan
3 kuning telur
1/2 cup gula pasir
3 sdm tepung
1 1/2 cup milk, hangatkan
Vanila ekstrak

Cara Membuat
- Campurkan telur, sugar dan tepung dalam panci, masukkan susu hangat, aduk.
- Letakkan di atas api sedang, masak sambil aduk hingga mendidih dan mengental, selama 1 menit.
- Angkat dari api, biarkan dingin, tambahkan vanila. Aduk.

Untuk 15 buah

Banana Cake for Diabetic





Memenuhi permintaan suami yang enggan menyentuh beberapa cake yang kubuat, akhirnya praktek resep dari buku Menu Lezat untuk Kestabilan Gula Darah karangan Tim Saraswati, kebetulan juga ada pisang, sekalian bisa buat entry Banana Week dan ide buat teman milis yang suka kebingungan cake yang aman buat yang menjaga gula darah.
Awalnya sedikit skeptis dengan pemakaian minyak zaitun, kayak apa rasanya ya ? Secara biasanya minyak ini hanya kupakai saat pembuatan roti/dough pizza. Aneh ga ya ? Tapi ternyata tidak meninggalkan jejak yang tidak mengenakkan. Mungkin minyak ini juga yang membuat adonan jadi harum plus sangat moist. Tekstur cake sangat lembut seperti layaknya sponge cake, dengan bonus aroma dan rasa pisang yang dominan. Rasa manisnya pas, mungkin lain kali kacangnya akan kuperbanyak untuk menambah kekayaan tekstur dan rasa.

Banana Cake
Tim Saraswati - Buku Menu Lezat untuk Kestabilan Gula Darah

Bahan
150 gr pisang raja/cavendish matang, haluskan
50 ml susu cair low fat/kedelai
50 ml minyak zaitun
4 butir telur
25 gr gula palem
3 sdm gula pasir
100 gr terigu serbaguna
1/2 sdt bumbu spekuk
2 sdm kismis/buah kering, potong-potong
1 sdm kenari/almond cincang

Cara Membuat
- Panaskan oven 175 'C. Olesi loyang loaf/loyang 1/2 lingkaran dengan minyak, taburi terigu.
- Campur pisang dengan susu, aduk rata. Tambahkan minyak zaitun, aduk rata.
- Kocok telur, gula palem dan gula pasir sampai kental dan mengembang.
- Masukkan terigu dan bumbu spekuk sambil diayak dan diaduk balik.
- Masukkan campuran pisang, aduk rata.
- Tambahkan kenari dan kismis, aduk rata.
- Tuang ke loyang, oven kurleb 45 menit suhu 175 'C atau sampai matang.

Link ke blog NCC Banana Week http://nccbananaweek.blogspot.com/2010/01/banana-cake-for-diabetic-by-hesti.html

Sabtu, Januari 23, 2010

Sakura Pisang





Ada satu buah pisang ambon tergeletak tak berdaya, aku timbang pas 100 gr, pas deh, tadi malam pas bongkar Saji ada resep ini, kayaknya simple tapi enak. Sekalian nambahin entry Banana Week NCC. Tapi biar gampang aku kasih judul Sakura Pisang saja ...
Bener, saat kukusan dibuka, harus aroma pisang bercampur santan ditingkahi gula merah menjadi paduan yang eksotis.

Kue Pisang Kukus Tepung Beras
Tabloid Saji 131, Sep 2008

Bahan
3 butir telur
30 gr gula merah, sisir halus
50 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
1/4 sdt garam
50 gr tepung beras
50 gr terigu protein sedang
100 gr pisang ambon tanpa kulit blender bersama 50 ml santan kental

Cara Membuat
- Kocok telur, gula merah, gula pasir, garam dan emulsifier sampai kental.
- Masukkan terigu dan tepung beras sambil diayak dan diaduk balik.
- Masukkan campuran pisang, aduk rata.
- Tuang ke cetakan sakura yang sudah dioles minyak. Kukus dengan api sedang selama 10 menit dalam kukusan yang sudah dipanaskan.

Note:
- Pisang hanya aku haluskan dengan sendok baru dicampur dengan santan. Karena khawatir nggak bisa nyampur kalau dimasukkan terakhir, maka campuran pisang aku mixer sebentar dgn kec rendah sebelum tepung dimasukkan.
- Hasil jadi menurut resep 26 buah, tapi aku kok jadi 40 buah ya ... ???h

Selasa, Januari 19, 2010

Chicken Wing ala Pizza Hut




Kenapa bagian paling gurih dari ayam itu ada di sayap ? Karena di sana paling banyak terdapat kulit dan tulang yang menyumbangkan rasa dan kegurihan. Meski banyak yang bilang sayap adalah bagian paling tidak sehat dari ayam, nyatanya banyak orang suka 'menggigiti sayap' bahkan banyak resto yang khusus menyajikan olahan sayap ayam.
Salah satunya jaringan resto pizza ini, anak-anak suka pesan chicken wing selain pizza nya. Bagaimana kalau kita coba bikin sendiri ?

Chicken Wing
resep by Hesti

Bahan
10 pc sayap ayam, potong jadi 2, buang bagian paling ujung (yang kecil)
2 siung bawang putih, kupas, cincang halus
4 sdm kecap manis
1 sdm minyak wijen
4 sdm madu
1/2 sdm minyak ikan
2 sdm saos tomat
1 jeruk nipis, ambil airnya
1/2 sdt garam
1/4 sdt lada

Cara Membuat
- Cuci bersih ayam, tiriskan, keringkan dengan tisu makan, lumuri garam, sisihkan.
- Campur semua bumbu, aduk rata. Tuang ke ayam, ratakan. Tutup rapat ayam, diamkan semalaman di lemari pendingin.
- Keluarkan, panaskan oven 180 - 200 'C.
- Pindahkan ayam ke wadah tahan panas, oven selama 30 - 45 menit.

Martabak Manis




Hujan-hujan gini paling enak ngudap yang anget-anget. Nyoba bikin martabak manis dari resepnya Uni Dewi. Berhubung nggak punya loyang martabak manis, pakai wajan teflon biasa, bisa juga lho ....
Rasanya ok juga lo, anak-anak malah seneng, karena tidak terlalu berminyak dan tidak terlalu manis seperti kalau beli. Untuk mengakomodir semua peminat, separuh aku beri parutan keju, separuh pakai meses coklat, nyam ... nyam ...

Bahan A
125 gr terigu protein sedang
25 gr gula pasir
1/4 sdt BP
1/4 sdt garam
175 ml air
1/2 sdt ragi instan

Bahan B
2 telur
25 gr gula pasir
1/8 sdt BS

Bahan Isi
Gula pasir secukupnya
Margarin untuk olesan
Susu kental manis
Keju cheddar parut / meses / kacang tanah sangrai cincang kasar

Cara Membuat
- Kocok bahan A (kecuali ragi) dengan mixer sampai lembut, masukkan ragi, aduk rata. Diamkan 1-2 jam.
- Kocok lepas bahan B, masukkan ke bahan A, aduk rata.
- Panaskan loyang martabak, tuang adonan, ratakan pinggirnya. Biarkan sampai mengeluarkan buih dan membentuk rongga, taburi gula pasir, tutup loyang, biarkan matang.
- Angkat martabak, p indahkan ke wadah datar, potong 2. Panas-panas olesi margarin, tuang susu kental manis, taburi dengan bahan isian sesuai selera.
- Tutupkan dengan setengah bagian lainnya. Potong-potong. Sajikan hangat.